Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Berjuang bangun karena dirinya


__ADS_3

Melihat ekspresi terkejut wajah sang istri, Karan malah mengembangkan senyuman nya.


"Pernah mendengar istilah pasien koma tapi bisa mendengar dan merasakan pergerakan disekitar mereka? mereka bisa mencium dan merasakan apapun yang ada disekitar mereka?"


Tanya Karan pada Rasty.


Seketika Rasty mengangguk kan kepalanya.


"He em aku pernah mendengar soal itu"


Ucap nya cepat.


Mereka tampak saling menatap dengan intens, menautkan tangan antara satu dengan yang lainnya sambil tiduran di atas kasur milik mereka.



"Sebuah studi dalam US National Library of Medicine yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern dan Rumah Sakit Edward Hines **. VA telah menemukan bahwa mendengar suara yang akrab dapat membantu memulihkan kesadaran pasien koma. Seseorang yang sedang koma akan lebih cepat merespons percakapan tersebut"

__ADS_1


"Para peneliti berkata Meskipun belum jelas seberapa besar pasien koma dapat merespons, tetapi ada kemungkinan pasien bisa mendengar dan memahaminya. Penelitian juga menunjukkan bahwa menstimulasi indera sentuhan, penciuman, suara dan penglihatan dapat membantu orang koma pulih"


"Dan aku benar-benar merasakan nya, saat koma aku bisa mendengar semua percakapan orang-orang disekitar ku, aku mendengar kalian membicarakan soal Ghanem, Violet dan Britania"


Ucap Karan sambil menarik pelan nafasnya.


"Saat itu aku merasakan beban yang besar, memaksakan diri untuk segera bangun dalam tidur panjang ku, tapi tidak tahu kenapa rasa nya begitu sulit sekali"


Laki-laki itu bercerita panjang lebar perihal bagaimana perasaan nya ketika koma kemarin.


"Seolah-olah ada yang membelenggu jiwa ku, memaksakan diri untuk tidak terbangun saat itu juga, aku merasa berada di sebuah ruang kaca yang menyekat setiap sudut diri ku dan tidak memberikan sedikit pun celah untuk ku keluar dari sana"


Bisa dia bayangkan betapa sulit nya laki-laki itu ketika tidak sadarkan diri, Karan pasti begitu kesakitan dan kesulitan menghadapi keadaan nya sendiri.


Berjuang setengah mati seolah-olah berada didalam belenggu hitam yang menjerat nya dimana setiap sudut dilapisi kaca tebal yang mungkin tidak akan pernah bisa pecah.


"Berkali-kali aku mencoba bangun, berkali-kali juga aku gagal, aku berkali-kali juga menyerah saat itu"

__ADS_1


Karan menggenggam erat tangan Rasty, membalikkan tubuhnya hingga menghadap ke arah Rasty, tangan kanan nya mulai menyentuh lembut wajah itu.


"Tapi ada satu kekuatan yang terus memaksa ku untuk bangun dan terus mencoba, ketika kamu berada disamping ku, terus menggenggam erat tangan ku dan tidak berhenti meminta ku untuk bangun, kamu terus menangis dan berkata bangunlah, aku benar-benar membutuhkan mu"


Seketika Rasty balik menyentuh lembut wajah Karan, yah dia acapkali berfikir jika Karan akan meninggalkan dirinya, dia takut laki-laki itu tidak pernah bangun dari tidur panjangnya.


Dia bahkan begitu takut jika Karan meninggalkan dirinya dalam kesendirian kemarin, karena itu dia selalu menangis disamping Karan dan meminta laki-laki itu agar segera bangun.


Bercerita keluh kesah nya soal Ghanem, Violet bahkan Britania, dia takut jika dia tidak bisa mengatasi permasalahan ke tiga orang itu dengan segera.


"Kamu menjadi satu-satunya alasan ku untuk terus memaksa kan diri ku agar segera bangun secepat nya"


Ucap Karan lagi sambil mengembangkan senyuman nya, laki-laki itu secara perlahan mendekati wajahnya pada wajah Rasty, sepersekian detik kemudian dengan gerakan lembut dia mulai menautkan bibir mereka untuk waktu yang begitu lama.


Menenggelamkan diri didalam kerinduan yang menggebu sambil ditemani gelapnya malam, merajut cinta yang sempat tertunda untuk jangka waktu yang cukup lama.


*****

__ADS_1


Catatan \= Informasi soal Orang Koma Bisa Mendengar Suara di Sekitarnya didapat dari orami.co.id megazine


__ADS_2