Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Menikah tanpa saling mengenal


__ADS_3

Mansion utama Ghanem


20.10 PM


Violet tampak duduk di atas kursi sofa mendominasi berwarna silver itu, Ghanem terlihat duduk berseberangan dengan violet, untuk beberapa mereka saling tidak bicara, dimana violet tampak menundukkan kepalanya, sedangkan Ghanem menatap Violet dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.


"jadi mereka bilang kita adalah suami istri, kamu tidak bisa mengingat ku dan aku tidak bisa mengingatmu"


ucap Ghanem memecah keheningan.


"Ya"


Jawab Violet pelan.


"sebenarnya ini terdengar begitu lucu seharusnya mungkin aku bisa melupakan kamu tapi setidaknya kamu tidak melupakan aku, bagaimana caranya dua orang suami dan istri tinggal dalam satu atap tapi saling tidak mengenal?"


Tanya Ghanem sambil menaikkan ujung alisnya.


Suaranya memang terdengar begitu dingin dan datar, tapi laki-laki itu berusaha untuk menekan suaranya agar tidak menjadi tinggi di hadapan perempuan yang ada di hadapannya itu.


Ghanem Tampak memperhatikan buku nikah mereka, menelisik tanggal pernikahan dan foto yang terpampang disana.


Laki-laki itu mengehela pelan nafas nya.

__ADS_1


Dia benar-benar tidak bisa ingat satu hal pun soal mereka, sebab ketika dia bangun dari tidur panjang nya yang dikenal dan yang dia lihat pertama kali hanya Britania.


Perempuan itu berkata jika mereka pasangan kekasih sebelumnya, mereka berkata Ghanem menghilang selama Satu setengah bulan lebih, tapi yang ghanem Ingat dia bangun dari tidur nya 1 bulan yang lalu.


Meskipun meragukan ucapan Britania, tapi Ghanem telah terbiasa dengan perempuan itu selama satu bulan penuh ini, jadi begitu orang-orang yang menemukan dirinya dan berkata dia telah menikah dengan perempuan lain itu cukup membuat diri nya terkejut.


dia cukup bingung untuk mempercayai ucapan siapa.


Disatu sisi Britania memiliki bukti beberapa foto mereka besar, di satu sisi ada buku nikah dirinya dan Violet namun tanpa bukti lainnya.


Tidak foto-foto pernikahan di antara mereka berdua, tidak ada foto ketika mereka bersama, tidak ada bukti lain yang bisa membuat dia yakin mereka saling mencintai.


"aku akan tidur di kamar terpisah untuk sementara waktu, kita bisa saling berusaha untuk mengingat soal masa lalu untuk sementara waktu sambil menyakinkan diri tentang perasaan kita"


"Aku fikir kamu tidak akan keberatan bukan?"


"Tentu saja tidak"


Jawab Violet cepat sambil berusaha mengembangkan senyuman nya.


"Itu bagus"


Ucap Ghanem lagi.

__ADS_1


"Ini mungkin akan menyakiti kita berdua, mari tidak mengganggu privasi masing-masing untuk sementara waktu hingga kita saling mengingat antara satu dengan yang lainnya, tidak saling ikut terlibat konflik batin atau urusan masing-masing, dan soal Britania, aku harap kamu tidak berlebihan menanggapi nya"


Ucap Ghanem panjang lebar.


"Ya...aku mengerti"


Jawab Violet cepat.


"Dan...maaf"


Ucap Violet tiba-tiba.


"Ya?"


Ghanem tampak mengerutkan keningnya.


"Maafkan aku, ini terdengar begitu tidak menyenangkan memang tapi selama kita saling mengingat tolong tidak saling membawa pasangan ke dalam kamar kita masing-masing"


Ucap Violet tiba-tiba.


"Maksud ku, jangan melakukan hubungan yang melanggar norma keagamaan terhadap yang bukan pasangan mu dan jangan meminta nafkah batin sejati nya akan sulit untuk seorang perempuan seperti ku menerima dua hal itu didalam pernikahan, meskipun kita masih belum tahu mau dibawa kemana hubungan kita nanti nya"


Violet berkata dengan nada gamblang sambil berusaha menatap dalam bola mata Ghanem untuk beberapa waktu.

__ADS_1


Sejenak laki-laki itu balik menatap Violet, seketika terjadi keheningan di antara mereka.


__ADS_2