Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Sejumput kekhawatiran


__ADS_3

Melihat bagaimana sepasang manusia tengah bergumul didalam mobil mewah tersebut, Seketika membuat Rei menelan salivanya.


Ketakutan nya jika Violet disiksa atau di perlakukan semena-mena oleh laki-laki berjuluk es batu itu meleset jauh, dia benar-benar salah besar.


Hubungan suami-istri itu baik-baik saja, apalagi dia melihat betapa agresif nya Violet diatas sana.


Dia tidak tahu jika Violet sudah menikah, dia seperti nya terlalu berharap soal perempuan itu, ketika kemarin teman-teman berkata akan membuat pertemuan bersama dengan Violet membuat dirinya begitu bersemangat.


Rei Fikir bisa memulai semuanya bersama dan berharap dia berhasil mengajak kencan perempuan itu


Tapi rupanya dia salah besar.


Dia dan Ghanem jelas bagaikan langit dan bumi, makhluk secantik Violet jelas akan memilih laki-laki kaya raya, Tampan dan di sukai banyak orang.


Meskipun reputasi laki-laki itu soal perempuan jelek, ketampanan dan materi jelas bisa mengalahkan segala-galanya.


Pada akhirnya laki-laki itu mundur dengan perasaan malu, memacu motor dinas nya untuk segera pergi dari sana.


"Apa yang kamu lakukan?"


Violet jelas saja merasa begitu malu, dia bertanya sambil memejamkan bola matanya, dia benar-benar merasa tidak memiliki muka saat teman SMA nya melihat posisi nya tadi.


Bahkan suami nya berkata, Rei mengganggu percintaan sepasang suami-istri.


Dia membenahi duduknya dengan wajah masih memerah karena malu.


"Itu hukuman karena berani-beraninya menemui laki-laki lain dibelakang ku"


Ucap Ghanem dengan nada yang begitu enteng.


"Aku tidak hanya bertemu dengan nya, ada teman-teman lain sebelum nya"


Oh god.


Violet fikir kenapa laki-laki ini jadi begitu posesif.

__ADS_1


"Aku hanya melihat satu orang disamping mu"


"Apa kita harus kembali ke kafe nya untuk memeriksa CCTV nya?"


Tanya Violet kemudian, dia menatap dalam bola mata Ghanem.


Ingatan soal tadi tiba-tiba mengganggu pemikiran nya.


Ketika ereksi Ghanem menekan dibawah sana.


Brrrhhhh aku pasti sudah gila.


Violet menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku tidak perlu memeriksa nya"


Jawab Ghanem cepat.


"Jangan lakukan itu lagi, kau tahu orang-orang akan berfikir aku tidak bisa menjaga istri Ku dengan baik"


"Jika kamera lain menangkap nya, kau tahu gosip seperti apa yang akan menyebar?"


Mendengar ucapan Ghanem violet mengerutkan keningnya.


"Mereka akan berfikir kita memiliki hubungan yang buruk"


Sejenak Violet menundukkan kepalanya.


"Maafkan aku, aku tidak berfikir hingga sejauh itu"


Ucap Violet pelan.


"Aku hanya sedang berusaha menyusun kepingan Puzzle dimasa lalu, mencoba meraba-raba dan mengingat-ingat soal teman-teman dan semua orang, ketika teman-teman SMA mengajak ku bertemu aku fikir mungkin aku bisa sedikit mengingat soal masa lalu"


Ucap Violet lagi sambil mencoba menatap wajah Ghanem.

__ADS_1


"Kamu tahu? aku sering merasa resah, berfikir jika hubungan ini benar-benar tidak baik-baik saja, aku takut...."


Seketika Violet menghentikan ucapannya, dia bicara begitu pelan, perasaan nya jelas menjadi resah dan gelisah.


Meskipun tidak mengingat Ghanem tapi begitu ada yang ikut masuk ke dalam hubungan mereka dia Merasa cemas.


Britania seolah-olah menjadi benalu di antara mereka, dia takut Ghanem khilaf dan membuat rusak pernikahan yang mereka lupakan.


Melihat ekspresi Violet seketika Ghanem membeku, secara perlahan laki-laki itu meraih tubuh itu kemudian memasukkan nya kedalam pelukan nya.


Violet sejenak terdiam saat laki-laki itu memasukkan dirinya ke dalam pelukan nya.


"Tarik nafas mu lalu buang, semua akan baik-baik saja"


Saat Ghanem mengucapkan kalimat itu tiba-tiba sesuatu menghantam kepalanya, sebuah ingatan balik Tampak memenuhi isi kepalanya.


"Tarik nafas mu lalu buang, semua akan baik-baik saja"


"Violet"


"Sayang"


"Aku mencintai mu"


"Kak coba lihat ini"


"Kak"


"Kak apa kamu baik-baik saja?"


Seketika Ghanem melepaskan pelukannya, rasa sakit dikepalanya mendominasi, bagaikan kaset kusut yang terus berputar suara Violet memenuhi seluruh kepala dan gendang telinga nya, tangisan gadis itu, senyuman nya, kesedihan nya, canda tawa nya terus menari-nari di dalam ingatan nya.


Melihat ekspresi Ghanem yang tahu-tahu menggenggam kepalanya dengan kedua tangan nya Seketika membuat Violet panik.


"Ghanem? Ghanem? apa yang terjadi?"

__ADS_1


Gadis itu jelas bingung melihat ekspresi laki-laki tersebut yang seolah-olah berusaha menahan sakit dikepalanya.


__ADS_2