
kembali ke masa kini
Mansion utama
Ghanem
Ghanem menatap wajah Violet untuk beberapa waktu, setelah jutaan kepanikan terjadi, saat para pelayan dan penjaga melewati masa kocar-kacir karena keadaan sang nona yang tiba-tiba pingsan dan dokter kepercayaan mereka akhirnya melesat datang memeriksa keadaan Sang istri, akhirnya Ghanem bisa menarik nafasnya dengan baik.
Dia jelas khawatir bukan main, takut hal-hal buruk terjadi pada sang istri, apalagi Pingsan tiba-tiba di kamar mandi jelas bukan hal yang baik.
"Istri anda hanya mengalami sedikit kelelahan, ditambah lagi ada kepingan demi kepingan memori yang mulai tersusun secara acak dengan perlahan di dalam Ingatan nya"
Ucapan sang dokter soal kepingan ingatan cukup membuat Ghanem terkejut.
"Sebaiknya buat Fikiran nya menjadi se rileks mungkin, kalian mungkin butuh liburan untuk menenangkan fikiran nya sembari membiasakan diri untuk mengingat kepingan puzzle yang terasa Sulit"
Dia fikir apakah Violet mulai ingat dengan sesuatu? yang berkaitan dengan masa lalu!.
Bagian mana saja?.
Kekhawatiran Ghanem jika-jika Violet mengalami kesulitan dalam menyusun Ingatan nya, bahkan dia takut perempuan itu Merasa terganggu dengan seluruh ingatan lama nya.
Bahkan dia khawatir sang istri mendapatkan dampak buruk kala mencoba mengingat semua kepingan memori yang hilang..
Rasty pernah berkata, seharusnya Violet tidak mesti mengingat Persoalan masa lalu, mereka takut Violet mengalami trauma yang sama persis sebelum mereka mengalami kecelakaan di kapal pesiar Costa Deliziosa.
__ADS_1
Ghanem menarik pelan nafasnya, jemari-jemari tangan kanan nya terus mengelus lembut wajah sang istri, bola matanya sama sekali tidak mau beralih dari Violet.
Beberapa kali laki-laki itu melirik kearah di dinding, mencoba menjaga Bola mata nya agar tetap terjaga dulu dan jangan terlelap begitu cepat.
Sejenak bisa dia rasakan pergerakan dari jemari-jemari indah Violet, bola mata perempuan itu terlihat bergerak beberapa kali.
Ghanem menggenggam erat telapak tangan Violet, menunggu sang istri membukakan bola matanya.
"Sayang?"
Tanya nya pelan setengah berbisik.
Violet tampak diam sejenak, perempuan itu menatap dalam bola mata nya.
Kemudian sepersekian detik kemudian tiba-tiba sang istri menyambar tubuh nya, Violet memeluk dirinya sambil terisak pelan.
Membiar kan tangis itu pecah untuk beberapa waktu, melepas kan jutaan beban yang tidak Ghanem ketahui bagaimana sebenarnya.
Mereka jelas sama-sama saling meraba ingatan lama, perbedaan nya Ghanem bisa melewati semuanya, menyusun kepingan ingatan yang hilang tanpa rasa sakit didalam nya, tapi Violet seperti nya harus mendapatkan kembali trauma yang mendalam di masa kemarin sesuai dengan apa yang di ceritakan Rasty beberapa waktu ini.
"Kenapa? apa ada hal buruk yang terjadi?"
Tanya Ghanem pelan setelah memastikan tangisan Violet mulai mereda, hanya terdengar sisa isakan lirih di balik wajah cantik itu.
"Apa ada sesuatu yang sakit?"
__ADS_1
Ghanem kembali bertanya sambil menyentuh lembut wajah Violet, kedua tangan nya menyentuh pipi lembut itu, mengusap nya pelan untuk beberapa waktu.
"Yang mana yang sakit hmmm? kamu terjatuh begitu saja di kamar mandi, kamu membuat aku khawatir, sayang"
Ucap Ghanem lagi.
Violet sejenak tidak bergeming, membiarkan dua tangan kokoh itu terus menyentuh hangat pipi nya untuk beberapa waktu.
"Aku ingat soal sesuatu"
Ucap Violet sambil terus berusaha menatap dalam bola mata suami nya.
"1 Minggu sebelum malam kejadian kebakaran di gedung Hurairah, Nenek Sunita mencoba membawa seorang perempuan dan memaksa nya untuk tidur dengan Daddy mertua"
Lanjut Violet pelan.
"Apa?"
"Kemarahan Daddy kalian membuncah hingga menyebabkan luka besar di wajah dan lengan perempuan tersebut"
Ghanem jelas membeku mendengar ucapan Violet.
"Dan perempuan itu adalah Britania"
Lanjut nya lagi.
__ADS_1
"Ya?"