
Mansion utama Hurairah
Peringatan 100 hari kematian Zahir
Masih Dalam kondisi berduka
"Aku rasa kamu butuh dokter khusus untuk mengobati Delusi mu"
Ucapan dingin Ghanem terdengar begitu mengerikan di Balik telinga Britania.
Britania fikir laki-laki itu benar-benar punya kharismatik yang luar biasa, bahkan ketika dia berdiri di atas tangga tadi tubuh besar tinggi nya terlihat menjulang indah, tatapan bola matanya benar-benar bisa membunuh hati perempuan manapun yang melihat nya.
Tidak heran jika banyak yang begitu tergila-gila pada laki-laki itu sejak dulu termasuk dirinya.
Di kembali merasakan betapa indah sentuhan demi sentuhan yang di berikan Ghanem malam itu pada dirinya.
Meskipun tidak dalam keadaan sepenuhnya sadar, tapi dia yakin jika yang tidur bersama nya adalah Ghanem.
Tapi melihat Ghanem menyentuh lembut wajah Violet lantas tiba-tiba laki-laki itu melingkarkan tangannya ke pinggang Violet, rasa cemburu menggebu-gebu menghantam dirinya.
Dia benci melihat pemandangan itu.
__ADS_1
Bagi nya yang seharusnya berdiri disana adalah diri nya bukan Violet atau perempuan manapun itu.
Dia lebih pantas bersanding dan menggandeng tangan kokoh Laki-laki itu dibandingkan perempuan lainnya.
Semua orang yang hadir dan ada di sana jelas saling berbisik, mereka fikir mana yang harus mereka percayai di antara kedua orang itu.
Britania tampak terlihat baik, perempuan itu mengeluarkan ekspresi tidak berdaya dan seolah-olah dia adalah korban yang begitu menyedihkan.
Ghanem jelas terlihat mustahil melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu, orang-orang tahu bagaimana karakter laki-laki itu, tapi Britania membeberkan banyak bukti saat membuat berita nya naik ke permukaan.
Bahkan beberapa majalah dan televisi menampilkan gambar bagaimana dimasa lalu Ghanem menempel pada perempuan itu di sebuah club malam yang cukup terkenal.
Dan Britania bahkan memberikan bukti check-in serta check out hotel mereka di Italia.
Bibi Melly bicara sambil mendengus kesal ke arah Britania.
"Jika bukan karena bibi Sunita, kau sudah lama kami depak dari keluarga Hurairah"
Tambah nya lagi dengan nada yang begitu dingin, bibi Melly bahkan memanggil beberapa penjaga agar mengusir wanita ular tersebut.
"Kau tidak ingin mengakuinya? aku punya banyak bukti dimana malam itu kita melewati malam bersama"
__ADS_1
Britania berteriak histeris, dia mengeluarkan air mata buaya nya.
Melihat itu Karan mendengus.
Britania begitu bodoh dia tidak sadar dipermainkan oleh nenek muda Hurairah, meskipun mereka mengatur keadaan dengan baik, Menukar semua posisi di malam kejadian di Italia.
Nenek muda dengan cepat memerintahkan anak buahnya mencatut dan memusnahkan rekaman CCTV malam itu.
Mereka benar-benar kalah start.
Meskipun bisa menangkap nenek muda Hurairah, tapi mereka benar-benar tidak bisa membuktikan jika malam itu keadaan bertukar, Karan kehilangan bukti nyata untuk menjebloskan kedua wanita ular tersebut ke penjara.
"Bagaimana bisa Kau begitu yakin jika yang tidur dengan mu adalah Ghanem?"
Ucap Karan sambil menatap tajam bola mata Britania, posisi mereka cukup berjauhan, berjarak mungkin sekitar 5 meter saling memisah arah.
"Kau fikir aku sedang membual? kau bahkan tahu kita sama-sama berada di Italia kemarin"
Pekik Britania penuh kemarahan dihadapan Karan.
"Diperut ku adalah bayi mu, sekarang terserah pada mu mau menyingkir kan nya atau tetap mempertahankan nya"
__ADS_1
Ucap Britania lagi dengan deraian air mata sambil menatap Ghanem penuh dengan kesedihan yang begitu mendalam.