Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Menemani dirinya


__ADS_3

Ghanem membiarkan violet menghabiskan tawanya, dia baru tahu gadis itu seorang penggeli.


Dia fikir dimasa kemarin hubungan mereka sebenarnya seperti apa, apakah seperti ini atau bagaimana dia tidak tahu.


apakah violet orang yang perdiam atau ceria dia juga tidak tahu.


Entah kenapa tiba-tiba Dia sedikit menyesal saat kemarin berkata KITA TIDUR DI KAMAR TERPISAH UNTUK SEMENTARA WAKTU.


Tunggu dulu, apa yang kau Fikir kan, Ghanem?.


Laki-laki itu menggerutu dalam hati.


Yah apa yang dia pikirkan barusan? dia berharap mereka tidur di kamar yang sama?.


Oh god, ada apa dengan diri ku?.


Ghanem mengeluh kemudian seketika langsung menghela kasar nafasnya.


"Maafkan aku"


Violet akhirnya tersadar dari kekonyolan nya saat Ghanem telah selesai mengolesi salep di perut nya.


Laki-laki itu langsung meniup lembut perut nya lantas secara perlahan mulai membenahi gaunnya.


"Kemarilah"


Ghanem bicara sambil mengulas senyuman nya, dia mengangkat perlahan pinggang Violet agar turun dari atas nakas.


Gadis itu sejenak terdiam.


"Aku akan kem...."


"Temani aku makan"


Violet ingin berkata dia akan kembali ke kamar nya tapi Ghanem langsung memotong ucapan nya.


"Ya?"


"Duduklah, temani aku makan"

__ADS_1


Lanjut laki-laki itu lagi sambil menambahkan kalimat perintah didepan nya.


Dia suka sekali memberi perintah, mutlak tidak boleh di tolak.


Violet berkata didalam hati.


"Duduklah kemari"


Ucap Ghanem sambil menunjuk kursi sofa yang ada di samping nya.


"Mie nya tumpah sedikit, itu pasti sudah mengembang dan dingin"


Violet berkata sambil menatap mie yang ada di Atas nampan tersebut.


Seketika rasa bersalah menggelayut di balik wajah cantik nya.


"Bukan maskah"


Setelah berkata begitu Ghanem langsung meraih mangkuk mie tersebut, dia mulai meraih sendok dan garpu lantas mulai memakan nya secara perlahan.


"Itu pasti tidak enak kan? karena sudah cukup dingin?"


Violet menjadi ciut, dia fikir itu pasti tidak enak, selain mungkin dia tidak pandai membuat nya, mie yang kuah nya berkurang banyak serta dingin akan menjadi permasalahan untuk Ghanem.


Padahal jelas nya Ghanem bukan type laki-laki yang suka protes pada hal apapun, bahkan laki-laki itu selalu menikmati apapun makanan miliknya sejak dulu hingga sekarang.


Dibalik lupa atau tidak dia dengan masa lalunya, yang jelas Ghanem bukan type laki-laki ribet dan repot ketika harus membahas soal makanan.


"Ini enak"


Ucap Ghanem pelan lantas kembali melahap mie tersebut.


"Mari mencoba nya bersama ku"


Ghanem bicara sambil meraih garpu, dia memutar mie dimangkuk tersebut agar memenuhi garpu lantas laki-laki itu memastikan mie nya sudah bisa dinikmati oleh Violet.


"Ya?"


Violet tampak membulat kan bola matanya.

__ADS_1


Tangan kanan Laki-laki itu tahu-tahu sudah menyodorkan mie itu ke mulut nya, tangan kirinya mencoba menahan mangkuk mie nya di sisi bawah siapa tahu akan ada tumpahan yang mengenai violet.


Violet ingin bicara, tapi Ghanem tampak melebarkan senyumannya.


"Cobalah, kamu akan tahu rasanya"


Ucap laki-laki itu pelan.


Secara perlahan Violet mulai membuka mulutnya, dia mencoba menerima suapan laki-laki itu untuk pertama kalinya.


Hmm enak.


Itu yang Violet fikirkan pertama sekali.


"Enak bukan? rasanya masih begitu segar"


Ghanem bicara lantas langsung menggulung mie nya lagi, dia kembali melahap mie tersebut dengan gerakan cepat.


Tunggu dulu, dia menggunakan garpu bekas bibir dan mulut ku?.


Violet jelas tercekat, menatap Ghanem yang terus melahap mie nya dengan begitu lahapnya.


Kemudian laki-laki itu kembali mencoba menyuapi Violet sekali lagi.


Eh?.


"Buka mulut mu"


Ucapan Ghanem lagi-lagi seperti hipnotis baru untuk dirinya, gadis itu menurut, membiarkan laki-laki itu menyuapi dirinya secara perlahan.


Lalu tiba-tiba tangan kiri laki-laki itu menyentuh bibirnya, dia menghapus sisa kuah mie di bibir Violet dengan gerakan lembut nya.


Seketika wajah Violet memerah, lagi-lagi rasa malu menghantam dirinya.


Dalam ingatan nya, ini pertama kali nya laki-laki menyentuh beberapa anggota tubuh nya.


Perut bahkan bibirnya.


Jantung Violet tiba-tiba berdetak tidak beraturan, dia merasa begitu kacau saat ini.

__ADS_1


Aku ingin jatuh pingsan.


Ucap Violet dalam hati sambil mengedipkan mata dengan perasaan tak karuan ke arah Ghanem.


__ADS_2