Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Mulai merencanakan aksinya


__ADS_3

Mansion utama Ghanem


08.20 am


Sejenak laki-laki itu mengerutkan keningnya saat tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam handphone nya.


Ghanem mencoba membuka pesan gambar yang dikirim oleh seseorang untuk dirinya, sambil terus mengerutkan keningnya dia menunggu pesan gambar ter upload dengan sempurna.


Seketika bola mata Ghanem membulat saat dia tahu siapa yang ada didalam foto tersebut,. laki-laki itu jelas mengeratkan rahangnya, gigi nya saling menyatu dengan sempurna dan dalam Hitungan detik laki-laki itu mencoba menghubungi seseorang di seberang sana.


*******


Sisi lain


Kafe xxxxxx


Violet menghela nafasnya pelan saat menatap tampilan depan kafe yang baru saja dia datangi, seharusnya dia tidak berada di sini saat ini, pagi-pagi sekali seseorang menghubungi dirinya, dia fikir itu siapa rupanya itu adalah teman masa SMA nya.


Violet sebenarnya enggan untuk bertemu dengan orang-orang itu, tapi karena mencoba untuk mengorek soal masa lalu, demi membuka kenangan yang hilang kemarin dia mencoba menemui orang-orang yang menghubunginya.


Begitu Pertama kali masuk kedalam kafe tersebut suasana nya memang terasa berbeda, rasanya tempat itu menjadi tidak begitu asing untuk dirinya, seolah-olah mengalami Dejavu, dia merasa pernah berada disana di masa kamarin dan kembali datang dimasa sekarang.


Gadis itu memejamkan bola matanya sejenak, mencoba menikmati aroma khas coklat disana, mereka bilang tempat ini identik dengan coklat.


Dulu dimasa SMA teman-teman nya berkata dia sering berkunjung ketempat ini, lalu ada seorang laki-laki yang akan tiba di penghujung Waktu menemui dirinya, mereka bilang laki-laki itu anak kuliahan, di masa dulu juga merupakan kakak tingkatan di masa SMA nya.

__ADS_1


Hanya saja tidak ada yang tahu identitas aslinya, sebab laki-laki itu begitu tertutup kepada semua orang terutama soal siapa keluarga nya.


Sejenak Violet menundukkan kepalanya, dia mencoba menggenggam ujung kursi yang ada dihadapan nya.


Sebuah ingatan menghantam dirinya.


Kau dengar kabar tidak? katanya dia cucu tertua dari putri Hurairah.


Laki-laki itu menutup identitas asli nya selama bertahun-tahun.


Aku dengar dia pewaris sah nya.


Mereka cucu yang tidak di akui awalnya, tapi begitu diharapkan setelah dewasa.


Sayang?.


Kau mencintaiku?.


Kak?.


Sekelebat bayangan dimasa lalu tahu-tahu menerjang ingatannya, genggaman tangan, senyuman Ghanem dan sebuah ciuman manis yang menyentuh lembut bibirnya Terus menari-nari di atas kepalanya.


Seketika keringat dingin Menghantam seluruh permukaan kulit Violet, gadis itu mencoba menarik nafasnya dengan baik.


"Kau tidak apa-apa?"

__ADS_1


Suara seseorang mengejutkan violet.


Seorang laki-laki kata nya adalah Teman masa SMA nya, laki-laki Tampan dengan perawakan besar dan tinggi itu bertanya sambil mencoba menyentuh lembut tangan Violet, dia menggeser sebuah kursi dan membiarkan Violet untuk duduk disana, laki-laki itu memberikan segelas air putih dan membiarkan Violet meminumnya.


Dari arah sudut ruangan Britania tampak berjalan menuju kearah dalam bersama seorang perempuan seusia nya yang wajah nya ditutupi oleh topi lebar, seketika bola mata perempuan itu menatap sosok tidak asing di ujung ruangan.


Seketika senyuman aneh tercetak di balik bibirnya, dia langsung mengambil handphone nya sambil berkata pada teman nya.


"Bukankah begitu kebetulan sekali? aku menemukan dia bersama laki-laki lain? aku fikir ini akan jadi senjata manis untuk menghancurkan hubungan dua orang yang saling melupakan?"


Perempuan itu bicara sambil mulai memfoto violet dan laki-laki disampingnya, menyusun posisi yang cukup baik untuk tangkap gambaran nya dan siap dia kirimkan ke pada laki-laki tertua keluarga Hurairah.


"Berhentilah mengusik kehidupan Ghanem, kak"


Ucap perempuan disampingnya sambil mencoba menahan gerakan tangan Britania.


Alih-alih menjawab, Britania langsung mencengkeram lengan perempuan yang memanggil nya kakak itu dengan kencang, lantas Britania berkata.


"Lakukan tugas mu seperti apa yang aku perintahkan, tetap jadi diri ku, cukup diam dan jangan membuat banyak kekacauan"


Perempuan itu Meringis pelan, dia mencoba menahan tangannya yang kesakitan karena cengkraman hebat Britania.


"Buat laki-laki itu mengajak ku mengikuti perjalanan bisnis nya ke sanghai Minggu depan, Pastikan aku mengandung anak nya dalam beberapa bulan kedepan"


Setelah berkata begitu Britania melepaskan cengkraman nya, dia langsung mengirimkan foto yang dia dapat kan sesuai dengan sudut tangkap yang dia suka, sebuah senyuman mengerikan terlihat terus bertengger dibalik bibir nya.

__ADS_1


__ADS_2