
Sejenak Violet membuang nafas nya.
Kemarin bilang jangan campuri urusan pribadi, memberi batasan bahkan tidak boleh masuk ke kamar nya, tapi dia mengingkari semua nya.
Rutuk Violet dalam hati.
Dia membawa ku tidur ke kamar nya, membuka pakaian didepan ku, minta aku menyiapkan pakaian kerja nya bahkan....
Seketika wajah Violet memerah saat ingat tragedi mie panas.
Dia menaikkan pakaian tidur ku.
Akhhhh bukan kah itu memalukan?, itu melewati batasan kan nama nya? itu melewati area privasi kan?.
Violet terus menggerutu dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dia seperti laki-laki plin plan.
Kalau aku usir nenek sihir takut nya dia bilang jangan campuri urusan pribadi ku, tidak aku usir malah di bilang tidak tegas, kata nya jangan ditanggapi terlalu serius nenek sihir itu, tidak aku tanggapi serius dia lagi-lagi marah.
Ckckckckkc dasar!!!.
Fuhhhhh
Violet kembali menghela nafasnya berat.
Dia mulai menghabiskan makan malam nya, sesekali melirik ke arah Ghanem yang mencoba menghabiskan menu makan malam nya tanpa suara.
Bahkan sekarang tidak bicara dengan ku? dia benar-benar laki-laki yang menyebalkan, boleh kah aku mencekik leher nya sejenak? atau aku pukul sedikit kepalanya dengan apapun yang ada dihadapan ku saat ini? agar dia ingat dan sadar dari amnesia nya?.
Apa manusia yang amnesia bisa lupa juga soal ucapan nya yang baru-baru saja terjadi?.
Violet terus saja menggerutu didalam hati nya, dia fikir ingin sekali menimpuk kepala Ghanem dengan benda keras apapun yang ada dihadapan nya saat ini.
__ADS_1
"Kamu menggerutu didalam hati?"
Suara Ghanem tiba-tiba mengejutkan dirinya.
"Ya?"
Seketika Violet membulatkan bola matanya, dia tercekat, seketika Violet terbatuk-batuk karena terkejut.
Uhukkk
Uhukkk
Dia mendengar ocehan hati ku?.
Pekik Violet dalam hati.
Buru-buru Ghanem mengambil kan segelas air minum, memberikan nya pada Violet dan membiarkan gadis itu meminum nya.
"Kamu baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja"
Ucap Violet cepat, dia mencoba menetralisir batuknya untuk beberapa waktu.
"Aku hanya bilang kenapa kamu menggerutu didalam hati, tapi kamu sudah mengeluarkan ekspresi seperti ini? kamu benar-benar sedang mengumpat ku sayang?"
Ghanem bicara lantas kembali duduk di atas kursi nya, dia melipat kedua belah tangannya.
"Ah? bukan begitu"
Seketika Violet menggerak-gerakkan kedua belah telapak tangannya, wajahnya seketika memerah saat dia ketahuan sedang menggerutu dan mengumpat perihal sikaf suaminya sendiri.
"Kenapa tidak mengeluh langsung pada ku? sampai kan semua unek-unek mu, diskusikan lalu kita bisa membahasnya dengan cara yang bijaksana"
__ADS_1
Tunggu dulu, apa dia benar-benar bisa membaca isi hati ku?.
Violet kembali mengerutkan keningnya, Bertanya didalam hati nya dengan perasaan terkejut.
"Kamu menggerutu lagi?"
Hah???? dia benar-benar bisa membaca isi hati ku.
Violet menganga.
"Violet?"
"Kenapa kamu tahu aku menggerutu dan mengeluh?"
Tanya Violet sambil menatap kaget kearah Ghanem.
Tiba-tiba laki-laki itu meletakkan jari telunjuknya ke kening Violet.
Eh?
Gadis itu jelas terkejut.
"Setiap kali kamu berfikir dan menggerutu, kening mu terus berkerut dan alis matamu terus bergerak naik turun"
Ucap Ghanem sambil menyentuh lembut alis mata Violet.
Sejenak gadis itu memicing kan sebelah mata nya saat Ghanem menyentuh lembut alis mata sebelah kirinya.
"Ekspresi nya benar-benar kentara"
Lanjut Ghanem lagi.
"Ahhhh"
__ADS_1
Violet tampak mengerti, dia sejenak mengedip-ngedipkan bola mata nya sambil menatap wajah Ghanem untuk beberapa waktu.