
Sejenak Violet berusaha menggerakkan jemari tangan nya untuk beberapa waktu, bisa dia rasakan sakit dikepala nya masih melanda, tiba-tiba tangannya terasah disentuh oleh seseorang.
"Kamu baik-baik saja?"
Terdengar suara bariton yang selalu hadir didalam hidupnya dalam beberapa waktu ini.
Gadis itu membuka perlahan bola matanya, menatap laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu, tiba-tiba bola matanya berkaca-kaca saat sadar siapa yang ada dihadapan nya itu.
"Kak?"
Mendengar tangisan Violet yang tiba-tiba pecah, Ghanem langsung memeluk tubuh gadis itu dengan erat.
"Semua baik-baik saja hmm"
Ucap laki-laki itu pelan sambil mengelus lembut punggung Violet, Ghanem tampak memejamkan bola matanya sejenak.
"Apa Kakak membenci ku? karena kejadian Rasty 5 tahun yang lalu? oleh sebab itu Kakak mengabaikan ku? lalu Menukar pernikahan kita? membiarkan Karan menikahi aku?"
Tanya Violet sambil menangis terisak, memeluk erat Ghanem Tanpa mau melepaskan nya.
Mendengar ucapan Violet seketika Ghanem tercekat, laki-laki itu langsung melepaskan pelukannya, menatap dalam wajah Violet untuk beberapa waktu.
"Kenapa mengabaikan ku dalam waktu yang begitu lama? aku sudah bilang bukan aku yang menyebabkan kecelakaan Rasty, aku membawa bukti nya malam itu, tapi...tapi...aku tidak bisa menemukan kakak"
__ADS_1
Violet terus bicara, air matanya tumpah tidak terbendung lagi, dia mencoba menarik baju Ghanem sambil memukul dada laki-laki itu berkali-kali.
"Kenapa kakak menukar pernikahan kita? aku tidak mau menikah dengan Karan, kenapa kakak lakukan itu?"
Violet terus berteriak marah, dia memukul Ghanem berkali-kali.
Dia mencintai laki-laki itu sejak dulu, Ghanem tahu itu, tapi kenapa laki-laki itu memilih diam, membiarkan Karan menikahi nya, bahkan setelah menikah Ghanem selalu ada di sekitar nya, seolah-olah laki-laki itu menertawai dirinya atas pernikahan nya dengan Karan.
Ghanem berusaha meraih wajah Violet, menatap bola mata itu untuk beberapa waktu, menelisik wajah penuh kekecewaan dan kesedihan itu dalam waktu yang cukup lama
"Itu permintaan kakek, tidak ada yang berani membantah nya, kamu tahu bagaimana kakek bukan? maafkan aku"
Laki-laki itu bicara sambil menghapus air mata Violet secara perlahan.
"Aku benar-benar tidak melukai nya, aku berada di gedung Hurairah malam itu, dan kami... aku... Rasty kami mendengar uncle berteriak di gedung utama"
Violet berusaha menyakinkan Ghanem soal masa lalu, dia benar-benar tidak melakukan itu pada Rasty.
"Aku percaya pada mu"
Ucap Ghanem lagi.
"Tunggu lah hingga semua kasus masa lalu terkuak, kita akan kembali pada posisi semula, mari memulai kehidupan baru setelah nya, Saat ini bersandiwara lah dihadapan kakek dan bibi tua Hurairah jika kamu baik-baik saja bersama Karan"
__ADS_1
Ucap Ghanem pelan.
Begitu mendengar ucapan Ghanem soal bibi tua Hurairah, sejenak Violet membeku, dia seolah-olah ingat akan sesuatu.
"Aku ingat soal sesuatu"
Ucap gadis itu tiba-tiba.
"Malam itu, ada suami bibi tua di gedung Hurairah company, aku merekamnya tanpa sengaja dengan kamera yang baru aku beli dari gelanggang ice skating"
"Ya?"
Seketika Ghanem mengerutkan keningnya.
Dia fikir laki-laki penting didalam keluarga Hurairah itu pergi ke perusahaan Hurairah di Prancis kala itu.
"Kau bilang apa?"
"Aku melihat nya membawa sebuah pisau dan pistol, berlarian menuju ke lantai atas dimana Rasty berada"
Setelah Violet menyelesaikan kata-katanya, Seketika Ghanem merasa lehernya tercekat.
"Apa?"
__ADS_1