Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Dua wanita dengan karakter yang sama


__ADS_3

Melihat tangan kanan wanita tua itu terangkat dan bersiap menampar nya jelas membuat Violet terkejut, dia perlahan mencoba memejamkan bola matanya.


Violet fikir dia memang keterlaluan telah berani menjawab wanita tua itu, tapi bukankah wanita tua itu yang jelas bersikap keterlaluan?.


Bagaimana bisa dia ingin Britania yang masuk kedalam kamar Suami nya? bahkan dia saja tidak bisa mondar-mandir kesana padahal jelas-jelas dia adalah istri sah nya.


Perempuan itu memang nya punya hak istimewa yang bagaimana hingga berani-beraninya memaksa masuk kesana.


Saat tangan nenek tua Hurairah telah terangkat dengan sempurna dan bersiap memukul nya siapa sangka tiba-tiba tangan seseorang menahan nya dengan keras.


"Apa yang nenek lakukan disini?"


Sebuah suara mendominasi mengejutkan Semua orang.


Violet yang memejamkan bola matanya jelas langsung membuka bola matanya dengan refleks.


Seketika semua orang kehilangan kata-kata dimana ternyata Karan telah berdiri tepat dihadapan mereka.


Laki-laki itu menatap tajam kearah nenek muda Hurairah, lantas menoleh kearah Britania.


"Karan, kau kenapa ada disini?"

__ADS_1


Nenek muda Hurairah jelas terkejut, berusaha menahan perasaan keterkejutan nya atas kehadiran laki-laki itu.


Dia fikir bukankah laki-laki itu masih dalam masa sekarat nya? laki-laki ini seharusnya masih berbaring di ranjang dalam keadaan koma.


Bagaimana bisa?.


Karan langsung melepaskan tangan wanita tua itu dengan gerakan kasar.


Alih-alih menjawab Karan malah berkata.


"Bukankah Violet benar? kenapa seorang perempuan baik-baik harus memaksa masuk kedalam kamar orang lain?"


Tanya Karan sambil menaikkan ujung alisnya.


Sebenarnya Karan ingin membawa paper bag tersebut, tapi Rasty jelas melarang nya karena kondisi laki-laki itu belum begitu membaik.


Dia mendapat kabar sejak pagi jika nenek muda Hurairah akan membuat sebuah kunjungan mendadak ke mansion Ghanem.


Dia Fikir kunjungan nenek muda Hurairah jelas tidak akan menjadi baik-baik saja.


Sejak dulu nenek muda Hurairah tidak pernah menyukai diri nya atau bahkan violet, juara wanita itu jelas adalah Britania.

__ADS_1


Entah bagaimana perempuan mengerikan itu bisa mempengaruhi nenek muda Hurairah, yang jelas wanita tua itu begitu menyukainya.


Ratsy fikir bisa jadi karena Britania suka membelikan nya hadiah-hadiah indah dan mewah ditambah juga rayuan dari mulut Manisnya.


Sejak dulu orang yang paling nenek muda Hurairah takuti adalah Karan, meskipun Karan bisa dikendalikan oleh kakek Hurairah, tapi Karan jelas tidak bisa dikendalikan oleh nenek Hurairah.


Sedangkan Ghanem jelas jarang mengeluarkan emosinya pada Nenek muda Hurairah, sebab sedikit banyak selama Sebelum di akui keluarga Hurairah, sebelum kakek tua Narayan menarik mereka agar kembali ke Hurairah, nenek muda Hurairah lah yang paling banyak berjasa membantu orang tua mereka.


Dimasa lalu Ghanem jelas sudah mengerti dan begitu mengenal nenek muda Hurairah, berbeda jauh dengan Karan yang memang usia nya lebih muda dan tidak begitu mengakrabkan diri nya pada wanita tua itu.


Karena itu Ghanem tidak pernah banyak bicara bahkan enggan saling membantah ucapan wanita tua itu.


"Karan... nenek tidak bermaksud seperti itu, dia bilang dia sibuk dengan masakan nya, bukan kah tidak masalah jika Britania membantu nya untuk memanggil kan Ghanem untuk nenek tua ini?"


Wanita itu jelas bermulut manis persis seperti Britania, mereka Fikir tidak Heran banyak laki-laki yang gampang tergoda mulut manis Mereka.


Gosip berkata, Dimasa muda nya nenek muda Hurairah merupakan perempuan yang merebut suami teman nya Sendiri, kala itu berita nya begitu menghebohkan publik.


Wanita itu sempat membuat malu keluarga Hurairah karena kelakuan buruknya dimasa lalu.


"Tentu saja itu salah, perempuan baik-baik memang tidak seharusnya masuk ke kamar laki-laki lain, kecuali dia memang punya niat lain ingin menggoda suami orang lain"

__ADS_1


Ucap Karan sambil menatap tajam bola mata nenek muda Hurairah.


Seketika wanita itu menelan salivanya.


__ADS_2