Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Tidak mudah


__ADS_3

"Kau jangan bercanda"


Ghanem membuang pandangannya, dia tidak peduli tangisan palsu Britania, dia Fikir seharusnya perempuan itu menjadi seorang aktris saja, aktingnya benar-benar luar biasa.


"Dua kali pernah memaksakan diri untuk naik ke atas ranjang ku dengan cara licik, bahkan di masa beberapa tahun yang lalu semua orang tahu bagaimana tabiat mu, lalu bagaimana bisa hari ini dengan berani nya berkata kamu hamil anak ku? apa kau sudah keluar dari pemikiran normal mu? atau kau sudah keluar dari akal sehat mu?"


Ghanem bicara dengan nada yang begitu dingin, dia benar-benar merasa jijik dengan perempuan itu.


Jika bukan karena Elvitania, bisa jadi dia telah menyelesaikan perempuan ini dengan cara nya sendiri.


Malam ketika di Italia membuat dia sadar betapa mengerikannya Britania, bahkan perempuan itu tidak segan-segan mencoba menjebak saudara perempuan nya sendiri.


Bagaimana bisa Manusia sampah seperti britania bisa berumur panjang hingga hari ini fikir nya.


Tragedi malam itu menyisakan duka yang begitu mendalam, bahkan Elvitania harus kehilangan masa depan, cita-cita dan cinta nya.


Meskipun dia tahu sebenarnya perbuatan Serkan malam itu untuk melindungi Violet tapi dia cukup marah dan tidak setuju dengan tindakan Laki-laki itu pada Elvitania.


Walaupun Serkan fikir itu Britania, kemarahan mengerikan membuat laki-laki itu kalap, tapi tetap saja, sekalipun malam itu yang bersama Serkan adalah Britania, laki-laki itu tidak seharusnya begitu.


Tapi bagi Ghanem nasi telah menjadi bubur, menurut nya dibandingkan saling menyalahkan, menyudutkan serkan, membuat laki-laki itu menyimpan jutaan kesalahan atas kesalahan fatalnya ada baiknya mereka semua membuat dan mencari sebuah pemecahan permasalahan terbaik dan bijak.


Serkan meskipun cukup ba..jingan dan be..Jay tapi dia cukup mensuport Erika laki-laki itu, dia berkata akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan nya pada Elvitania.

__ADS_1


Obrolan panjang di antara mereka malam itu masih terngiang di telinga Ghanem.


"Kau tahu kawan? menikah itu bukan konsep main-main yang terjadi karena kamu terpaksa menerima dirinya"


Ucap Ghanem kala itu pada Serkan.


"Jika kamu berfikir menikahi Elvitania karena rasa tanggung jawab atas rasa bersalah kamu, itu malah akan semakin menyakiti perasaan perempuan itu"


"Dia kehilangan banyak harapan, dimulai dari Britania, pembatalan pernikahan, kehilangan Kekasih nya bahkan kehilangan cahaya dalam kehidupan nya, jika kamu kembali menorehkan satu luka lagi atas pernikahan palsu yang kamu ciptakan nanti, itu sama saja kamu akan membunuh Elvitania secara perlahan"


"Sebaiknya kamu memberikan dia suntikan mati sekaligus ketimbang kamu menyiksa perasaan nya secara perlahan namun pasti"


Ucapan Ghanem mungkin terdengar terlalu membosankan, bisa jadi Serkan berfikir dia terlalu sok-sokan ikut campur urusan Serkan dan Elvitania, tapi setidaknya dia menyampaikan apa yang seharusnya dia sampai kan sehingga tidak menimbulkan beban di Antara hati semua orang.


"Makna itu semakin dalam saat dua orang memutuskan untuk menikah, Pernikahan bagiku adalah menyatu, bukan lagi milikku milikmu, tapi milik kita. Bukan lagi tugasku tugasmu, tapi tugas kita. Bukan lagi aku-kamu, tapi kita"


"Apalagi disini kondisi nya jelas berbeda, kau harus berjuang banyak untuk menyakinkan hatinya"


"Mencairkan hati yang beku dan membuat hidup hati yang hampir mati tidak segampang membalikkan telapak tangan, kau harus belajar meniti kesabaran dalam seumur hidup mu selama menjalani pernikahan bersama dirinya, ini tidak akan gampang, kau pasti sudah bisa membaca bagaimana kedepannya pernikahan kalian"


Bisa dia lihat ekspresi Serkan, dia tahu laki-laki itu tidak menampilkan ekspresi tidak suka, main-main atau bahkan berfikir untuk membuat kontrak pernikahan disana. bersama Elvitania.


Tapi ekspresi wajah Serkan jelas menyiratkan sejauh mana dia mampu menarik hati tersebut bahkan sejauh apa juga dia bisa bertahan.

__ADS_1


"Kau Fikir aku sudah gila? setelah melewati malam panas bersama, berani-beraninya kamu tidak mengakui nya bahkan berkata jika aku telah kehilangan akal sehat ku?!."


Britania jelas marah, dia berteriak histeris sambil menangis sejadi-jadinya.


Suara perempuan itu kembali menyadarkan Ghanem atas ingatan nya soal Serkan.


Situasi seketika menjadi tidak terkendali, bisik-bisik para tamu menjadi semakin banyak dan saling bersahutan tiada henti.


"Orang yang paling kencang otot nya saat berdebat biasanya berusaha untuk menutupi kebohongan mereka atau bahkan ketakutan mereka"


Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan Semua orang.


Sejenak seluruh orang menoleh ke arah asal suara.


"Kakek?"


"Tuan Narayan"


"Dad?"


Seketika semua orang kehilangan kata-kata mereka saat mereka tahu siapa yang baru saja menyeruak masuk mendekati Semua orang.


Itu adalah kakek tua Narayan.

__ADS_1


__ADS_2