Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Perempuan hebat yang mampu membuat nya bertekuk lutut


__ADS_3

Violet seperti biasa menguap sarapan pagi untuk Karan dan dirinya, mereka tidak bicara sama sekali atau melakukan interaksi apapun.


Laki-laki itu bahkan hanya turun dari tangga atas menuju ke bawah, melihat dia sekilas lantas membuang pandangannya.


Sejak kejadian di ulang tahun perusahaan laki-laki itu semakin jarang pulang ke mansion mereka, bahkan malah bisa dibilang semakin parah dari biasanya.


Tidak tahu Karan sudah menikahi gadis itu atau belum, tapi laki-laki itu setiap malam Jumat dan malam Minggu pasti tidak akan pulang kerumah, laki-laki itu selalu menghilang bak ditelan bumi dalam 2 malam dalam 1 Minggu selama mereka menikah.


Kali ini jelas Violet tidak ingin ambil pusing soal semua nya, bagi violet selama bisa membahagiakan kedua orang tua yang sudah menghabiskan seluruh hidup mereka merawat nya sejak kecil dan memperlakukan dirinya dengan begitu baik selama berpuluh-puluh tahun ini jelas sudah cukup untuk nya.


Bahkan saat Karan mencetuskan ide untuk membuat sandiwara perceraian dalam waktu cepat atau lamban violet hanya mengangguk tanda setuju.


"Kita akan memikirkan soal sandiwara pernikahan nya"


Ucap Karan tiba-tiba pagi ini dengan suaranya yang datar seperti biasanya.

__ADS_1


"Buatlah sandiwara dengan baik, jangan menyakiti kedua belah pihak, jangan membuat kakek kecewa atau bahkan membuat ayah dan ibu ku merasa terluka"


Jawab Violet cepat ke arah Karan.


"Aku tidak meminta apa-apa, selama rahasia soal kebohongan ini tetap tersimpan dengan rapi, itu sudah lebih dari cukup untuk diri ku"


Lanjut nya sambil berusaha menahan nafas nya untuk beberapa waktu.


Entahlah Violet rasanya mulai menggila dengan keadaan ini, dia fikir apakah Isi kepala laki-laki itu tidak ada persoalan lain selama ini kecuali memulai Percakapan pagi hanya soal hubungan palsu dan sandiwara pernikahan mereka?.


Kadang violet merasa Karan jelas menyakiti dirinya Secara perlahan.


Seperti kata anak jaman now, laki-laki itu seolah-olah sengaja ingin membunuhnya Tanpa menyentuh, sejak awal laki-laki itu benar-benar menyakiti perasaan violet tanpa tahu bagaimana sebenarnya perasaan didalam hati violet di balik senyuman ramah dan keceriaan yang selalu dia tampilkan selama ini di hadapan Karan.


Benar kata orang Batu karang mungkin tidak akan berubah menjadi batu kerikil yang gampang di tendang ditengah jalan.

__ADS_1


Laki-laki itu benar-benar sangat mengerikan untuk dirinya.


Realita nya violet hanyalah wanita biasa, yang pura-pura menjadi kuat dan tegar dan selalu berkata tidak apa-apa, padahal perasaan nya benar-benar mulai merasa tidak nyaman, bahkan dia berfikir seandainya dia bisa membuat cara agar mereka lebih cepat menjauh tanpa kata-kata.


Oh god.


Ucap violet dalam hati.


Tiba-tiba rasa penasaran menyeruak didalam hati violet, Dia heran bagaimana bisa manusia karang itu bisa luluh dengan perempuan yang bernama Rasty itu.


Kadang fikiran buruk nya menerjang Seketika, violet Fikir apa mungkin Rasty punya jurus jitu dalam melumpuhkan hati laki-laki seperti Karan? mengingat betapa mengerikannya sikap laki-laki itu, bahkan terkadang laki-laki itu tidak tahu jika Lawan bicara nya hanya seorang perempuan biasa, tapi untuk perempuan seperti Rasty, Karan bahkan bisa bertekuk lutut tanpa ampun.


Kadangkala violet cukup penasaran soal perempuan bernama Rasty itu, dia jadi ingin melihat secara langsung dan bicara empat mata dengan perempuan tersebut.


Seketika violet menggelengkan kepalanya, dia fikir mungkin dia sudah gila karena bisa-bisa nya memikirkan persoalan seperti itu.

__ADS_1


Sepersekian detik kemudian Karan langsung berlalu meninggalkan dirinya tanpa bicara apa-apa.


__ADS_2