
Setelah laki-laki tua Hurairah itu menjatuhkan dirinya ke lantai, Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Karan masuk kedalam ruangan tersebut, laki-laki itu berjalan dengan tatapan dingin nya menoleh kearah sang kakek.
"Karan?"
Kakek Narayan seketika membulat kan bola matanya, dia baru tahu ada Karan juga di balik tembok depan yang mendengar kan ucapan mereka.
Laki-laki itu rupanya berdiri sambil bersandar dibalik tembok, tidak mengeluarkan suara apapun, bisa dibayangkan bagaimana terluka dan kecewa nya Karan saat mendengar kan ucapan Ghanem sang kakak.
"Aku cukup kecewa saat tahu soal kenyataan, masih berharap kakek akan berkata aku tidak melakukan nya, apa yang menimpa Rasty juga bukan keterlibatan kakek, tapi harapan ku pada akhirnya sia-sia, kakek benar-benar melakukan nya"
Karan menatap sang kakek dengan jutaan kekecewaan.
"Sejak awal aku tidak suka pada perempuan itu, aku sudah bilang dia tidak pantas mendampingi kamu"
Kakek Narayan berkata cepat ke arah Karan.
"Karena status sosial nya?"
Karan bertanya dengan begitu cepat, menatap bola mata laki-laki tua itu beberapa waktu, sejenak Karan terkekeh, bisa kakek Narayan dengan betapa mengejeknya suara kekehan itu.
"Status sosial? harta? lagi!lagi! dan lagi!"
Karan mencoba mendongak, lalu dia membuang pandangannya.
__ADS_1
"Aku tidak heran betapa serakah nya kakek, karena Segala sesuatu di dunia ini selalu kakek ukur dengan uang, tidak kah kakek lihat keturunan Hurairah rata-rata tidak mendapatkan kebahagiaan?"
Tanya Karan cepat sambil menoleh kembali kearah kakek nya.
"Siapa di antara anak-anak kakek dan cucu kakek yang mencintai kakek? siapa yang dengan tulus merawat kakek? tidak ada"
"Karena realita nya semua orang merasa begitu tertekan hidup di ruang lingkup yang sama dengan kakek"
"Apa kakek tidak sadar? siapa yang memperlakukan kakek dengan kehangatan? siapa yang memberikan banyak cinta pada kakek selama ini? Rasty, gadis yang kakek benci itu selalu memperlakukan kakek dengan begitu baik,lalu apa yang kakek balas pada dirinya? begitu mengerikan sekali"
Setelah berkata begitu Karan membuang pandangannya kembali.
Mendengar itu ucapan Karan, kakek Narayan tampak diam.
"Aku akan beritahu kan soal satu kenyataan"
"Kakek tidak akan percaya jika aku mengatakan nya, Rasty adalah cucu bungsu keluarga Azzura, gadis itu pernah dibicarakan oleh kakek tua Azzura di pesta ulang tahun kakek 6 tahun yang lalu"
Ucap Karan sambil berbisik dibalik telinga sang kakek.
"Apa?"
Mendengar ucapan Karan seketika laki-laki tua itu tercekat.
__ADS_1
"Ada banyak orang kaya di dunia ini dengan type pongah dan begitu sombong, memamerkan harta kekayaan nya dimana-mana agar terlihat dia begitu luar biasa, tapi kakek akan kesulitan mencari type orang kaya yang begitu rendah hati, yang bahkan enggan menampilkan status tertinggi nya kepada orang lain"
Setelah berkata begitu Karan langsung berdiri dari posisi nya, sang kakek Tampak menelan salivanya.
"Kami tidak ingin menghancurkan keluarga lainnya, memutuskan untuk diam tanpa bicara kepada awak media, sepakat menutup kembali kasus nya seperti di masa silam"
Ucap Karan tiba-tiba, bisa dilihat dari ekspresi dan cara bicaranya, sang cucu benar-benar terluka.
Tidak ada Karan yang mematuhi ucapan nya selama ini, hanya terlihat Karan dengan jutaan kekecewaan yang mendalam.
"Tapi aku fikir kakek tahu keputusan apa yang sebaiknya kakek ambil setelah ini"
Setelah berkata begitu, Karan membuang pandangannya.
"Jika kakek masih memilih bertahan, maka aku dan Ghanem yang akan keluar dari Hurairah, anggap saja tidak pernah ada nama kami berdua di barisan penerus Hurairah"
Kata-kata Karan jelas Begitu menyakitkan bagi kakek tua Hurairah, tapi dia apa masih punya muka untuk bertahan dan memilih untuk hidup berdampingan dengan kedua cucu nya.
"Aku akan menuliskan wasiat nya"
Ucap laki-laki tua itu kemudian.
Amran tampak diam, dia jelas tidak punya suara di sana, hanya bisa memejamkan bola matanya. Saat Karan berkata jika laki-laki tua Hurairah yang harus memutuskan pilihan nya sendiri, dia tahu pada akhirnya sang ayah mertuanya akan melakukan apa untuk kedepannya.
__ADS_1
Mereka tahu lamban laut hal ini akan terjadi, tragedi malam itu cepat atau lamban akan terbongkar, semua rencana yang disusun benar-benar diluar perkiraan, tapi dan dan Daddy Ghanem sejak awal sudah berkata, semua yang buruk pada akhirnya akan mendapatkan balasan nya.
Sejatinya apa yang bukan milik kita satu hari akan menghilang sesuai dengan keinginan Tuhan.