Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Ini Kekerasan dalam rumah tangga


__ADS_3

Mendengar jawaban violent yang berkata dia tidak takut, seketika membuat Ghanem malah mengangguk-anggukan kepalanya.


"Itu bagus, ini tidak lama lagi, aku Fikir biarkan aku menyelesaikan filmnya"


Ucap Ghanem sambil mengembangkan senyumannya, laki-laki itu terlihat kembali fokus pada tontonan nya.


Apa?.


Violet jelas terkejut, gadis itu membulatkan bola matanya saat mendengar ucapan Ghanem barusan, dia fikir kata-katanya persis seperti senjata makan tuan, seharusnya tadi dia bilang saja dia takut kenapa Dengan bodohnya dia berkata dia tidak takut.


Oh god, ishhhhhh.


Gadis itu tampak mengomel didalam hati.


Dia tidak tahu sebenarnya waktu yang tersisa ada berapa lama lagi hingga tontonan itu selesai, tapi suaranya benar-benar mengganggu akal sehat nya.


Violet fikir sebaiknya dia meringkuk di dalam selimutnya, ketimbang memilih mati ketakutan dia jelas lebih baik memilih mati sengap dibawah selimut yang digunakan saat ini.


Bisakah kamu bertahan? hanya malam ini saja, malam ini dan malam ini?.


Akkhhhhh

__ADS_1


Dia Fikir ini semua berawal dari nenek muda Hurairah hingga berakhir dengan dirinya berada di kamar ini.


Seharusnya malam ini dia telah terlelap dalam kamarnya tanpa ada yang mengacau kan nya sama sekali.


Violet beberapakali mencoba menghela nafasnya pelan, dia Fikir kapan suara-suara mengerikan itu berakhir.


Hingga akhirnya dia beringsut bangun dari tidur nya dan mulai mencoba masuk ke dalam kamar mandi.


Dan Pilihan terbaik melindungi dirinya sendiri saat ini dengan berada di kamar mandi.


"Kenapa hidup ku Sial sekali?"


Violet mendesah sambil menghadap kearah kaca wastafel, dia mencoba untuk menyikat gigi nya dan mencuci muka nya dengan perasaan dongkol.


Tidak tahu kenapa bayangan horor soal film berhantu mengganggu pemikiran nya.


Ada hantu kah?!.


Dia bertanya didalam hati.


Dengan gerakan cepat Violet mencoba untuk mencari sesuatu apapun untuk bisa dijadikan pegangan, dia benar-benar memikirkan soal hantu tanpa kepala, atau bahkan wanita yang berdarah-darah, bahkan hantu dengan wajah yang pucat pasi sambil menatap nya dengan bola mata yang berwarna putih secara keseluruhan.

__ADS_1


Saat pemikiran-pemikiran mengerikan menghantui dirinya tiba-tiba dari sisi kanan nya muncul Sesuatu yang mengejutkan dirinya.


Buru-buru ingin bergerak memukul, yang ada gadis itu malah berteriak histeris karena terkejut.


"Akhhhh"


Dia spontan berteriak panik saat sesuatu yang besar tinggi melewati dirinya, Violet masih mengangkat stik kayu kecil yang dia rencanakan untuk dia gunakan memukul siapapun yang lewat dihadapan nya.


"Owwwww ada apa sayang?"


Ghanem Tampak terkejut melihat ekspresi Violet, gadis itu terlihat pucat ketakutan sambil memegang stik kayu yang telah terangkat sempurna.


"Apa kamu ingin memukul suami mu sendiri sayang?"


Sejak tadi laki-laki itu terdengar seperti menggoda nya, kata sayang membuat wajah Violet terus memerah karena malu, rasanya sesuatu yang panas melewati seluruh permukaan wajah nya, bahkan bisa dia rasakan pipi dan telinga nya memerah karena perasaan malu yang sama.


Ghanem langsung mendekati Violet dengan refleks, tangan nya menyentuh stik kayu pemukul di tangan Violet dengan Cepat.


"Ini akan menjadi kekerasan didalam rumah tangga, aku cukup takut saat istri ku tanpa sebab ingin memukul ku karena persoalan film berhantu"


Kali ini Ghanem seolah-olah sengaja menggoda dirinya habis-habisan, laki-laki itu seakan-akan paham kenapa Violet belum juga keluar dari kamar mandinya sejak tadi.

__ADS_1


"Aku tidak takut pada film berhantu"


Violet bicara cepat sambil merengut kesal.


__ADS_2