
Pada akhirnya kakek tua Narayan meng iyakan ajakan Violet untuk melewati makan malam bersama.
Meskipun dia tidak begitu dekat dengan Ghanem, realita nya kakek tua Narayan begitu menyayangi violet, laki-laki itu selalu luluh setiap kali melihat wajah lembut dan syahdu perempuan itu.
Ketika para pelayan masih mempersiapkan makan malam mereka, sedangkan Ghanem masih sibuk di ujung ruangan mencoba menerima panggilan entah dari mana, kakek Narayan bertanya pada Violet dengan perlahan.
"Dia apa baik pada mu?"
Tanya laki-laki itu pada Violet.
Mendengar pertanyaan sang kakek, Violet mengangguk kan kepalanya secara perlahan.
"Dia sangat baik pada ku"
Ucap nya pelan.
"Laki-laki keras kepala itu Tidak pernah berlaku kasar? atau bicara keras pada mu?"
Kekhawatiran laki-laki tua itu jika Ghanem tidak memperlakukan Violet dengan baik.
Dibandingkan Karan, Ghanem jelas bisa berlaku kasar pada perempuan yang tidak dia sukai.
Karan memiliki sifat dingin mendominasi, sedang kan Ghanem gampang tersentuh dengan kisah orang-orang disekitar nya, kelemahan Ghanem ketika dia di sakiti laki-laki itu begitu sulit memaafkan.
Di masa kemarin saat Ghanem pernah mempercayai ucapan Britania, begitu dibohongi laki-laki itu langsung marah luar biasa, dia benar-benar membenci perempuan itu.
__ADS_1
Sebenarnya dia tidak begitu menyukai Britania, tapi karena adik bungsunya menyukai perempuan itu, Narayan lebih memilih diam.
Apalagi dimasa lalu perempuan itu pernah menyelamatkan nyawa adik nya, seperti sebuah hutang Budi, Narayan tidak bisa melupakan balas jasa kepada seseorang.
Kali ini Violet menggelengkan kepalanya.
"Dia begitu lembut dan hangat pada ku"
Jawab Violet dengan ekspresi malu-malu.
Itu realita nya, selama bersama Ghanem selalu memperlakukan dirinya dengan begitu hangat dan lembut, dia belum pernah mendengar laki-laki itu marah, bicara dengan nada tinggi atau bahkan tidak menyukai nya dan membentak nya.
Sedikit berbeda saat Ghanem memperlakukan orang lain, laki-laki itu terlihat lebih datar dan dingin, kadang nada bicara nya terdengar begitu tidak bersahabat.
"Itu bagus"
Dia fikir meskipun Violet bukan menikah dengan Karan cucu kesayangan nya, asalkan menikah dengan penerus Hurairah dia jelas sangat bahagia.
Perbincangan itu pada akhirnya terhenti ketika mereka benar-benar mendapatkan makan malam bersama, tidak banyak yang terjadi, hanya tercipta keheningan diantara mereka selama waktu makan malam.
Tapi melihat cara Ghanem memperlakukan dan memperhatikan Violet selama makan malam berlangsung, laki-laki tua itu hanya bisa me manggut-manggut kan kepalanya.
Seperti kata putri bungsu nya Alea, Ghanem memang cocok untuk Violet.
Dia tidak akan menyesal jika merestui pernikahan mereka.
__ADS_1
Kakek tua Narayan menghela pelan nafasnya.
"Jadi katakan pada ku apa yang ingin kakek bicarakan?"
Ghanem mulai buka suara saat mereka telah melewati sesi makan malam yang cukup lama, mereka duduk di ruang tengah untuk beberapa waktu, dimana kakek tua masih mengobrol beberapa hal dengan Violet hingga akhirnya Ghanem mencari timing yang tepat untuk masuk kepercakapan mereka.
Mendengar pertanyaan Ghanem, laki-laki tua itu langsung menatap dalam bola mata sang cucu.
"Aku ingin kamu pergi mengurus proyek besar di Italia"
Sesuai dugaan.
Persis seperti apa yang Britania ucapkan kemarin.
Nenek muda Sunita benar-benar ahli dalam mengendalikan seseorang sesuai keinginan nya.
"Pergilah bersama Violet sambil mengambil masa bulan madu bersama"
Lanjut kakek tua Narayan lagi.
Ghanem menatap dalam wajah kakek Narayan, pandangan nya terlihat begitu datar dan dingin, dia memikirkan ucapan seseorang.
Kau tahu? kejadian di kapal pesiar Costa Deliziosa ada campur tangan seseorang, dia ingin kamu melupakan sesuatu yang terlewat kan dimasa kemarin soal kematian Daddy mu.
Apa kamu sudah mulai mengingat?
__ADS_1
75-25
Aku sedang mengingat sisa nya.