
Amran jelas terkejut mendengar ucapan Ghanem.
"Membuka kembali kasus nya?"
Dia bertanya dengan ekspresi begitu aneh, wajah itu seolah-olah menampilkan kepanikan yang luar biasa.
"Aku fikir itu sudah sangat lama sekali, apa kita harus kembali membuka luka lama, Ghanem?"
Tanya laki-laki itu sambil berusaha menekan se rendah mungkin Kalimat nya, takut jika-jika sang adik kandung dari istri nya itu tersinggung.
"Aku tidak berfikir untuk membuka kasus nya, tapi kau tahu sendiri bukan? paman pertama begitu penasaran soal kematian saudara kandung nya, dia sedikit kesulitan membuka kasus nya dimasa kemarin, tapi kali ini aku rass tidak ada alasan untuk membuka kembali kasus janggal malam itu"
Ghanem bicara Sambil menaik kan ujung bibirnya.
"Jika kakak ipar melakukan nya, aku yakin kakek kalian akan marah besar"
Ucap Amran cepat.
"Benarkah? kenapa kakek harus marah ketika kasus menantu nya sendiri harus dibuka? bukankah Daddy ku suami dari putri kandung nya? terdengar sedikit aneh saat kakek Hurairah mencoba mati-matian untuk tidak mau membuka kasus lama"
Ghanem tampak menaikkan ujung alisnya.
"Kau dan Karan bisa membahas nya sendiri dengan Kakek kalian, tapi seperti kataku tadi, Daddy pasti akan keberatan jika kasus ini kembali dibuka"
Ghanem Tampak mengeratkan rahangnya, dia menatap wajah laki-laki dihadapan nya itu untuk waktu yang cukup lama.
Apalagi saat laki-laki itu lagi-lagi harus menerima telepon, Amran tampak bicara dengan serius dari handphone nya tepat dihadapan Ghanem.
__ADS_1
Mendengar ucapan suami bibi tertua nya Seketika Ghanem mencoba menerka-nerka, dia fikir tidak mungkin kakek nya juga terlibat dalam kematian sang Daddy.
Tapi hubungan kakek nya dan Daddy nya memang tidak baik-baik saja, Realita nya di masa lalu putri kakek nya yaitu Mommy mereka menikah dengan laki-laki miskin yang tidak punya apa-apa, bahkan untuk kuliah pun harus berjuang mati-matian agar bisa mendapatkan gelar S1 dan S2 nya.
Daddy mereka jelas bukan type laki-laki matre, dia bisa saja memanfaatkan mommy mereka yang kala itu status mereka masih sekedar dekat dan berpacaran.
8 tahun menjalin persahabatan hingga pacaran, melewati suka duka bersama bahkan Mommy mereka sempat di depak serta di coret dari daftar keluarga Hurairah karena nekat menikahi laki-laki miskin dan menolak lamaran laki-laki pilihan sang kakek jelas bukan waktu yang sejenak.
Cinta Mommy dan Daddy mereka sangat luar biasa, bahkan mereka melewati masa sulit di kelahiran Ghanem selama bertahun-tahun.
Dan pada akhirnya saat mereka menginjak bangku SMP, kakek Hurairah mau tidak mau membawa mereka untuk kembali ke keluarga Hurairah, sebab tidak ada cucu laki-laki di keluarga Hurairah kala itu.
Hanya ada putra dari bibi kedua Hurairah yang jelas telah di sah kan menjadi penerus Hillatop, istri harus mengikuti keluarga suami untuk keluarga besar Hillatop, jadi mau tidak mau putra semata wayang bibi muda Alea Mereka yaitu Enar mau tidak mau menjadi seutuhnya milik Hillatop.
Tanpa ada kompromi sama sekali.
Perbedaan mendasar antara dia dan Karan, Ghanem jelas bukan type yang suka di setir, laki-laki itu begitu pandai menyembunyikan perasaan nya, ekspresi cinta nya, tidak menunjukkan titik lemah karena perempuan di hadapan kakek nya, jadi meskipun ditekan secara terang-terangan menggunakan Violet yang notabene nya begitu Ghanem cintai di masa lalu, kakek nya jelas tetap tidak bisa menekan dan mengendalikan Ghanem.
Laki-laki itu jelas pandai bermain halus dari belakang.
Berbeda dengan Karan, yang begitu kentara mencintai Rasty, kakek sangat pandai menyetir dan mengendalikan Karan dari Rasty, membantah artinya sama saja Karan membiarkan Rasty celaka.
Dan sejak awal Ghanem cukup curiga dengan sang kakek atas kasus kematian Daddy mereka di peresmian gedung Hurairah.
Sebab seluruh acara itu kakeknya lah yang mengendalikan nya, bahkan setelah kejadian itu sang kakek lah yang mati-matian menutup kasus tersebut, menutup perusahaan Daddy violet, menyetir Karan melalui violet dan membuang Rasty persis seperti Kakek nya membuang Mommy dan Daddy nya di masa lalu.
Sebab sang kakek nya sama sekali tidak tahu soal siapa Rasty sebenarnya, yang Kakek nya tahu gadis itu hanya lahir dari keluarga biasa-biasa saja.
__ADS_1
Kakek nya sama sekali tidak tahu jika Rasty adalah salah satu bagian dari keluarga Azzura company, Sebab sejak awal gadis itu sama sekali tidak menunjukkan jati diri aslinya.
Karena Rasty sejak kecil tinggal dengan keluarga pelayanan kepercayaan orang tua nya, sebab gadis itu tidak nyaman tinggal bersama keluarga yang memiliki segala-galanya.
Dan Ghanem baru tahu setelah kematian Daddy nya soal status kekeluargaan Rasty yang sebenarnya.
Dan tidak akan ada yang percaya sandiwara apa yang dia dan Rasty lakukan selama hampir 5 tahun ini demi untuk membuka kedok siapa yang membunuh Daddy nya dan mencelakai Rasty malam itu.
"Maafkan paman"
Ucap laki-laki itu setelah mematikan panggilan nya, dia bicara dan sedikit mengejutkan pemikiran Ghanem.
"Paman harap kamu kembali memikirkan semua keputusan itu, karena jika tidak kalian akan saling menyakiti"
Ucap laki-laki itu lagi.
Ghanem tampak menghembuskan nafas.
"Kenapa malam itu paman berbohong soal keberangkatan paman ke Prancis?"
Tanya Ghanem tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan itu Seketika Amran membulatkan bola matanya, dia jelas tercekat.
"Bagaimana kau...?"
Laki-laki itu bicara terbata-bata, mencoba menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
__ADS_1