
Mansion utama Ghanem
Catatan \= typo di episode sebelumnya, seharusnya Karan berkata didalam hati (Aku menunggu Daddy mu bangun) bukan bicara secara langsung menyatakan aku menunggu daddy violet bangun.
Khilaf penulisan makkkk😭😭🤭🤭.
Maklum otak outhor terbagi-bagi, sampai lupa daddy siapa yang koma, ya Allah!!!!.
Yang koma Daddy Rasty bukan Daddy violet.
Readers pasti ikutan lupa sebab ga ada yang koment mengingat kan🤭🤭🤣🤣.
Dalam tahap revisi🙏🏻
******
Violet mencoba menggenggam erat telapak tangan nya, dia berdiri tepat di depan wastafel kamar mandi, dengan nafas tersengal-sengal perempuan itu mencoba menahan sakit dikepalanya.
Ini sudah yang keberapa kali nya sejak Minggu kemarin, bayangan-bayangan serta ingatan-ingatan acak Terus Menghantam kepalanya.
Kejadian kebakaran yang tidak pernah dia alami, wanita tua yang dia panggil mama, laki-laki tua yang dia panggil papa, permainan ice skating, trik dan tipuan kecil yang tidak dia pahami, Ghanem yang menggenggam erat telapak tangan nya, Rasty, Kakek tua Hurairah dan kemarahan seorang laki-laki pada nenek tua Hurairah.
"Bibi ingin memanfaatkan putra ku untuk kesenangan mu? yang benar saja"
"Berhenti melakukan hal bodoh, aku bisa menghabisi mu jika sekali saja buka mulut soal semuanya"
"Aku terpaksa melakukan nya nak, Daddy kehilangan banyak hal dan bangkrut karena kejadian malam itu, tutup mulut adalah satu-satunya cara agar kita bisa bertahan hidup"
"Daddy membuat keputusan mengerikan"
"Daddy terpaksa melakukan nya"
"Maafkan daddy"
__ADS_1
Suara-suara orang-orang itu membuat sakit kepala violet.
"Kamu ingat siapa yang datang ke rumah setelah kejadian malam itu?"
"Nenek muda Hurairah"
"Kenapa nenek muda Hurairah datang kerumah kita, ma?"
"Dengarkan mama,tutup mata dan telinga, kamu tidak pernah melihat wanita itu berkunjung ke rumah kita"
Hahhhhh
Violet seketika menarik nafasnya secara spontan, seolah-olah dia mendapat kan sebuah ingatan yang mengejutkan.
Dia paham sekarang kenapa nenek muda Hurairah membenci dirinya.
"Putri mu adalah salah satu juru kunci yang tahu soal kematian Daddy Ghanem, semakin dia dekat dengan laki-laki itu, maka semua akan semakin kacau balau, aku tidak ingin putri mu berhubungan kembali dengan keluarga Hurairah, bawa dia pergi sejauh mungkin dari hadapan kami"
Dia ingat betul kemarahan nenek muda Hurairah pada Mama nya.
"Sial, aku akan membelokkan skenario nya agar laki-laki tua itu menikahkan putri mu dengan Karan"
"Putri ku tidak akan mau melakukan nya"
"Satu-satunya cara bawa dia ke ahli terapis, biarkan dia melupakan masa traumatis masa lalu nya dan membuat memori baru di kepalanya"
Ditengah rasa sakit menderanya, Seketika tubuh perempuan itu ambruk dengan sendirinya.
Brukkkkk
*******
Ghanem tampak fokus pada layar laptop nya sejak tadi, laki-laki itu mencoba mencocokkan beberapa data yang di kirim Karan kepada nya tadi siang, Mereka masih membahas soal pembukuan selama beberapa tahun terakhir.
__ADS_1
Sejenak dia melirik kearah Violet, sang istri tampak masih sibuk menonton TV untuk beberapa waktu, hingga lirikan berikut nya sang istri mulai beranjak menuju ke arah kamar mandi.
Dia kembali fokus pada pekerjaan nya untuk beberapa waktu, cukup lama hingga dia nyaris lupa waktu.
Hingga akhirnya laki-laki itu kembali melirik ke arah kasur, tapi sang istri rupanya belum ada disana.
Ghanem jelas mengerutkan keningnya, dia menatap pintu kamar mandi beberapa kali, laki-laki itu fikir sang istri kenapa sejak tadi belum juga keluar dari dalam kamar mandi.
Seketika perasaan khawatir menghantam dirinya, Ghanem secepat kilat mencoba untuk masuk kedalam kamar mandi, tapi pintu tersebut terkunci.
"Sayang? sayang? Violet, apa yang terjadi? kamu di dalam?"
Laki-laki itu jelas panik, mencoba memanggil perempuan itu namun tidak juga kunjung ada sahutan di dalam sana.
Dengan jutaan kekhawatiran yang menerjang, laki-laki itu berusaha untuk mendobrak pintu kamar mandi nya.
Brakkkkk
Brakkkkk
Dua kali Hantaman tidak juga membuahkan hasil.
Laki-laki itu kembali mundur dan mencoba memasang kuda-kuda.
Brakkkkk
Brakkkkk
Ghanem terus bergerak menghantam pintu kamar mandi tersebut dengan tubuh nya, bahkan menerjang dengan kaki nya beberapa kali hingga terbuka.
"Sayang...No..."
Laki-laki itu Berteriak panik sambil mendekati tubuh violet, secepat kilat laki-laki itu mengangkat tubuh sang istri dengan cepat menuju ke dalam kamar mereka.
__ADS_1
Dan dalam hitungan detik para pelayan rumah serta penjaga rumah menjadi panik tidak terkendalikan, semua Tampak sibuk mencoba menghubung dokter pribadi sang tuan besar, ketakutan besar menghantam semua orang.
Mereka fikir ada apa dengan nona muda mereka.