
Penjara xxxxxxx
Pusat kota
Jam kunjungan
Nenek muda Hurairah tampak menatap tajam laki-laki yang ada dihadapan nya itu untuk beberapa waktu saat sang pengacara pribadi nya datang mengunjungi dirinya.
Dia mencoba untuk membaca baik-baik surat yang ada di tangan nya tersebut yang barusan saja diberikan oleh sang pengacara.
"Kau bilang apa?"
Dia bertanya pada laki-laki di hadapannya itu sambil mencoba menahan kemarahannya.
Dia fikir bagaimana bisa tandatangan nya bisa ada di sana? di lembaran kertas yang dia sama sekali tidak merasa pernah menerima nya.
Dia Fikir bagaimana mungkin dia menandatangani surat perceraian antara dirinya dan suaminya padahal dia sama sekali tidak pernah melakukan nya.
Tapi tandatangan dia tidak bisa mengelak nya Sebab tandatangan yang di bubuhkan di kertas itu benar-benar serupa dengan tanda tangan milik nya.
"Kami resmi bercerai?"
__ADS_1
Tangan wanita itu terlihat gemetaran sambil memegang kertas yang ada ditangan nya itu untuk waktu yang cukup lama.
"Ya Nyonya"
Ucap laki-laki itu sambil menundukkan kepalanya.
Mereka duduk saling berhadapan dimana di Depan mereka di dekat oleh pembatas kaca, Dia sipir penjara terlihat berdiri tegap di ujung dekat pintu dimana didepan nya nenek muda Hurairah yang awal nya tengah duduk seketika berdiri saat melihat lembaran kertas yang ada di hadapannya itu.
Saat mendengar jawaban sang pengacara, nenek Sunita langsung lemas, dia mencoba mencari pegangan di jeruji besi tersebut, dia kehilangan kata-kata nya.
"Tidak mungkin"
Meskipun cara nya cukup licik, tapi mereka berhasil untuk bisa bersama, dia berhasil mendapatkan laki-laki itu dengan caranya, dia bahkan menyimpan titik kelemahan nya.
Dan dia fikir setelah menikah, laki-laki itu tidak mungkin mengkhianati dirinya, bahkan dia memberikan seluruh milik nya tanpa terkecuali.
Tapi kini? hari ini? bagaimana bisa laki-laki itu menceraikan nya begitu saja seperti tanpa hari.
"Aku tidak bisa menerima nya"
Nenek muda Hurairah berteriak penuh kemarahan kepada pengacara nya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku menandatangani surat perceraian nya? aku tidak pernah melakukan nya"
Pekik wanita itu lagi dengan kemarahan yang membuncah.
"Nyonya...?!."
"Aku ingin bertemu dengan dia, aku ingin bertemu dengan dia, katakan pada ku dimana dia sekarang? dimana laki-laki sia..lan itu?."
Dan dalam sekejap kegaduhan jelas terjadi disana, sang pengacara hanya bisa diam sambil mengelus dada, dua petugas sipir harus memegangi tubuh wanita itu yang terus mengamuk sejak tadi.
Nenek muda Hurairah jelas marah dan berang, dia fikir bagaimana bisa laki-laki itu mengkhianati nya, bahkan mereka berkata suami nya Bergerak diam-diam membantu Ghanem selama di Italia.
Laki-laki itu bermain Cantik selama ini tanpa pernah di ketahui oleh nya.
Salah satu orang kepercayaan nya berkata, jika suaminya sejak lama mulai mengarah kan Ghanem dalam penyelidikan nya, bahkan suami nya yang membuat Elvitania bisa perlahan mencoba untuk memberontak.
Dimasa kemarin suaminya tidak berani terlalu banyak bergerak, sebab dia benar-benar mengikat laki-laki itu dengan cara nya, tapi siapa sangka sedikit-sedikit laki-laki itu mulai bergerak untuk melakukan pemberontakan tanpa sepengetahuan dirinya.
"breng..sek...aku benar-benar akan membunuh nya jika bertemu dengan nya sekali lagi, bahkan jika dia mengkhianati aku dengan perempuan lain, aku benar-benar akan menyumpahi nya agar dia tidak tenang didalam kehidupan nya bersama pasangan nya, bahkan aku yakinkan keturunan nya akan mengalami kesialan juga ambisi yang tidak sama kecilnya dengan ambisi ku dan juga para iblis akan terus berjalan menemani nya hingga kematian mendekati nya"
Sumpah serapa wanita tua itu bergema di sepanjang ruangan bersamaan tubuh nya yang diseret paksa oleh kedua penjaga penjara tersebut menuju ke arah dalam
__ADS_1