
Rasty tampak duduk di di atas kursi kerjanya, dia mencoba memegangi kepalanya untuk beberapa waktu.
Dia pikir kapan semuanya akan berakhir, dan kapan karan akan sadar dari tidur panjangnya.
semakin kemari keadaan terasa semakin pelik, Ghanem yang lupa akan jati dirinya, Britania yang harus menempel pada Ghanem dan Violet yang harus bertahan dalam hubungan aneh tanpa tahu dimana ujung nya.
Belum lagi sulitnya mengurus masalah perusahaan, dia cukup kelabakan pengurus perusahaan bersama bibi kedua.
Rasty fikir jika Terus seperti ini dia lama-lama mungkin biar bisa mulai menggila, satu-satunya orang yang sering memberinya dukungan adalah kakak sepupu nya adalah Serkan.
'Bertahanlah sebentar lagi aku yakin Karan akan sadar dari koma nya, dan soal Britania jangan terlalu tergesa-gesa, kita belum tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh nya, Mari lihat dulu pergerakan, aku yakin ada yang tengah dia rencanakan di belakang semua ini"
Itu yang diucapkan serkan hari itu.
Dan persis seperti kata serkan yang jelàs Britania pasti telah merencanakan sesuatu yang tidak mereka ketahui.
"Apa yang aku takuti saat ini adalah bagaimana jika Britania berusaha untuk mencelakai violet atau bahkan ingin merusak hubungan mereka, kau tahu kak? ingin sekali aku mengusir Britania dari sana, tapi Ghanem berkata dia butuh Britania untuk sementara waktu."
"kata sementara waktu sangat menggangguku aku takut proses Ghanem dalam mengingat akan memakan waktu yang lama, dan selama proses itu berlangsung membuat ku khawatir Britania akan melancarkan aksi rencana nya"
"aku harap Karan bangun dengan cepat, jika suami ku bangun aku yakin dia bisa menghandle Britania dan mencoba menjauhkan mereka dari iblis betina itu"
__ADS_1
Rasty kembali mencoba memecahkan pemikiran nya, dia memijat-mijat kepalanya lagi untuk beberapa waktu.
hingga tiba-tiba seseorang mengejutkan dirinya.
"Kamu didalam?"
Terdengar ketukan dan suara seseorang dari luar sana.
Tiba-tiba terlihat kepala bibi tua Hurairah muncul dibalik pintu, Rasty jelas mengerutkan keningnya, dia fikir ada apa bibi tua Hurairah kemari?.
Bibi tua Hurairah sebenarnya tidak begitu buruk pada dirinya, hanya bersikap buruk pada Violet, sejak awal wanita itu ingin Rasty lah yang menikah dengan Ghanem, menurut nya Rasty memang lebih cocok bersama Ghanem, tapi begitu tahu Karan menarik Rasty mengikuti permainan Ghanem, wanita itu benar-benar marah saat itu.
Dia fikir bibi tua masih begitu marah soal kejadian di masa lalu, dimana keluarga Violet lebih memilih menutup mulut mereka dan menekan ingatan Violet hingga kasus kematian saudara nya menggantung cukup lama.
"Ada apa bibi melly?"
Rasty mengerutkan keningnya, menatap wanita dihadapan nya itu yang mulai mendekati dirinya.
"Ada yang harus bibi bicarakan pada mu"
Ucap wanita itu Cepat.
__ADS_1
Rasty Langsung menyingkir kan semua dokumen Dan berkas yang menumpuk dihadapan nya itu.
Dia berjalan mendekati sang bibi menuju ke arah kursi sofa di ruangan kerja nya tersebut.
"Ini soal perempuan itu iblis itu'
Ucap bibi Melly tiba-tiba.
"Britania"
"Ya?"
Dia cukup terkejut saat tahu bibi tua Hurairah juga membenci wanita itu.
"Jangan melihat bibi seperti itu, meskipun bibi Tidak begitu menyukai Violet, dia tetaplah menantu sah keluarga Humairah, aku tidak suka ada ja..Lang yang mengganggu ketenangan keluarga besar kita"
Ucap bibi tua Cepat ke arah Rasty.
Mendengar ucapan wanita itu seketika Rasty mengembangkan senyuman nya.
Dia fikir minimal dia tidak perlu begitu khawatir,
__ADS_1
saat nenek sihir Hurairah memihak pada mereka, maka dia merasa ada satu pelindung Violet untuk menghadapi perempuan iblis di rumah mereka.