Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Program Membuat anak-anak


__ADS_3

Jelang makan pagi


06.35 AM


Nenek muda Hurairah terlihat duduk di atas kursi makan, dia menatap punggung Rasty yang tampak sibuk menyiapkan beberapa menu sarapan pagi bersama pelayan kepercayaan Ghanem.


Britania terlihat fokus dengan majalah yang ada di tangannya, membolak-balik lembaran demi lembaran yang ada.


Mommy Ghanem terlihat baru keluar dari kamarnya.


Sedangkan Ghanem dan Violet terlihat mulai menuruni anak tangga, bisa dilihat laki-laki itu menggenggam erat telapak tangan Violet.


Keakraban mereka menimbulkan kekesalan di balik wajah tua Nenek muda Hurairah.


"Kenapa seorang istri baru bangun di jam segini? seharusnya seorang istri bangun jauh lebih awal dari suami nya, menyiapkan makan pagi dan kopi untuk suami nya"


Nenek muda Hurairah mulai bicara dengan mulut pedas nya, melirik sejenak ke arah Violet yang baru tiba di hadapan mereka bersama Ghanem.


Mendengar ucapan pedas sang nenek hanya bisa membuat Violet menghela pelan nafasnya.


"Bahkan dia tidak bangun lebih awal dari wanita tua ini"


Lanjut wanita itu lagi sambil meraih cangkir teh nya.


"Aku yang meminta nya bangun lebih lamban dari biasa nya"


Ghanem menjawab ucapan sang nenek dengan cepat, menarik kursi Violet agar sang istri duduk disana.


Mendengar ucapan Ghanem jelas membuat nenek muda Hurairah dan Britania merasa sedikit cemburu.


Britania Sejenak melirik kearah Violet yang tampak duduk dengan ekspresi malu-malu, bisa dia lihat sesuatu berwarna merah terlihat jelas menyembul dibalik leher nya.


Perempuan itu mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Dia ingin bicara, tapi suara bibi tua Hurairah mengejutkan dirinya.


"Bibi tidak mengeluh saat aku bangun lebih siang dari semua orang?"


Tanya bibi Melly tiba-tiba dari Arah belakang nenek muda Hurairah.


"Aku juga bangun lebih akhir dari semua orang, aku ini payah sekali"


lanjut wanita itu sambil menarik kursi makan yang ada di hadapan nenek muda Hurairah.


Mendengar ucapan bibi Melly, wanita tua itu tampak menggeram.


Alih-alih berdebat dengan Melly dia lebih memilih untuk membolak-balik majalah dihadapan nya.


"Menantu, apa malam ini tidur kalian nyenyak?"


Tiba-tiba bibi Melly bertanya ke arah Violet.


Violet fikir harus bangun untuk membantu, tapi Ghanem menahan gerakan nya.


"Kamu masih lelah"


Ucao Ghanem pelan.


Dia fikir Violet pasti masih lelah, mereka melewati malam panjang dengan awalan yang cukup lama, dilanjut kembali dalam 2 sesi berikutnya.


Karena itu sang istri terpaksa bangun lebih lama dari biasanya.


"Ya?"


Mendengar ucapan Ghanem Seketika wajah violet memerah, dia fikir kenapa Ghanem bicara seperti itu di antara semua orang.


Rasty tampak mengulum senyuman saat mendengar ucapan Ghanem, seolah-olah dia mengerti apa makna yang di ucapkan sang kakak ipar.

__ADS_1


Mereka telah melewati malam pertama.


Dia fikir ide gila Karan benar-benar berhasil mempengaruhi laki-laki tersebut untuk memiliki Violet seutuhnya.


Mendengar ucapan Ghanem, seketika bibi Melly memperhatikan wajah Violet, dia menelisik wajah malu-malu itu untuk beberapa waktu.


Sejenak wanita itu melirik kearah leher Violet.


Sebuah senyuman Tampak mengembang di balik bibirnya.


"Aku fikir mereka dalam program untuk membuat anak-anak semalam,karena itu mereka bangun sedikit kesiangan, coba lihat Ghanem melakukan nya dengan begitu penuh gairah, meninggalkan jejak merah di leher Violet tanpa ampun"


Ucap bibi Melly sambil melirik ke arah Violet, wanita itu mencoba menyentuh lembut leher Violet.


"Ckckckck Dia benar-benar meninggalkan noda nya disini"


Rutuk wanita itu sambil melirik ke arah Ghanem.


Wanita itu suka sekali membuat kehebohan besar di pagi hari, dia ingin nenek muda Hurairah dan Britania menjadi kalang kabut.


"Ya?"


Mendengar ucapan bibi Melly seketika Violet terkejut, dengan cepat perempuan itu mencoba menutupi lehernya.


"Kamu ini seharusnya berlaku lebih lembut lagi"


Mendengar ucapan bibi Melly ekspresi Ghanem terlihat biasa saja, dia malah menyentuh lembut ujung kepala Violet lantas mulai meraih teh milik nya di atas meja, Menyesap nya secara perlahan Seperti tanpa dosa.


Nenek muda Hurairah jelas melotot tidak percaya dengan ucapan keponakan nya yang bermulut pedas itu, bola matanya langsung menatap kesal kearah Violet.


Britania tampak membuang pandangannya, dia memejamkan sejenak bola matanya.


Mommy Ghanem hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan saudara perempuan nya itu, dia mulai duduk di salah satu kursi makan yang kosong disisi kanan Ghanem.

__ADS_1


__ADS_2