
bisa violet rasakan sentuhan hangat dan begitu lambut dari Ghanem, seolah-olah bibir laki-laki itu menuntun nya untuk menikmati sesuatu yang belum pernah dirasakan selama ini.
Violet membuka bola matanya sejenak, dimana Ghanem tiba-tiba menghentikan aktivitasnya, laki-laki itu menatap dalam wajah nya.
"Ingatlah sentuhan hangat ini dari diriku hmmm"
Ucap Ghanem sambil mencium lembut kening Violet.
Gadis itu menatap sendu wajah sang suami nya, memperhatikan lekat-lekat wajah orang yang dia cintai selama bertahun-tahun yang lalu itu.
Dia mengangguk kan kepalanya.
Lalu secara perlahan Ghanem menyentuh lembut kedua belah pipi Violet, laki-laki itu kembali melesatkan ciumannya.
...Hanya visual...
...(Anggaplah ini Violet dan Ghanem MAKKKðŸ¤ðŸ˜œ)...
bisa dirasakan nya aroma indah dan wangi dari balik tubuh laki-laki tersebut, bahkan tubuh kekar dan Kokoh itu terasa menyentuh tiap pori-pori kulit nya, yang menciptakan sensasi baru yang aneh yang membuat dia tiba-tiba merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.
sejenak ruangan itu dipenuhi kehangatan yang begitu mewah, sentuhan klasik yang begitu berkelas yang membuat violet mulai terbenam di dalam gelombang aneh yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
__ADS_1
bibir itu yang awalnya menyentuh dan membasahi bibirnya, secara perlahan mulai turun menuju ke dagunya lantai mulai menyapu bagian leher kirinya, bisa dirasakan ada sensasi baru yang menjalar di sekitar lehernya dimana Ghanem begitu pintar membuat dirinya mengeluarkan satu suara persis seperti sebuah ******* yang belum pernah dia keluarkan dengan laki-laki lain selain Ghanem.
Dalam tiap gerakan laki-laki itu violet tidak sadar kapan dirinya berbaring di atas kasur mendominasi berwarna putih itu, Ghanem benar-benar mampu membuatnya terbuai dalam sensasi aneh yang begitu memabukkan.
dia membuka perlahan bola matanya menatap intens kearah suami tanpa berani bicara, bukan karena dia takut tapi karena dia cukup malu dengan getaran yang tiba-tiba merambat dalam hatinya.
tiba-tiba bola nya betemu pandang dengan bola mata Ghanem, mereka saling menatap hangat untuk beberapa waktu, laki-laki itu menyentuh bibirnya Dengan jemari-jemari indah nya, mengusapnya begitu lembut sambil berkata.
"Jangan melupakan nya meskipun hanya sejenak"
Ucap laki-laki itu begitu lembut.
kemudian laki-laki itu kembali melesatkan ciumannya ke bibir violet, dibanding ciuman tadi kali ini terasa begitu menggebu dan memanas, laki-laki itu mulai bergerak lincah dan membiarkan lidahnya menyusup ke dalam rongga mulut violet.
Seketika kedua tangan Violet meremas sprei kasur yang ada di sisi kiri dan kanannya, gadis itu benar-benar terbuai dengan sentuhan lembut yang diciptakan sang suami.
Dia kembali mencoba memejamkan bola matanya menikmati sensasi indah dan hangat yang diciptakan ghanem untuk dirinya.
Namun tiba-tiba sepersekian detik kemudian Satu bayangan mengerikan menghantam ingatannya, dia merasa sesuatu yang gelap menghimpit dirinya, begitu gelap, panas dan pengap,kenangan buruk tentang masa lalu di dalam gedung Hurairah tiba-tiba memenuhi kepalanya.
Bayangan nya saat ini berubah menjadi sesuatu yang mengerikan, ada mommynya, Daddy nya, Rasty, malam mencekam, hujan deras, suara mengerikan, dentuman keras yang memekakkan telinga, bahkan kobaran api yang menjalar ke mana-mana.
"No..."
Pekik Violet tiba-tiba.
__ADS_1
Seketika keringat dingin membasahi seluruh permukaan kulit dan pori-pori violet.
Gadis itu benar-benar kehilangan pemikirannya, ketakutan besar kembali menghantam dirinya.
Ghanem yang sadar dengan keadaan Violet langsung menghentikan gerakan nya.
"Sayang, hey...look at me please"
Ucap Ghanem sambil menepuk lembut wajah Violet.
Jutaan ketakutan jelas ikut menghantam dirinya, laki-laki itu secepat kilat menyambar sesuatu di dalam nakas di samping tempat tidur mereka.
Dia meraih satu botol obat, meraih sebutir obat tersebut lantas memasukkannya dengan cepat ke mulutnya kemudian Ghanem merapatkan bibirnya ke arah bibir Violet, membiarkan gadis itu meminum obat itu dengan cara yang klasik.
Sejenak ketegangan terjadi hingga akhirnya violet mulai tenang dengan keadaan nya.
Ghanem langsung memeluk erat tubuh Violet, dia mengelus lembut rambut Violet sambil berkata.
"Semua akan baik-baik saja"
Ucap laki-laki itu sambil memejamkan bola matanya.
Dia benar-benar tidak memiliki pilihan lain untuk sang istri, trauma masa lalu benar-benar menyiksa Violet hingga hari ini, bahkan membuat mereka tidak bisa melewati hubungan baik tiap kali bersama.
Gadis itu begitu sulit memejamkan bola matanya tanpa menggantung kan dirinya dengan obat-obatan setelah ingatan nya kembali kemasa lalu kemarin, satu-satunya cara yang bisa dia gunakan adalah dengan menekan ingatan Violet agar melupakan segala hal yang menyakitkan dirinya.
__ADS_1
Membuat kenangan baru bersama dan memulai semua nya dari awal kembali.