Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Dua garis merah yang indah


__ADS_3

Beberapa bulan sebelum nya


Mansion utama Ghanem Hurairah


Setelah Kejadian Kehamilan Britania


Violet sejenak menatap alat tes kehamilan di tangan nya untuk beberapa waktu, dia mencoba untuk menunggu alat itu bergerak menarik garis dalam beberapa waktu.


Kemarin dia sudah mencoba nya saat dia merasa belum juga melewati waktu bulannan nya, tapi dia belum begitu yakin takut jika-jika salah memprediksi, kali ini dia mencoba nya kembali apakah benar ada sesuatu yang telah berkembang didalam perut nya saat ini.


Sejenak dia menatap alat tersebut untuk beberapa waktu, kemudian terdengar helaan pelan nafasnya dari balik bibir indah nya.


Violet menggigit pelan bibir nya.


Sebenarnya dia sedikit khawatir soal kasus Britania yang mengaku hamil anak Ghanem dan soal Elvitania yang harus berkorban dimasa kemarin karena kekejaman nenek muda Hurairah hingga membuat gadis tidak bersalah tersebut kehilangan harga dirinya.


Dalam beberapa waktu ini seluruh keadaan dirinya menjadi begitu kacau balau, bahkan dia tidak sempat fokus dengan dirinya sendiri.


Karena itu setelah melakukan tes pertama dia malah mengabaikan nya, seakan-akan dia lupa jika dia sebelumnya sudah melakukan uji alat tes kehamilan di Minggu-minggu sebelum nya.


Bahkan niat untuk memberikan kejutan pada Ghanem pun sirna semua kemarin karena jutaan kekhawatiran menghantam dirinya.


Ditengah gejolak perasaan nya yang bercampur aduk menjadi satu.


"Sayang?"


Tiba-tiba suara Ghanem mengejutkan dirinya, buru-buru Violet membereskan semua barang-barang nya, tapi begitu Ghanem masuk tanpa sengaja Violet menjatuhkan alat tes kehamilan nya.


Bola mata Ghanem jelas langsung tertuju pada alat pipih berwarna putih tersebut.

__ADS_1


"Ini apa?"


Ghanem bertanya sambil menjongkok kan tubuhnya, laki-laki itu mencoba memunguti barang yang barusan istri nya jatuhkan tersebut.


"No. kak.."


Violet sedikit panik, dia berniat mengambil nya lebih dulu, tapi Tangan laki-laki itu rupanya bergerak lebih cepat dari tangan nya.


Seketika ekspresi wajah Violet berubah saat Ghanem melihat dengan seksama benda pipih tersebut.


Terlihat dua garis merah yang terlihat indah dihadapan nya, meskipun Laki-laki dia tahu apa artinya itu.


"Kak?"


Violet tercekat.


"Sayang?"


"Aku ingin memberi kejutan di saat makan malam nanti pada kakak"


Ucap Violet pelan, dia menundukkan kepalanya perlahan, sedikit Kecewa itu tidak menjadi sebuah kejutan untuk sang suami, dia fikir itu karena dia begitu ceroboh dalam bertindak.


Padahal dia ingin membuat kejutan manis, dengan banyak bunga-bunga juga makanan lezat di atas meja, melewati makan malam romantis kemudian memberikan Ghanem kejutan istimewa.


"Oh god... sayang ini juga bagi ku jelas sudah merupakan sebuah kejutan"


Ucap ghanem dengan penuh kebahagiaan, bola mata laki-laki itu benar-benar berkaca-kaca, tahu-tahu air mata bahagia mengalir dibalik bola mata indah itu.


"Kak?"

__ADS_1


"Aku bahagia"


Ucap Laki-laki itu cepat lantas langsung meraih tubuh Violet, dia menggenggam kedua pinggang Violet lantas laki-laki itu menggendong sang istri dengan cepat.



...Hanya Visual...


...Bayangkan mereka begini Mak 😂🤣🤭...


"Akhhhh kak!"


Violet terpekik tertahan saat tubuh nya di angkat ke atas.


"Ini luar biasa, bukan kah ini begitu manis sayang? kita diberi anugerah dengan cepat"


Setelah berkata begitu ghanem langsung membawa Violet keluar dari kamar mandi menuju ke arah kasur mereka.


"Sudah berapa bulan? bisa menghitung nya? apa kita harus kedokter sekarang?"


Ghanem terlihat begitu antusias, bertanya sambil menatap dalam wajah sang istri.


Mendengar ucapan antusias sang suami seketika membuat Violet terkekeh.


"Sayang, kamu meledek ku?"


"Tidak"


"Aku benar-benar merasa bahagia, jangan menertawai diriku"

__ADS_1


"Tidak kak"


__ADS_2