
Keputusan kakek pagi ini terlalu mendadak, meminta violet hadir didalam pesta ulangtahun perusahaan dan meminta violet menghadirinya bersama Karan tanpa boleh meletakkan alasan apapun untuk menolak nya.
Sejenak violet menatap ke arah cermin yang ada dihadapan nya, setelah melewati sesi membersihkan diri. Gadis itu masih menggunakan handuk mandi yang mendominasi berwarna putih, rambut basah nya Tampak tergerai masih mengeluarkan tetesan air dari ujung-ujung rambut nya, wajah enggan dengan tatapan datar itu terlihat begitu tidak cukup enak di pandang.
Violet sedang berfikir bagaimana cara nya untuk menolak menghadiri acara tersebut.
Dia hanya tidak merasa nyaman untuk berbaur dengan banyak orang saat ini, entahlah violet hanya merasa enggan orang-orang tahu jika violet adalah istri dari seorang Karan.
Fuhhhhhh
Gadis itu menghela pelan nafasnya, lantas dia beranjak dari sana menuju ke walk in closed milik nya.
Saat tangan violet tengah sibuk meraba-raba pakaian mana yang harus dia gunakan, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Sejenak violet menghentikan gerakan tangannya, dia tampak mengerutkan keningnya.
"Ya?"
Tanya violet pelan.
"Maaf Miss, kami datang membawa pesanan"
Terdengar suara seorang perempuan di balik pintu kamarnya.
Seketika violet membeku, dia semakin mengerutkan keningnya.
Pesanan?.
__ADS_1
Dia fikir tidak memesan apa-apa sejak kemarin, kenapa tiba-tiba ada yang datang dan berkata membawa pesanan nya?.
Sejenak violet beranjak dari posisi nya, gadis itu membuka pintu secara perlahan sambil mengintip.
Dua perempuan muda tampak mengembang kan senyuman mereka dihadapan violet, masih dengan ekspresi bingung violet membiarkan dua perempuan itu masuk sambil membawa kotak kontainer box di tangan mereka.
Violet masih menatap bingung, menutup pintu secara perlahan.
"Aku fikir tidak memesan apapun"
Ucap violet pelan.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba satu perempuan itu memberikan headset bluetooth nya kepada violet.
"Tuan ingin bicara dengan anda, Miss"
"Ya?"
Tuan? tuan yang mana?.
Gadis itu bertanya dalam hati sambil menerima headset bluetooth dari tangan perempuan di hadapannya itu, meletakkan nya ke balik telinga nya lantas bicara dengan ragu-ragu.
"Maaf tuan, saya fikir..."
Violet baru saja ingin meneruskan kata-katanya, namun suara seorang laki-laki di seberang saja seketika membuat nya kehilangan kata-kata, violet fikir bagaimana bisa laki-laki itu memberikan diri nya sebuah fasilitas yang berlebihan untuk dirinya.
Make up artist dan gaun indah untuk ke acara pesta nya.
__ADS_1
"Tapi ini sedikit berlebihan"
Ucap violet sambil menggigit pelan bibir bawahnya.
Seketika gadis itu menghela nafasnya pelan, violet fikir bahkan Karan sang suami tidak memperlakukan dirinya dengan begitu istimewa, bagaimana mungkin laki-laki diseberang sana bisa memperlakukan dirinya bak seorang Cinderella.
"Aku takut berhutang Budi terlalu banyak pada mu, ini benar-benar berlebihan"
Ucap violet pelan.
Seketika violet kembali terdiam.
"Baiklah"
Ucap violet lagi pelan.
Sepersekian detik kemudian sambungan telpon mereka terputus, masih dengan tatapan bingung violet menatap dua perempuan di hadapannya itu, secara perlahan violet mengembalikan headset bluetooth ke arah perempuan dihadapan nya itu.
"Anda sudah siap Miss?"
Tanya salah satu dari kedua perempuan itu.
Violet mengangguk secara perlahan.
Dua Perempuan itu tampak mengembangkan senyuman mereka.
"Kita akan mulai menyulap anda menjadi sesuatu yang begitu berkesan Dimata semua orang"
__ADS_1
Setelah berkata begitu kedua perempuan itu mulai bergerak menyulap violet menjadi sosok yang diinginkan seperti yang tuan mereka harapkan.