Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Firasat buruk


__ADS_3

Rasty sejenak menyentuh dadanya, tidak tahu kenapa belakangan ada perasaan aneh yang menghantam dirinya, kegelisahan besar, kekhawatiran luar biasa dan sesuatu yang seolah-olah berkata hal buruk mungkin saja akan terjadi.


Tapi Rasty berusaha untuk menepis semua hal dari pemikiran buruk nya, dia mencoba untuk terus berbaik sangka.


"Ada apa?"


Karan tiba-tiba bicara dibalik telinga nya, menumpukan dagunya ke bahu kanan Rasty.


"Ada sesuatu yang terasa tidak nyaman?"


Tanya laki-laki itu lagi.


"Entahlah, perasaan ku dalam beberapa hari ini terasa cukup buruk"


Rasty bicara sambil menatap dalam wajah Karan Melalui cermin yang ada dihadapan nya itu.


Pantulan wajah tampan dengan sorot mata tajam tersebut terlihat begitu jelas di balik bola matanya.


Dulu kecemasan mendalam Rasty jika dia mungkin tidak akan pernah melihat wajah itu lagi, tapi rupanya semua tidak seperti yang dia fikir kan, kecemasan nya jelas tidak beralasan sama sekali, Karan benar-benar berjuang membuat dirinya untuk bisa kembali seperti di masa kemarin nya.

__ADS_1


Karena itu kali inipun saat firasat buruk nya menjelajah di fikiran dan hati nya, Rasty fikir ini tidak akan terjadi seperti apa yang dia khawatir kan dalam beberapa hari ini.


"Mungkin karena kamu masih dalam tahap masa penyembuhan, semua nya terasa begitu sulit dan berat hmm"


Ucap Karan lagi ke arah Rasty, laki-laki itu memeluk Rasty Lantas menyentuh lembut kedua tangan perempuan tersebut.


Sejenak Rasty Tampak diam.


"Mari kemasi semua barang-barang nya, kita akan segera pergi malam ini, Ghanem sudah berangkat lebih dulu, dia menunggu kita di sana bersama Violet"


Mendengar ucapan Karan Rasty mengangguk kan perlahan kepalanya.


Ini akan menjadi liburan bersama mereka yang pertama, dimana liburan ini telah di susun dengan begitu matang oleh Karan dan Ghanem setelah kepergian kakek tua Narayan.


Dimana kesalahan fatal yang jelas tidak bisa di maafkan oleh semua orang.


Laki-laki itu memilih membersihkan diri, hati dan fikiran, menyingkir dari dunia Hurairah untuk waktu yang belum tahu hingga kapan.


Keluarga Azzura jelas cukup marah saat mengetahui soal kenyataan yang dilakukan kakek Narayan, mereka mencoba berdamai dengan keadaan, tidak ambil peduli dengan kesalahan kakek Narayan, tapi keluarga Azzura tetap memilih Dian dan belum bisa mengakui keluarga Hurairah sebagai besan keluarga mereka.

__ADS_1


Sebab apa yang dilakukan kakek Narayan jelas-jelas menyakiti perasaan keluarga Azzura.


kakek tua Narayan suka tidak suka harus menerima perlakuan keluarga Azzura yang jelas-jelas menyimpan jutaan kekecewaan di dalam diri mereka.


Keadaan Violet tidak bisa dikatakan baik-baik saja, gadis itu mengalami trauma mendalam atas ingatan buruknya, dimasa lalu ingatan nya di paksa untuk ditekan agar lupa, kali ini Saat mereka tiba di tempat tujuan berlibur, laki-laki Violet akan ikut terapi yang sama persis seperti di masa lalu.


Rasty tidak bilang keputusan ini benar, dia tahu akan semakin sulit untuk Ghanem masuk dengan mudah di hati gadis itu.


Laki-laki itu harus kembali melakukan perjuangan panjang untuk menyakinkan hati dan fikiran Violet, kembali menggiring dan mengingat kan Violet soal kenangan mereka.


"Aku akan minta supir menyiapkan mobilnya"


Ucap Karan tiba-tiba mengejutkan pemikiran Rasty.


"Hmmm"


Rasty mengangguk, menerima ciuman manis sang suami di pipi nya untuk beberapa waktu.


Lagi... sesuatu yang aneh terasa begitu tidak mengenakkan, begitu punggung laki-laki itu berjalan menjauh, ada satu rasa sakit dan rindu yang tiba-tiba menjalar menjadi satu.

__ADS_1


Jauhkan kami dari musibah buruk Tuhan.


Batin Rasty sambil terus menatap punggung Kokoh itu yang terus berjalan keluar dari kamar mereka.


__ADS_2