Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Perjuangan yang luar biasa


__ADS_3

Begitu mereka masuk kedalam, bisa Ghanem lihat peluh yang merembas di seluruh wajah cantik sang istri, bahkan bisa dia dengar Violet beberapa kali meringis kesakitan.


Ghanem secepat kilat duduk di samping Violet, dia menggenggam erat telapak tangan sang istri sambil berkata.


"Ada aku disini hmmm, semua pasti baik-baik saja"


Setelah berkata begitu, Ghanem menyentuh lembut wajah sang istri nya.


"Hmmm"


Pandangan Violet terlihat begitu sayu, perempuan itu mengangguk kan kepalanya pelan, menggenggam erat telapak tangan sang suami.


Seolah-olah telapak tangan dan sosok sang suami adalah kekuatan yang baru agar dia terus berusaha untuk berjuang dalam keadaan.


"Baby akan lahir dengan cepat, dia tahu Mommy dan Daddy nya sudah menunggu sekarang, sedikit lagi kita akan melihat baby nya hmm"


Ghanem mencoba menyakinkan Violet dengan jutaan kata-kata nya.


Dia jelas juga takut dengan keadaan, baru tahu betapa sulit nya saat melewati proses melahirkan.


Apalagi bisa dia lihat saat dokter memberikan instruksi, Violet bergerak dan mengikuti instruksi, tarikan nafas dan buang, meminta nya mengejan bahkan tenang, terkadang begini juga begitu.


Seolah-olah Ghanem ikut merasakan bagaimana rasanya berjuang untuk melahirkan penerus keluarga mereka.


Air mata Violet yang tumpah di tengah perjuangan membuat dia mencoba menahan rasa sesak di dada nya.

__ADS_1


Dia tidak pernah membuat perempuan itu menangis selama pernikahan mereka, jadi begitu melihat Violet meringis dan menangis, hatinya seolah-olah tercabik-cabik dengan cara luar biasa.


"Sedikit lagi"


Bisa dia dengar ucapan sang dokter di bawah sana, dia meminta Violet melakukan instruksi sang dokter sekali lagi.


Begitu Violet mengerang dan mencoba menarik nafas nya dengan satu tarikan bersamaan dengan mengejan, tahu-tahu sepersekian detik kemudian sesuatu keluar dari bawah sana.


Violet terlihat begitu lega, setelah tadi genggaman tangan nya mengencang kali ini genggaman tangan nya melemah.


"Bagus sekali"


Dokternya bicara cepat, entah bagaimana proses nya Ghanem tidak ingat, Tiba-tiba saja dia mendengar tangisan melengking memenuhi isi ruangan tersebut, sejenak bayi itu di letakkan di atas dada Violet.


Hal tersebut bisa meningkatkan ikatan batin ibu dan anak karena ada kontak fisik secara langsung. Bayi pun bisa mulai mencari ****** ibu. Menempel di dada ibu juga bisa melepaskan lebih banyak hormon oksitosin yang bisa membantu mengosongkan rahim.


Setelah itu perawat mengambil kembali bayi nya dan membawa nya ke sisi kanan mereka.


Oh my god.


Seketika detak jantung Ghanem menjadi tidak beraturan.


Rasanya persis seperti kala pertama kali dia melihat Violet di masa lalu, sama persis ketika dia jatuh cinta pada Violet dalam pandangan pertama.


Mommy Violet tampak bahagia, Seketika air matanya tumpah Saking bahagia nya wanita itu.

__ADS_1


Itu adalah kelahiran cucu pertama mereka.


"Ini luar biasa"


Bisik Ghanem pelan, laki-laki itu berdiri lantas menjongkok kan tubuhnya, dia mencium perlahan kening Violet.


"Terima kasih banyak sayang, terima kasih banyak, i love you"


Bisik Ghanem kembali.


Violet hanya mengembangkan senyuman nya, dia jauh lebih merasa lega, bahkan seolah-olah tubuhnya menjadi begitu nyaman luar biasa, beban besar yang dia miliki seolah-olah terlepas begitu saja.


Dikala prosedur akhir dilakukan, salah satu perawat sibuk membersihkan tubuh sang baby, dokter dan perawat lainnya sibuk menyelesaikan tugas nya pada Violet, merapikan seluruh pekerjaan mereka, memastikan Violet baik-baik saja.


Cukup lama waktu berjalan hingga akhirnya perawat yang membawa bayi mereka datang mendekat.


"Selamat tuan, bayi anda laki-laki, dengan berat badan xx dan tinggi xx, rambut dan warna kulit nya benar-benar mirip seperti anda"


Dokter perempuan disamping Ghanem bicara sambil membiarkan perawat yang membawa bayi mereka dan meletakkan nya disamping kanan Violet.


"Oh sayang"


Seketika air mata Violet tumpah.


Dia fikir melahirkan benar-benar perjuangan yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2