Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Selalu mampu membuat nya berdebar-debar


__ADS_3

Dua perempuan itu terus sibuk menyulap violet sejak tadi, gadis itu tampak pasrah dengan apa yang akan dilakukan pada dirinya oleh kedua perempuan itu.


Beberapa kali bahkan violet sempat menghela nafasnya, dia fikir kapan berakhirnya.


Fikiran violet pun saat ini berkecamuk menjadi satu, dia fikir ini terlalu berlebihan untuk dirinya, dia mungkin sebenarnya tidak pantas diperlakukan seistimewa ini, apalah Dirinya hanya gadis biasa-biasa saja yang bukan siapa-siapa.?


Setelah melewati beberapa sesi waktu yang cukup lama, akhirnya dua perempuan itu mulai memasang kan gaun 👗 kepada dirinya, meminta nya memutar beberapa waktu, memasang peticoat kemudian meluruskan gaunnya.


Beberapa waktu kemudian akhirnya mereka menyelesaikan semuanya dengan begitu sempurna, memasangkan sepatu Cinderella kekaki jenjang dan putih mulus milik violet.


"Sempurna"


Mereka berdua tampak berdecak kagum.


"Oke anda bisa melihat nya di cermin sekarang, miss"


Ucap salah satu perempuan itu sambil mengembangkan senyuman nya.


Violet maju beberapa langkah, mendekati cermin besar disisi kirinya, Sejenak violet terpaku menatap diri nya didalam cermin tersebut.


The magic 🪄



Kekuatan make up memang luar biasa, dia bisa mengubah seseorang yang biasa menjadi begitu luar biasa, bahkan ditambah dengan pakaian yang menunjang.


Tidak heran orang kaya meskipun wajah nya pas-pasan bisa disulap bak Dewi ketika memiliki segala-galanya.

__ADS_1


Batin violet.


"Anda benar-benar cantik miss, tanpa polesan sudah sangat cantik, ditambah lagi dengan polesan serta gaun Indah nya"


"Anda terlihat begitu bersinar"


Puji mereka ke arah violet


"Tangan kalian yang begitu luar biasa"


Jawab violet sambil mengembangkan senyuman nya.


"Kita bersiap untuk berangkat?"


"Mobil jemputan nya sudah menunggu dibawah"


"Ya?"


"Jemputan? tapi aku fikir..."


Yah dia fikir bagaimana dengan Karan? apa mereka harus pergi dengan jalur masing-masing? memisahkan diri? lalu saat kakek melihat nya nanti bagaimana?.


"Suami anda telah pergi lebih dulu sejak 20 menit yang lalu"


Ucap salah satu perempuan itu.


"Ya?"

__ADS_1


Lagi-lagi violet terkejut.


Dia cukup tidak percaya jika Karan telah pergi lebih dulu ke acara pesta nya.


Satu perempuan itu langsung membuka pintu kamar violet, menunggu gadis itu untuk segera beranjak dari sana.


Fuhhhhhh.


Sejenak violet menghela nafasnya, terasa begitu berat dan sulit.


Dia fikir andai saja dia bisa bertukar tempat dengan seseorang saat ini.


Gadis itu tampak berjalan secara perlahan menuju ke arah pintu, keluar dari kamarnya diikuti oleh dua perempuan tadi.


Dia berjalan perlahan menuruni anak tangga satu persatu hingga berakhir melewati pintu Mansion itu dan keluar dengan gerakan anggun.


Tampak sebuah mobil mendominasi berwarna hitam dihadapan nya tersebut ternyata memang benar telah menunggu nya sejak tadi, tiba-tiba seseorang membukakan pintu samping kemudi mobil tersebut, menundukkan kepalanya dan menunggu violet beranjak dari depan pintu besar utama mansion tersebut menuju ke arah nya.


Dengan langkah sedikit ragu-ragu violet berjalan ke arah sana, menapakkan kaki nya ke jalanan aspal tersebut Secara perlahan.


Dia masih berfikir ini benar-benar terlalu berlebihan untuk nya, dia terlalu takut menerima kebaikan yang di lakukan laki-laki itu untuk nya dalam beberapa waktu ini.


Begitu violet mendekati pintu mobil tersebut, dia melangkah kan kakinya untuk masuk kedalam sana secara perlahan.


Namun begitu dia duduk didalam mobil itu, dia baru sadar siapa sosok lain yang tengah menunggu nya, duduk disampingnya di bangku kemudi, menatap dirinya dengan penuh cinta.


"Tarik nafas mu, lalu buang. Semua akan baik-baik saja"

__ADS_1


Ucap laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman nya, laki-laki itu bergerak pelan, memasangkan sabuk pengaman di tubuh violet, aroma wangi laki-laki itu tercium jelas dibalik hidung nya, bahkan mereka nyaris tidak memiliki jarak sama sekali.


Jantung violet jelas berdetak begitu kencang, kedua tangan nya secara perlahan menggenggam erat ujung gaunnya dengan jutaan perasaan berdebar-debar.


__ADS_2