Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Turun gunung


__ADS_3

Mansion utama


Ghanem Narayan


Jelang makan malam


Ghanem menaikkan ujung alisnya saat menyadari siapa yang datang malam ini, dia cukup tidak menyangka laki-laki berkuasa Hurairah kembali begitu cepat ke antara mereka.


Dia fikir laki-laki tua itu akan mengasingkan diri dalam waktu yang lama, tapi rupanya kakek Narayan sudah turun gunung ¹ lebih awal dari perkiraan (¹Istilah menyinggung dengan halus untuk orang yang bermeditasi dan keluar dari tempat pengasingan).


"Aku cukup terkejut kakek kembali lebih awal dari perkiraan?"


Tanya Ghanem sambil mendekati laki-laki tua itu, dia merangkul tubuh laki-laki tua itu sejenak.


Alih-alih menjawab, kakek tua Narayan berkata.


"Sunita berkata kalian mengalami kecelakaan beberapa waktu yang lalu?"


Kakek Narayan bertanya ke arah Ghanem sambil melepas kan rangkulan mereka.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika membuat Ghanem mengangkat ujung bibirnya, nenek muda Hurairah benar-benar cepat sekali bergerak.


Sunita, wanita tua itu dia fikir tidak akan bertindak Secepat itu, seperti kata Britania nenek Sunita benar-benar menghubungi kakek Narayan untuk mengendalikan semua orang, kakek tua Narayan pasti berfikir jika adik nya penuh perhatian, tapi dia tidak sadar jika adik nya bergerak begitu licik dan lincah dibelakang nya.

__ADS_1


Dan sayangnya laki-laki tua ini benar-benar turun gunung dan kembali, bukan sekedar menghubungi mereka melalui panggilan khusus atau pergi bicara melalui Karan.


"Kami baik-baik saja"


Jawab Ghanem cepat.


Dia fikir mereka tidak bisa terlalu lama bersama, kelupaan nya pada beberapa hal takut berakibat fatal, kakek Narayan jelas tidak tahu dia kehilangan ½ memorinya saat ini.


Meskipun bisa mengingat ½ nya tapi semua masih terasa samar-samar, dia harus menghapal silsilah keluarga dari tabel diagram yang ada di kamar khusus di belakang kamar nya.


"Violet baik-baik saja?"


Laki-laki tua itu bertanya kembali.


Sebelum Ghanem menjawab pertanyaan kakek Narayan, Violet tiba-tiba datang dari arah tangga atas, bola mata kakek Narayan jelas tertuju kepada dirinya, laki-laki tua itu dengan cepat berkata.


Sejak dulu kakek Narayan begitu menginginkan Violet menikah dengan Karan bin Narayan, tapi dia cukup kecewa saat kasus kematian Daddy Ghanem dan Karan terbuka, dia baru tahu kedua cucunya membohongi dirinya.


Mereka sejak awal Menukar pernikahan nya.


Itu benar-benar menyakiti perasaan nya.


Dia benar-benar berharap Violet yang bersama Karan, bukan Rasty. Namun apalah daya laki-laki tua itu fikir semuanya memiliki pilihan masing-masing untuk bahagia, dia berusaha untuk berfikiran secara logis dan mencoba menerima keadaan dengan lapang dada.

__ADS_1


Violet jelas mengerutkan keningnya, dia fikir apakah itu Kakek tua Hurairah? sebab dia cukup sulit mengingat satu persatu susunan silsilah keluarga Hurairah sejak bulan-bulan kemarin.


"Aku baik-baik saja"


Violet menjawab pertanyaan kakek tua Narayan secara perlahan, perempuan itu terlihat mulai menuruni satu persatu anak tangga.


Ghanem secara perlahan mendekati Violet, mengulurkan tangannya agar perempuan itu datang bersama nya dan mendekati kakek Narayan.


"Itu bagus jika kamu baik-baik saja"


Ucap kakek Narayan sambil memeluk sejenak tubuh Violet.


Saat kakek tua Narayan melepaskan pelukannya, Ghanem langsung bertanya pada inti persoalan nya.


"Aku fikir ada alasan khusus kakek harus jauh-jauh datang kemari? seperti nya melihat kondisi kami jelas bukan alasan utamanya?"


Tanya Ghanem kemudian pada sang kakek.


Mendengar pertanyaan Ghanem, seketika laki-laki tua itu menaikkan ujung bibirnya.


"Kamu sejak dulu dan sekarang selalu tahu apa yang aku fikirkan, Ghanem"


Ucap laki-laki itu cepat.

__ADS_1


Mendapatkan situasi yang tiba-tiba berubah, Violet cepat-cepat menyela.


"Kakek dan Ghanem bisa membicarakan soal itu setelah kita mendapatkan makan malam bersama"


__ADS_2