Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Terlalu manis untuk dilupakan


__ADS_3

Elvitania menatap wajah nya di dalam cermin untuk beberapa waktu, ketika semua orang mulai mendandani nya sejak pagi, dia sama sekali tidak bergeming.


Bola mata indahnya jelas menampilkan sisa warna merah muda karena sisa tangisan berhari-hari yang enggan berhenti.


Bahkan sisa bengkak Dimata nya dengan perpaduan syahdu terlihat jelas disana.


Gadis itu meremas gaun indah yang dia gunakan dengan kedua telapak tangan nya, terlihat jelas dia mengeratkan rahang nya untuk beberapa waktu.


Sejenak elvitania Mencoba memejamkan bola matanya, masih dia rasakan barisan rasa sakit didalam hatinya.


Tapi sebuah suara manis seolah-olah memenuhi gendang telinga nya, begitu familiar, begitu dia rindukan selama beberapa bulan ini.


Satu ingatan Menghantam dirinya.


******


Flashback


6 tahun silam


Prancis


Kala salju memenuhi jalanan.


Seorang gadis tampak mendongakkan kepala nya sejenak, bisa dia rasakan buliran salju yang menimpa perlahan ke atas pipinya.


Terasa begitu dingin ketika salju itu terus jatuh ke atas pipi nya.


Dia tengah menanti seseorang di depan sebuah gedung bangunan mewah yang bertuliskan.


HILLATOP CONSTRUCTION.


Seorang laki-laki yang berkata akan datang menemui nya dalam 5 menit kedepan.


Elvitania mengulur kan tangan nya sejenak, membiarkan salju yang terus turun memenuhi telapak tangan nya.


dia menggunakan jaket bulu untuk menutupi rasa dingin ditubuhnya sejak tadi.

__ADS_1


Gadis itu menghela pelan nafasnya, mencoba duduk berjongkok di depan gedung raksasa yang ada dihadapan nya itu.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba sepasang sepatu terlihat berdiri tepat dihadapan nya, Elvitania langsung mendongakkan kepalanya.


Di antara cahaya bisa dia lihat sosok sempurna di hadapannya itu tengah berdiri dengan tubuh kokoh dan gagah nya.


Seorang laki-laki Tampak mengembang senyuman nya ke arah dirinya.


Elvitania seketika membalas senyuman laki-laki itu, dengan gerakan cepat dia berdiri mencoba mensejajarkan Dirinya pada laki-laki itu.


Realita nya, setinggi apapun seorang gadis, mereka tidak akan mengalahkan tinggi seorang laki-laki.


"Menunggu lama hmmm?"


Laki-laki itu bertanya sambil memasang sesuatu di kepalanya, gadis itu seketika memejamkan bola mata nya, menikmati moment Dimana laki-laki itu menempatkan sesuatu dikepala nya.


Secara perlahan Elvitania membuka bola matanya, sebuah topi rajut kini telah menutupi kepala dan sebagian rambut milik nya.


Dia fikir topi mungkin sudah cukup, tapi siapa sangka laki-laki itu secara perlahan meraih telapak tangan nya.


Memasang kan sepasang sarung tangan kepada Elvitania secara bergantian.



"Ahhhh hangat nya"


Ucap Elvitania sambil memejamkan kembali kedua bola matanya.


"Tidak menjawab pertanyaan ku? terdengar begitu curang"


Ucap laki-laki itu kemudian.


Seketika Elvitania membuka bola matanya, dia terlihat mengulum senyumannya untuk beberapa waktu.


"Hmmm tidak begitu lama menunggu"


Dia menjawab pertanyaan yang dilontarkan laki-laki itu sejak beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


"Dia selalu mengabaikan ku saat aku melontar kan pertanyaan"


Laki-laki itu menyentuh lembut wajah nya.


Elvitania fikir bahkan genggaman tangan laki-laki itu tidak kalah hangat nya.


"Tidak, aku tidak mengabaikan kamu"


Gadis itu dengan cepat menaikkan kedua tangan nya, menggenggam balik dua telapak tangan laki-laki itu yang masih terus menggenggam erat pipi nya.


Mendengar jawaban gadis itu, laki-laki itu terlihat mengembangkan senyuman nya.


"Aku sudah bicara dengan kakak"


Ucap nya kemudian.


"Ya?"


Elvitania tiba-tiba mengerutkan keningnya.


"Soal pernikahan kita"


Saat mendengar kata pernikahan tiba-tiba jantung gadis itu berdetak tidak beraturan.


"Kita akan kembali ke Indonesia, membicarakan tanggal pastinya"


Lanjut laki-laki itu lagi.


Seketika bola mata gadis itu berkaca-kaca, dia fikir secepat ini kah?.


"Hmm"


Elvitania secepat kilat mengangguk kan kepalanya.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki itu merapatkan wajahnya, dengan gerakan begitu lembut laki-laki itu menautkan bibir mereka secara perlahan.


Kamu tahu sayang?.

__ADS_1


Ini adalah salju pertama dan terakhir untuk kita, aku fikir satu hari kita akan kembali ketempat ini, mengingat banyak memori disini, tapi rupanya aku salah, kala itu adalah salju terakhir aku melihat kamu tersenyum dengan penuh cinta.


Aku merindukan mu, benar-benar merindukan mu.


__ADS_2