
Violet masih berusaha untuk mengembangkan senyuman nya, dia pada akhirnya mencoba untuk berkata.
"Aku pikir ada sedikit kesalahpahaman dimasa laku soal pernikahan kami, nenek muda bisa bertanya langsung dengan Ghanem atau bibi Hurairah"
Gadis itu ingin sekali meremas cabai yang sudah dia haluskan di dalam blender yang ada di sisi kanan nya, menenggelamkan cabai tersebut kedalam mulut tua yang kurang beretika tersebut.
Namun apalah daya dia tidak mungkin melakukan nya.
"Coba lihat, bahkan dia berani menjawab ucapan ku"
Wanita itu bicara sambil melirik kearah Britania.
Violet ikut melirik kearah perempuan itu, dia Fikir tumben perempuan itu tidak mengeluarkan suara nya, tapi setelah difikir-fikir memang Britania sedikit sekali bicara.
Kemampuan baik nya hanya menempel pada Ghanem persis seperti benalu sambil berkata.
Sayang...!
Sayang...!
Sayang...!
Menjijikkan sekali.
Alih-alih peduli dengan ucapan nenek muda Hurairah, Violet fikir sebaiknya dia menyelesaikan menu makanan yang dia buat.
"Nenek aku harus menyelesaikan segera masakan ku, ini sudah lewat dari jam makan siang"
Ucap Violet sambil menundukkan kepalanya.
Dia langsung membalikkan tubuhnya tanpa peduli ucapan wanita tua itu.
"Kau ini sangat tidak sopan sekali dengan orang tua, seharusnya menjawab lebih dulu pertanyaan pertama ku, dimana cucu kesayangan ku?"
__ADS_1
Wanita itu terlihat marah karena dia merasa seolah-olah sedang di abaikan begitu saja oleh Violet.
"Ah iya, aku fikir dia ada di dalam kamar utama nek"
Jawab Violet cepat.
Mendengar kamar utama wanita tua itu langsung menoleh kearah Britania.
"Kamu cepat cari dia kesana"
Nenek muda Hurairah bicara cepat, memerintahkan Britania agar menyusul Ghanem ke lantai atas.
Violet jelas mengerutkan keningnya,dia langsung menoleh cepat kearah kedua orang tersebut.
Dia fikir apa-apaan itu.
"Nenek, bukan kah terlihat aneh seorang perempuan baik-baik masuk ke dalam kamar laki-laki ber istri? aku akan coba memanggil kan suami ku untuk nenek"
Anggap saja dia gila, tapi kali ini dia jelas tidak Sudi mengalah.
Hubungan suami istri akan sangat menjijikkan Ketika ada orang ketiga, apalagi ada satu anggota keluarga yang ikut serta ingin mengacaukan didalam nya.
Nenek muda Hurairah Tampak melotot kearah Violet.
"Kamu ini benar-benar tidak bisa menjaga omongan, tadi bicara harus menyelesaikan masakan, sekarang bilang akan memanggil Ghanem untuk wanita tua ini, sebenernya kamu mau melakukan yang mana dulu?"
Nada suara nenek Hurairah mulai terdengar meninggi, dia kelihatan nya begitu marah melihat ekspresi Violet yang sedikit terganggu soal permintaan nya pada Britania.
"Bukan soal tidak bisa menjaga omongan nek, tapi akan lebih baik jika istri saja yang memanggil suaminya, aku akan naik keatas untuk memberitahukan Ghanem soal kehadiran nenek kesayangan nya"
Violet kembali mengembangkan senyuman nya, dia berusaha bersikap selembut mungkin agar tidak menyinggung wanita tua itu.
Nenek muda Hurairah tampak kesal melihat ekspresi Violet.
__ADS_1
"Biarkan Britania yang naik keatas dan Menemui Ghanem, mereka harus membicarakan sesuatu yang penting juga saat ini"
Dia mencoba meredam Amarah nya, membuang sejenak pandangannya.
"Bukan kah sudah aku sampaikan nek? akan terlihat kurang baik jika perempuan belum menikah menemui suami orang lain didalam kamar nya?"
Violet kembali menekan kan jika Ghanem merupakan laki-laki ber istri, mereka seharusnya tidak lupa siapa istri sah laki-laki tersebut.
Violet fikir kenapa ada type manusia yang tidak paham bahasa manusia lain nya?.
Dia sudah menggunakan bahasa baik dan benar agar nenek muda Hurairah paham ucapannya.
Bahkan dia fikir apa perempuan itu tidak juga maksud dari ucapan nya?.
"Kenapa kamu terlalu mempersoalkan hal kecil seperti itu?"
Mendengar jawaban nenek muda Hurairah jelas membuat Violet menganga, gadis itu mendengus pelan lantas berkata.
"Aku bisa memaklumi soal banyak hal, tapi untuk menemui suami ku didalam kamar nya aku jelas tidak bisa memaklumi nya, jika Britania masih memaksa untuk masuk, itu terlihat betapa rendah nya perempuan yang nenek sukai ini, bagi ku dia terlihat seperti perempuan yang tidak punya harga diri"
Ucap Violet sambil menatap tajam ke arah nenek muda Hurairah.
"Jika nenek masih memaksa agar Britania masuk ke dalam kamar suami ku, itu artinya nenek secara tidak langsung menunjukkan jika nenek dan Britania merupakan dua perempuan dengan kriteria yang sama"
Lanjut Violet lagi.
"Sama-sama ingin mencoba menjadi wanita penggoda suami orang lain"
Kalimat terakhir Violet jelas membuat Nenek muda Hurairah mengamuk.
"Apa?"
Wanita tua itu jelas marah, dia berdiri dengan jutaan kekesalan nya, Seketika tiba-tiba wanita itu mengangkat tangan kanan nya, dia benar-benar bersiap memukul wajah Violet tanpa aba-aba.
__ADS_1