Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Jangan pernah jatuh cinta


__ADS_3

Cukup lama posisi mereka seperti itu, bahkan posisi Ghanem seolah-olah memeluk dirinya, kedua tangan laki-laki itu terus menahan tubuhnya.


"Kak?"


Violet bicara sambil terus menahan nafas Nya.


"Apa kamu percaya pada ku?"


Tanya Ghanem tiba-tiba sambil menatap dalam bola mata violet.


"Ya?"


Violet jelas mengerutkan keningnya.


"Aku ingin kamu menjawab dengan jujur pertanyaan ku"


Gadis itu tampak diam.


"Apa kamu jatuh cinta pada Karan?"


Seketika Violet membeku saat laki-laki itu tiba-tiba menanyakan persoalan itu.


"Kak?"


"Jawab lah dengan jujur, ini terdengar tidak masuk akal, tapi aku hanya ingin sebuah jawaban kamu Pernah jatuh cinta pada nya atau tidak?"


Ucap laki-laki itu lagi sambil Terus menatap dalam bola mata violet.

__ADS_1


Violet mencoba menatap balik bola mata itu untuk waktu yang cukup lama, seketika debaran, jantung Violet Tampak berdetak tidak menentu.


Violet menggelengkan pelan kepalanya.


"Tidak?"


Ghanem bertanya lagi untuk memastikan jawaban dari Violet.


"Tidak pernah"


Seketika Ghanem tersenyum mendengar jawaban Violet.


"Mau mendengarkan saran ku? apa kamu mau percaya pada perkataan ku?"


Tanya Ghanem sambil tangannya tiba-tiba menyentuh lembut wajah Violet.


"Jangan jatuh cinta pada Karan sebelum dia jatuh cinta padamu, sebab ketika kamu jatuh lebih dulu dan terluka akan terasa sakit sekali disini"


Ucap laki-laki itu sambil menyentuh lembut atas dada kanan violet lantas kembali menyentuh lembut wajah violet.


Violet langsung membuka bola matanya, menatap kembali sang kakak ipar nya itu.


Seketika gadis itu menelan salivanya.


"Kenapa?"


Tanya Violet dengan jutaan pertanyaan.

__ADS_1


"Apakah karna Rasty?"


Tanya nya lagi.


Apakah perempuan itu begitu penting untuk laki-laki itu fikir nya.


"Aku tidak bisa menjelaskan alasan nya, tapi berjanjilah pada ku jangan jatuh cinta pada Karan lebih dulu, seiring berjalannya waktu kamu akan paham dengan ucapan ku hmm"


Ghanem tampak menghela pelan nafasnya.


Violet terus menatap dalam bola mata itu, bahkan bisa dia lihat kegelisahan yang begitu dalam dibalik bola mata indah laki-laki dihadapan nya itu.


Violet jelas mengerutkan keningnya atas ucapan Ghanem.


Kenapa?


Apa yang sebenarnya disembunyikan semua orang soal Karan? kenapa dengan Rasty? kenapa Ghanem melarang dia untuk jatuh cinta pada laki-laki itu.


Sejujurnya Violet sama sekali tidak pernah jatuh cinta pada Karan, dia ingat pernikahan mereka hanya sebuah sandiwara belaka, dan semua pasti ada batasan nya, kapan mereka mengakhiri nya Violet juga belum tahu pasti.


Dia bahkan tidak pernah berfikir akan jatuh cinta pada Karan, dimulai sejak awal pernikahan mereka hingga hari ini. Hanya saja dia merasa sesak kemana pernikahan mereka akan di bawa nanti nya, kapan keadaan ini berakhir dan apa yang akan terjadi kedepannya pada mereka itu yang selalu menjadi beban paling berat berada di pundak nya saat ini.


Apalagi ketika dia tahu hati Karan berlabuh pada perempuan lain, enggan menoleh ke arah nya dan memilih untuk menikahi Rasty.


Bahkan ketakutan terbesar violet saat ini adalah jika dia masih menyimpan perasaan cinta pada laki-laki yang ada dihadapan nya ini.


"Bisa jadi karena Rasty, bahkan bisa jadi karena aku...."

__ADS_1


Ghanem terlihat menggantungkan kata-kata nya untuk beberapa waktu.


__ADS_2