
Setelah kelahiran Britania dan Violet
Penjara xxxxxxx
Ruang temu pribadi
Nenek Sunita menatap sang pengacara nya untuk beberapa waktu, dia sejenak menghela pelan nafasnya.
"Tidak bisa kau buat hukuman nya menjadi sedikit lebih ringan?"
Tanya wanita itu sambil mengetuk-ngetuk Jemari nya di Antara meja yang ada di hadapannya.
Hukuman 20 tahun jelas terasa begitu berat untuk dirinya, dia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan Hidup nya dengan terus tinggal di Bali jeruji besi.
Dia belum mendapatkan apa yang dia inginkan, jadi dia tidak akan mati dengan cepat, juga bersumpah tidak akan mau membusuk didalam penjara selama-lamanya.
"Semua orang sedang mengusahakan nya, nyonya"
Ucap sang pengacara sambil menundukkan perlahan kepalanya.
Mendengar ucapan laki-laki itu,Nenek Sunita sejenak memejamkan bola matanya.
"Katakan pada ku Bagaimana dengan Britania dan Laki-laki sialan itu?"
Tanya wanita itu cepat sambil mengeratkan rahangnya, dia masih memejamkan bola mata nya, bicara sambil berfikir untuk rencana kedepannya.
__ADS_1
Kemarahan terbesar nya saat dia tahu suami nya menikahi Britania, perempuan yang dia bawa dan dia berikan kenyamanan hidup itu kini mengkhianati diri nya.
Menurut informasi yang dia dapatkan, Britania memilih meninggalkan kehidupan buruknya dan memilih menikah dengan mantan suami nya itu.
"Mereka pindah ke Prancis setelah kelahiran putra mereka"
Mendengar ucapan laki-laki itu jelas membuat nenek Sunita langsung membuka bola matanya.
"Seorang putra?"
"Ya nyonya"
Sejenak wanita itu tampak berfikir.
Tanya wanita itu dengan tidak sabaran.
"Mereka juga mendapat kan seorang putra"
Mendengar kan kata putra seketika wanita itu menaikkan ujung bibirnya.
"Bukankah ini menarik?"
Tanya wanita itu tiba-tiba.
"Ya, maksud nya nyonya?"
__ADS_1
Sang pengacara jelas bingung dengan ucapan nyonya nya.
"Kau cukup pastikan bagaimana cara mengurus persoalan hukuman ku, aku tidak ingin bertemu keluarga Hurairah hingga masa kebebasan ku, tapi cari seseorang yang bisa memantau kehidupan Ghanem dan Violet juga Britania dan bajingan itu"
Ucap nenek Sunita sambil menarik sebuah kertas dan meraih sebuah pena disana.
"Pastikan tidak ada yang kehilangan jejak Britania dan laki-laki sialan itu, dan kirimkan aku foto kehidupan mereka dalam setiap waktu"
"Baik Nyonya"
Nenek Sunita terlihat menulis sesuatu disana, dia menyerah kan kertas yang dia tulis disana kepada sang pengacara.
"Kirimkan pesan ku kepada perempuan ini, katakan pada nya untuk menghubungi ku setelah kebebasan ku, aku akan memberikan dia kehidupan baru untuk dirinya, tapi dengan syarat agar dia mengawasi Britania dan laki-laki sialan itu"
Ucap nenek Sunita dengan bola mata berapi-api.
"Katakan pada nya, aku butuh putra Britania hidup dengan baik hingga kebebasan ku, tidak peduli kelak ada berapa putra yang mereka miliki, aku ingin salah satu saja dari putra nya yang bisa menggantikan tugas ku untuk masuk Keluarga Hurairah untuk menghancur kan keluarga itu hingga berkeping-keping nanti nya"
Setelah berkata begitu, nenek muda Hurairah langsung berdiri dari tempat duduknya, wanita tua itu langsung membalikkan tubuhnya meninggalkan laki-laki tadi begitu saja.
Sang pengacara jelas hanya bisa menelan salivanya, dia meraih kertas yang ditulis oleh nenek muda Hurairah lantas memasukkan nya kedalam tas hitam Miliknya.
Laki-laki itu kemudian langsung berdiri dari duduknya, tanpa banyak bicara dia langsung membalikkan tubuhnya dan ikut berlalu dari ruangan kosong tidak berpenghuni tersebut.
Entah apa yang ada di balik fikiran wanita Keluarga Hurairah itu yang terkenal dengan julukan sang wanita iblis itu dia tidak tahu, yang dia tahu dia hanya menyelesaikan tugasnya satu persatu sesuai perintah, selama dana mengucur deras didalam rekening nya untuk keluarga besar nya.
__ADS_1