
Keesokan harinya
Kapal pesiar super besar Costa Deliziosa
Pelabuhan Venesia
18.20 PM
Harusnya mereka menghabiskan waktu di Venesia, namun sang dokter harus berlayar menuju ke satu negara mengejar pasien cukup penting juga yang dalam kondisi terdesak.
Pada akhirnya mereka terpaksa memilih untuk berlibur dan mengikuti terapi di Kapalkapal pesiar super besar Costa Deliziosa.
Dimulai malam ini mereka akan berlayar dari Kota Venesia, Italia menuju ke Laut Adriatik dalam pelayaran keliling dunia
Semua benar-benar berada di luar jalur rencana awal mereka.
"Kita pada akhirnya memutar haluan"
Ucap Karan pada Ghanem.
"kita butuh dokter terapi nya, dia satu-satunya dokter yang paling cocok untuk Violet, Belum ada dokter lain yang bisa menggantikan nya sejauh ini"
Ucap Ghanem pelan.
"Anggaplah kita sedang menghabiskan liburan panjang"
Ucap Rasty pada Karan, Perempuan itu mengembang senyuman manis nya pada sang suami.
"bukan rencana yang cukup buruk"
Ucap Karan cepat.
"Violet juga menyukai laut dan aroma nya, aku Fikir dia pasti senang kita berada disini"
Ucap Rasty lagi.
Saat mereka tengah berbicara tiba-tiba seseorang datang dari arah belakang Ghanem.
"kita bisa memulai terapinya di keesokan hari"
Seorang perempuan tempat duduk diantara mereka.
"Apa dia sudah tidur?"
__ADS_1
Tanya Ghanem pada perempuan tersebut.
Yang ditanya menganggukkan cepat kepalanya.
"Kembalilah ke kamar kalian, Violet tampak gelisah sejak tadi"
Perempuan itu bicara cepat sambil menoleh ke arah Ghanem.
secara perlahan Ghanem mulai berdiri dari posisi duduknya dia mulai melangkah menjauhi semua orang menuju ke arah dalam kapal.
tujuannya adalah menuju ke lantai atas di manakah mereka berada, Dia menemani violet untuk menghabiskan malam panjangnya hari ini.
begitu tiba di depan pintu kamar mereka, Ghanem langsung melesat masuk ke dalam.
Dia fikir violet masih terlelap dalam tidurnya, rupanya gadis itu tampak bangun dari posisinya,
Violet tampak duduk dipinggir kasur, tidak tahu berapa lama gadis itu telah bangun dari tidur nya dan duduk Disana, Gadis itu tampak mengulas senyuman pada nya.
"Ada yang terasa tidak nyaman?"
Ghanem bicara sambil mendekati gadis itu, duduk tepat dihadapan Violet, berjongkok lantas dia duduk dengan menopang tubuh nya di atas kedua kakinya.
Bola mata Ghanem menatap dalam bola mata Violet, dia menggenggam erat telapak tangan gadis tersebut.
"Apakah aku menyusahkan kakak?"
Dia tahu belakangan Ghanem kesulitan menghabiskan waktu istirahat nya, tiap kali laki-laki itu baru akan terlelap, Violet acapkali mengganggu tidur nya, dia tersentak atas mimpi buruk dan ingatan dimasa kemarin.
Semakin violet ingin melupakan nya, semakin menyakiti perasaan dan isi kepalanya.
Mereka bilang satu-satunya cara untuk melupakan semua perihal trauma akan masa lalu nya hanya melalui terapi menekan ingatan nya.
"Tentu saja tidak"
Ucap Ghanem pelan, laki-laki itu menggelengkan pelan kepalanya.
"Bagaimana cara nya aku mengingat kakak setelah ini? bagaimana jika aku sama sekali tidak bisa mengingat soal kita?"
Tanya Violet dengan nada penuh kekawatiran, menatap laki-laki di hadapannya itu dengan perasaan yang kacau balau.
ketakutan terbesar adalah jika tidak bisa mengenali Ghanem setelah ini.
"Bagaimana jika aku tidak bisa mengenali suami ku sendiri?"
Seketika tangis Violet tumpah.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu harus ingat beberapa hal tentang aku"
Ucap Ghanem sambil menyentuh lembut wajah Violet.
Laki-laki itu berdiri dari posisi nya, duduk tepat disamping sang istri, dia menghapus air mata Violet dengan begitu lembut, laki-laki itu mengelus pipi Violet untuk beberapa waktu.
"Pejamkan mata mu"
Ucap Ghanem pelan.
"Aku akan membuat mu ingat soal beberapa hal tentang aku"
Ucap Ghanem lagi.
Violet memejamkan bola matanya secara perlahan.
Laki-laki itu menyentuh telapak tangan nya kembali, mengarah kan jemari-jemari indah itu untuk menyentuh wajahnya.
"Ingat wajah ini"
Ghanem membiarkan violet meraba seluruh wajahnya.
"Ingat kening ini, ingat alis ini, ingat Mata ini, ingat hidung ini juga bibir ini Hmmmm"
Ucap Ghanem sambil menatap dalam wajah violet, dia membiarkan gadis itu meraba seluruh permukaan wajah nya.
Violet mencoba merasakan setiap lekuk wajah Ghanem, meraba posisi manapun yang Ghanem bicarakan, dia mencoba untuk merasa kan dan mengingat-ingat bagaimana bentuk wajah itu ketika bola matanya tertutup.
Cukup lama hingga rasanya dia seolah-olah bisa menyimpan wajah itu didalam memori Ingatan nya.
Lalu tiba-tiba Ghanem memeluk tubuh nya dengan lembut.
"Ingat aroma tubuh ini dengan baik"
Bisik Ghanem lagi, dia membiarkan Violet merasakan bagaimana aroma tubuhnya untuk waktu yang cukup lama.
lalu laki-laki melepas kan pelukan nya, dia Secara perlahan memajukan wajahnya menuju ke wajah violet.
"Dan ingat sentuhan ini"
Ucap Ghanem.
Lalu secara perlahan laki-laki itu mulai menautkan bibir mereka secara perlahan.
Bisa Violet rasakan betapa lembutnya sentuhan yang di berikan laki-laki itu yang baru dia tahu Belakangan jika yang menikah dengan nya kemarin bukan Karan melainkan Ghanem yang dia fikir adalah sang kakak ipar nya itu.
__ADS_1
Mereka mengatur pernikahan palsu untuk menyakinkan kakek Narayan demi membuka kebohongan masa lalu dan tetap mempertahankan Rasty di Antara mereka hingga semua nya terbongkar tak bersisa.