
******Disisi lain******.
Nenek muda Hurairah Tampak mengembang kan senyuman nya, dia menatap sebuah kalung yang ada didalam genggaman nya.
Bola mata nya Tampak berkaca-kaca, kebahagiaan jelas terlihat di dari balik wajah tua nya.
Setelah bertahun-tahun mencari, bahkan malam itu dimana Ghanem menangkap sang kakak nya Narayan nya dan membeberkan kejahatan laki-laki tua itu, dia mencoba untuk bertahan dan tidak keluar dari tempat persembunyian nya
Dia harus menahan semua perasaan nya demi mendapatkan bukti tersebut.
Sejak awal dia tahu perempuan yang bernama violet itu akan merusak Semua rencananya, karena itu dia selalu berfikir bagaimana caranya menyingkir kan perempuan itu.
Tapi semakin dia berusaha menyingkirkan nya, semakin sulit dia melakukan nya, terlalu banyak orang yang menyayangi perempuan tersebut Selama ini.
Bahkan batu sandungan terbesar nya untuk menyingkir kan Violet adalah Karan dan serkan.
Karena itu mau tidak mau dia menggunakan Britania untuk memanfaatkan elvitania agar bisa mendapatkan satu-satunya bukti yang di miliki perempuan itu Dimas lalu.
Rekaman nyata malam tragedi kematian Daddy Ghanem dan Karan.
Dan dia jelas tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan di Hurairah company.
__ADS_1
Dia sudah bergerak sejauh ini, jadi dia jelas tidak mungkin berhenti di tengah jalan hanya karena perempuan bernama Violet itu.
Malam ini dia harus memastikan dia mendapat kan semua yang dia inginkan, Britania harus bisa mengendalikan Ghanem dan menyingkir kan Violet bagaimana pun caranya.
Wanita tua itu tampak meraih gelas minuman nya, dia tertawa dengan penuh kebahagiaan sambil menyandarkan tubuhnya ke atas kursi sofa berwarna hitam pekat dibelakang nya.
Sejenak Nenek Sunita menyesap minumannya, dia menikmati lezat nya anggur yang ada ditangan nya sambil sesekali Jemari nya terus memutar dengan perasaan bahagia.
Tapi siapa sangka sepersekian detik kemudian tiba-tiba seseorang berpakaian serba hitam berdiri dibelakang nya, mencoba menjongkok kan tubuhnya lantas berbisik ke arah telinga kiri nenek muda Hurairah sambil tangan kanan nya meletakkan sebuah belati di leher nenek Sunita.
"Halo...nenek"
Suara laki-laki itu terdengar begitu mendominasi, membuat merinding siapapun yang mendengarnya kala itu.
********
Disisi lain nya lagi.
Hendrik tampak tersenyum senang,Beberapa orang kepercayaan nya sedang bergerak untuk melakukan Rencana dan memindahkan Britania ke kamar Ghanem, dia harap mereka sudah berhasil melakukan nya.
Saat itu berhasil, bisa dia pastikan dia akan ikut menikmati kesenangan miliknya dari nenek tua bodoh Hurairah.
__ADS_1
Tapi kebahagiaan nya tiba-tiba berubah, ketika Hendrik malah dikejutkan oleh beberapa orang dimana ruangan mereka di gebrak dengan kasar oleh beberapa orang sehingga oada akhirnya pintu ruangan yang mereka tempati telah terbuka dengan guncangan yang begitu kencang.
Tahu-tahu beberapa orang berpakaian serba hitam mengacungkan senjata ke arah diri nya dan anak buah nya dari arah balik pintu yang telah di tutup kembali.
Hendrik secepat kilat mundur kebelakang, lalu dia dengan cepat meraih senjata miliknya juga, dia fikir jika orang didepan menembak, maka dia tidak enggan untuk melakukan itu juga.
Dia Fikir siapa orang-orang itu, jika orang-orang itu menembak, maka dia Fikir dia dan orang-orang nya jelas tidak akan enggan untuk menembak juga.
Shi..t.
Dia mengumpat dalam hati.
Dan sekali lagi Hendrik dikejutkan dengan kenyataan saat dia sadar seorang laki-laki yang wajah nya benar-benar sudah tidak asing lagi untuk dirinya.
"Kau...?!".
Dia bicara dengan nada tercekat.
******
Catatan \= Episode 29
__ADS_1
Ingatan acak dimasa lalu
Bukti yang violet cari di kala itu yang didapatkan nenek muda Hurairah.