
Beberapa jam sebelum tragedi
NH Collection Roma Fori Imperiali hotel
Roma
Italia
Satu sisi berbeda.
Beberapa laki-laki tampan bergerak dengan cepat membawa tubuh elvitania menuju ke salah satu kamar hotel NH Collection Roma Fori Imperiali Italia.
Mereka meletakkan tubuh gadis yang tidak berdaya itu di atas kasur yang mendominasi berwarna putih tersebut kemudian salah satu dari mereka menyuntik kan sesuatu ke tubuh gadis itu, cukup lama setelah itu laki-laki itu menyelimuti tubuh gadis yang tidak berdaya tersebut.
Setelah memastikan gadis itu tertidur di sana, beberapa laki-laki bertubuh kekar itu langsung beranjak meninggalkan dirinya.
"Putri tidur kembali tertidur, 30 menit menjelang waktu yang di tetapkan"
********
Disisi lainnya.
Ghanem tampak memutar gelas minuman nya untuk beberapa waktu, dia masih sibuk bicara dengan Investor China, membahas beberapa persoalan persiapan kerjasama mereka setelah menghabiskan makan malam bersama.
Terkadang Ghanem mengangguk kan kepala nya, terkadang laki-laki itu menggelengkan kepalanya.
Beberapa waktu kemudian seorang pelayan kembali membawakan 1 botol anggur ke arah mereka.
"Inglenook Cabernet Sauvignon 1941"
Ucap laki-laki berkebangsaan China di hadapannya itu.
Ghanem menaikkan ujung bibirnya.
"Itu anggur yang cukup mahal"
Ucap laki-laki itu sambil menghabiskan sisa anggurnya, lantas menunggu sang pelayan membuka anggur tersebut sambil berkata.
"Inglenook Cabernet Sauvignon 1941, memiliki umur yang sudah tua, Mereka bilang Untuk produksi Inglenook Cabernet Sauvignon 1941 dimulai tahun 1934 dan di jual 1964. Jadi saat ini wine yang satu ini dijual seharga 24.675 USD atau sekitar Rp 343 juta. Inglenook Cabernet Sauvignon 1941 memang menjadi salah satu anggur merah terbaik yang pernah dimiliki Amerika"
Setelah berkata begitu Ghanem memperhatikan gerakan pelayan yang ada dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.
"Luar biasa, anak muda seusia kamu cukup paham soal anggur?"
__ADS_1
Laki-laki oriental itu tampak berdecak kagum.
"Aku mencoba beberapa jenis anggur, terkadang mencoba untuk mengkoleksi nya di gudang khusus"
Jelas Ghanem sambil meraih gelas anggur yang telah terisi, laki-laki itu mulai menaikkan gelasnya dan mereka tampak bersulang bersama.
Cukup lama waktu berlalu hingga beberapa kali ghanem melirik ke arah jam tangan nya, dia Tampak gelisah, Cukup khawatir soal Violet yang tinggal sendirian di kamar hotel.
******
Disisi lain lagi.
Serkan tampak mengeratkan rahangnya saat dia mendapatkan kabar jika britania mulai Menyusun rencana malam ini, perempuan itu benar-benar bergerak di luar nalar nya.
Serkan terlihat berdiri dengan posisi sedikit menjongkok kan tubuh nya, mencoba terus memperhatikan kamera CCTV yang ada dihadapan nya, meminta laki-laki di sisi kirinya memutar kembali rekaman CCTV beberapa waktu yang lalu.
"Dimana?"
Dia bertanya sambil terus mengerutkan keningnya.
"NH Collection Roma Fori Imperiali hotel"
Jawab Laki-laki itu cepat.
"Kamar?"
Mendengar Jawaban itu, sejenak dia mengerat kan rahang.
"Bergerak Sekarang juga"
Ucap Ghanem Lantas laki-laki itu mulai bergerak bersama beberapa bawahan nya Menuju kearah lantai bawah.
Laki-laki itu langsung menyambar jas nya, membawa kunci mobilnya Dengan cepat.
"Aku Fikir tuan hill dan Zahir juga bergerak saat ini, mungkin mereka mencoba melindungi perempuan itu"
Laki-laki disisi kanan Serkan berkata cepat.
Serkan terlihat kembali mengerat kan rahangnya, kemarahan jelas terlihat di balik bola mata nya.
"Aku akan lihat apa yang bisa mereka lakukan saat aku menghancurkan mainan kesayangan mereka"
Ucap laki-laki itu kemudian.
*****
Disisi berbeda.
__ADS_1
Britania tampak duduk di atas kursi yang menghadap ke arah beranda sebuah bangunan mewah yang menjulang tinggi menghadap jutaan gemerlap bintang malam, dia terlihat menikmati angin malam sambil mencoba menghubungi seseorang.
"Dia sudah berada disana?"
Tanya perempuan itu dengan seringai mengerikan nya.
"Itu Bagus, pastikan semua bergerak sesuai rencana, aku akan bergerak dalam ½ jam lagi"
Ucap britania sambil menikmati wine yang ada di hadapannya nya secara perlahan.
*******
Disisi lain nya lagi.
Zahir bergerak dengan cepat naik ke atas mobil nya, laki-laki itu tampak sedikit panik saat dia mendapatkan kabar dari orang-orang kepercayaannya.
"Dia benar-benar dimanfaatkan oleh Britania, malam ini bisa jadi malam yang buruk untuk dirinya"
"Apakah kita bisa mengejar waktu?"
Tanya Zahir cepat.
"Saran Saya sebaiknya kita meminta bantuan tuan hill"
Ucap laki-laki disampingnya itu cepat.
Zahir tampak diam, dengan gerakan cepat dia langsung masuk kedalam mobilnya lantas melajukan mobil itu dengan cepat.
********
Dan Disisi lainnya lagi.
Hill menatap dengan keadaan khawatir saat dia mendapatkan sebuah panggilan dari nomor asing di handphone nya.
Ini kali pertama dia mengaktifkan kembali handphone lawas nya dan nomor yang jarang dia gunakan setelah mendapat kode SOS beberapa hari yang lalu.
Dia terpaksa meninggalkan Indonesia demi terbang menuju ke Italia.
Dan malam ini di di sinilah tempatnya nya saat ini.
Hill secepat kilat mengangkat panggilan tersebut.
"Halo"
"Kak?"
Sebuah suara yang begitu dia kenal terdengar begitu lemah dan lirih di balik telinga nya.
__ADS_1
"Katakan pada ku, kau ada di mana?"