
Setelah para tim dokter melesat ke atas menuju ke kamar mereka dan Rasty juga langsung melesat masuk ke atas menuju ke kamar mereka.
Bisa dia lihat para dokter mencoba memberikan pertolongan pertama pada sang suami dari luar sana, tidak tahu kenapa kaki Rasty terasa lemas, jantung nya berdetak tidak beraturan dan darah nya langsung melesat turun seolah-olah dia siap jatuh tumbang saat ini juga dari posisi nya.
Ketika dia mencoba mencari pegangan pada sekitar nya, tiba-tiba tangan seseorang menggenggam erat tangan dan tubuhnya.
Buru-buru Rasty menoleh ke sisi kanan nya, itu adalah bibi tua Hurairah.
"Semua baik-baik saja"
Ucap wanita itu pelan.
Dia tidak mengizinkan Rasty untuk masuk kedalam kamar mereka sama sekali.
"Biarkan mereka yang mengurus Karan, yakinlah semua pasti baik-baik saja"
Ucap wanita itu cepat.
Meskipun bibi tua Hurairah begitu menyebalkan terhadap banyak orang, sejak dulu wanita itu paling menyukai dirinya, bibi melly selalu ada dan siap menopang tangan nya.
"Kamu lihat? Anak keras kepala itu menggerak kan jari-jari tangan nya"
__ADS_1
Ucap bibi Melly lagi.
Yah julukan bibi Melly pada Karan adalah si Anak keras kepala, karena itu bibi Melly tidak begitu menyukai Karan, bagi nya Karan begitu keras dan enggan bersosialisasi dengan nya sejak awal masuk ke keluarga Hurairah.
Cukup berbeda jauh dengan Ghanem yang meskipun dingin dan cuek, laki-laki itu diam-diam menyimpan perhatian, terkadang Ghanem mengirim pelayan nya untuk mengantarkan beberapa makanan sehat atau obatan herbal untuk pada bibi di keluarga Hurairah, terkadang dia akan mengirim beberapa oleh-oleh indah setiap kali Ghanem pulang membuat kunjungan ke luar kota atau negara.
Sedangkan Karan terlalu tertutup, satu-satunya orang yang bisa membuat karan banyak bicara dan menaruh perhatian hanya Rasty.
Karena itu bibi Hurairah berfikir jika Karan masuk kekeluarga Hurairah dengan cara terpaksa, tidak ingin mengakui satu keluarga pun sebagai keluarga kandung nya.
Padahal realita nya Karan hanya tidak pandai meng ekspresi kan diri nya, mungkin karena sejak kecil karakter nya sudah terbentuk seperti itu, maka hingga dewasa sifat itu tidak bisa di ubah.
Rasty mengangguk kan pelan kepalanya, dia mencoba mencari kursi untuk duduk dan bersandar di sana.
"Apa yang terjadi"
Wanita paruh baya lebih itu bertanya panik ke arah mereka.
"Duduklah, semua baik-baik saja"
Bibi Melly bicara cepat, mencoba menarik kursi kayu yang ada disamping Rasty, membiarkan saudara perempuan nya itu agar duduk tepat disamping Rasty.
__ADS_1
"Biarkan para dokter yang mengurus nya"
Ucap bibi Melly lagi.
"Aku takut sesuatu yang buruk terjadi"
Ibu mertua nya bicara cepat.
Rasty buru-buru menggenggam erat telapak tangan wanita itu, dia menggelengkan cepat kepala nya.
"Semua baik-baik saja Mom"
Ucap Rasty cepat dengan bola mata berkaca-kaca.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar suara layar monitor mengatur detak jantung Karan mengeluarkan suara nyaring nya.
Seketika jantung Rasty berdetak tidak beraturan, dia menggenggam erat telapak tangan sang ibu mertua nya, menyakinkan diri semua baik-baik saja.
Rasty memejamkan sejenak bola mata nya.
Semua baik-baik saja, percayalah semua baik-baik saja.
__ADS_1
Bisik nya dalam hati sambil menahan perasaan kacau balau dihatinya saat ini.