
Keesokan harinya
Kapal pesiar super besar Costa Deliziosa
Dalam perjalanan panjang ditengah lautan
21.30 PM
Violet tampak tertidur di atas kursi sofa santai khusus untuk orang yang mengikuti terapi, bola matanya tampak terpejam dengan sempurna saat ini.
seharusnya mereka melewati sesi terapi pertama pagi tadi namun sang dokter memutuskan untuk mengikuti terapi di malam hari dengan alasan malam adalah waktu istirahat terbaik setelah mengikuti terapi.
Pada akhirnya Ghanem dan violet mengikuti instruksi sang dokter.
Disamping violet berbaring, seorang perempuan tampak berdiri disana, mencoba meraih sesuatu lantas mulai mengatur posisi duduk nya sejenak.
Violet tampak membukakan bola mata nya ketika dokter tersebut mengajak nya bicara.
Percakapan Tampak mulai terjadi di antara mereka, Violet terlihat kadang mengangguk kan kepalanya terkadang dia menggelengkan kepalanya.
Hingga akhirnya dokter perempuan itu meminta Violet fokus pada satu benda yang ada di tangan nya.
Dalam Hitungan detik sang dokter terapis mulai membawa violet alam bawah sadar nya.
Di sudut di sebuah kursi sofa, Ghanem Tampak duduk bersandar menunggu sang dokter memulai pengobatan nya.
Laki-laki itu sama sekali tidak mengeluarkan suara nya, dia terus memperhatikan gerak-gerik sang dokter dan Violet sejak tadi.
Cukup lama keadaan itu terjadi, Ghanem sempat melirik sejenak ke arah jam tangan nya.
Namun sepersekian detik kemudian tiba-tiba kapal tersebut berguncang hebat sejenak, lampu tampak berkedip-kedip dalam beberapa waktu, keheningan jelas terjadi disana sejenak.
Dari kaca dimana Ghanem duduk, laki-laki itu langsung menatap deburan ombak laut untuk beberapa waktu.
Violet masih terlelap dalam terapi nya, sang dokter dan Ghanem langsung saling menoleh.
__ADS_1
Kejadian itu berlalu begitu cepat, tapi firasat Ghanem berkata ini mungkin tidak baik-baik saja.
"Ada apa?"
Tanya perempuan itu sambil mengerutkan keningnya.
Ghanem buru-buru berdiri.
"Aku akan keluar untuk memeriksa, pastikan kalian tetap didalam, jangan kemana-mana hingg aku kembali"
Ucap Ghanem cepat.
"Bukan masalah"
Jawab dokter perempuan itu.
Laki-laki itu secepat kilat langsung melesat pergi keluar dari ruangan tersebut, melangkah kan kakinya melewati tiap lorong kamar disepanjang Kapal tersebut.
Banyak penumpang ikut keluar, ketegangan jelas terjadi disana.
"Ada apa?"
"Kau merasakan nya juga?"
"Cukup kuat"
"Biasa nya ada alarm peringatan jika kondisi darurat"
"Kalian mendengar alarm peringatan?"
"No, aku rasa tidak ada"
"Tidak kah itu tadi seperti sebuah tabrakan? sebab terasa cukup kencang"
"Tapi jika tidak ada alarm peringatan aku rasa itu bukan hal yang buruk"
__ADS_1
"Sebaiknya ads yang bertanya pada kru kapal atau bahkan kapten yang bertanggung jawab"
"Bisakah para perempuan berkumpul? beberapa laki-laki tolong tinggal, beberapa yang lain mencoba untuk mencari tahu"
Hiruk pikuk Terdengar begitu jelas disana, suara saling bersahutan dengan jutaan kecemasan tampak di seluruh wajah semua orang.
Ghanem mencoba menghubungi Karan dan Rasty, mereka menggunakan jaringan telepon satelit yang di anjurkan selama didalam perjalanan kapal laut.
Dari semua pilihan akses komunikasi jaringan satelit paling direkomendasikan selama dalam perjalanan laut.
Hanya saja, cara ini jelas juga memiliki kekurangan. Sinyal yang diterima tidak secepat sinyal yang didapat ketika kita menggunakan layanan internet seluler. Sebab, ada perantara dari sinyal tersebut yakni satelitnya. Namun, bila layanan ini hanya digunakan untuk sekadar berkomunikasi saja, sudah lebih dari cukup.
Tapi yang jelas karena kontak tidak akan selancar jaringan di darat, Ghanem jelas cukup kesulitan menghubungi sang adiknya dan ipar nya itu.
Saat laki-laki itu berlarian menuju ke bagian tengah kapal, bisa dia lihat orang-orang mulai bertanya pada para kru kapal.
"Ada apa ini?"
Ghanem langsung bertanya pada salah satu kru kapal.
Baru dia menanyakan hal tersebut, seketika suara peringatan memecah keadaan, suasana yang tadi nya tenang langsung pecah dan riuh.
Laki-laki Fikir ini bukan lagi dalam tahap latihan atau peringatan biasa, mereka pasti berada di kondisi darurat yang datang secara tiba-tiba.
"Kita menabrak batu karang raksasa"
Kru kapal tersebut berkata cepat.
"Gunakan baju pelampung masing-masing didalam kamar kalian, bergantian keluarg menuju kesisi kiri dan kanan badan kapal"
Oh shi.t.
Ghanem langsung membulat kan bola matanya, secepat kilat laki-laki itu kembali naik ke atas menuju kekamar Violet dan dokter perempuan tersebut berada.
Dia Fikir inilah firasat buruk yang menghantam nya dalam beberapa hari ini.
Harapan nya semua baik-baik saja dan tidak ada yang terluka di antara mereka.
__ADS_1