Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Sesuatu yang mereka berdua sembunyikan


__ADS_3

Setelah usai makan pagi, Britania dengan cepat mengejar Ghanem, laki-laki itu mengejar waktu nya ke kantor pagi ini, Karan terlihat lebih dulu melesat bersama Rasty menuju kekantor, dia fikir itu mempermudah pergerakan nya untuk mengejar Ghanem.


Dia tidak peduli bagaimana cara nya, dia harus bisa mengajak laki-laki itu bicara, kehadiran nya di mansion Ghanem jelas punya alasan tersendiri.


Secepat kilat britania menginjak pedal gas mobil nya, mengejar ketertinggalannya dengan cepat.



Dia takut laki-laki itu tiba kekantor dengan cepat.


Seketika Britania mencoba untuk menghadang jalan Ghanem, perempuan itu dengan cepat menghentikan mobilnya dengan mendadak didepan dan mencoba menghalangi jalan Ghanem.


Ciittttttttt


"Shi .t"


Ciiitttttttt


Ghanem mengumpat dan langsung menghentikan mobilnya, dia fikir dia nyaris menabrak mobil dihadapan nya itu, seketika laki-laki itu mengerutkan keningnya.


Laki-laki itu mencoba melonggarkan dasinya untuk beberapa waktu lantas dia keluar dari mobilnya dengan perasaan kesal.



Disisi lain Britania ikut buru-buru keluar dari mobil nya.


"Aku rasa kita perlu bicara"


Ucap perempuan itu cepat.


"Aku rasa kita tidak perlu bicara, aku sudah memberikan apa yang kamu inginkan kemarin bukan?"


Ghanem bicara cepat dengan perasaan kesal.


"Aku tidak minta apa-apa, kita harus Bicara kak?"


Kali ini nada suara Britania terlihat berubah.


Mendengar ucapan Britania seketika ekspresi Ghanem berubah.


"Kamu?"

__ADS_1


Dia tercekat.


"Aku terpaksa melakukan nya, keadaan mendesak ku untuk terus mengikuti kakak"


Ucap perempuan itu cepat.


"Oh shi..t"


Ghanem sedikit mengumpat.


"Dimana saudara mu?"


Alih-alih menjawab pertanyaan Ghanem, Britania langsung berkata.


"Karena itu aku harus bicara dengan kamu, inj soal saudara ku juga saudara laki-laki ku"


Britania Bicara sambil mencoba memperhatikan sekeliling nya.


Secepat kilat Ghanem menarik tangan perempuan itu, dia membiarkan perempuan itu masuk kedalam mobilnya.


"Katakan"


"Ini soal kunjungan ke Italia, nenek muda Hurairah akan membuat rencana agar diantara kami bisa pergi bersama, ini mungkin tidak akan menjadi mudah, sebab nenek sudah mengatur semuanya ,tapi aku Fikir nenek akan menukar kembali yang pergi"


"Italia?"


Ghanem terlihat menaikkan ujung alisnya.


Dia belum tahu soal itu.


"Kakek Narayan tidak lama lagi akan menghubungi kalian, dia akan bicara melalui Karan untuk meminta kamu pergi ke Italia, karan akan menjadi sosok mudah untuk dijadikan alasan agar kamu berkunjung kesana, nenek muda Hurairah pasti akan memesan 1 Tiket dibelakang semua orang untuk nama Britania dan ini tidak akan muda menurut ku"


Ucap Britania cepat.


"Nenek muda Hurairah pasti merencanakan sesuatu nanti nya, jadi perhatikan baik-baik langkah kamu, Dan aku akan bergerak di belakang Secara perlahan"


Mendengar penjelasan Britania Sejenak Ghanem berfikir.


"Ini mungkin akan menjadi satu-satunya alasan untuk kamu membalikkan keadaan,Aku akan berjalan mengawasi semua nya jika nenek muda Hurairah benar-benar melakukan nya"


Lanjut Britania lagi sambil menatap dalam bola mata Ghanem.

__ADS_1


"Hanya saja kali ini aku tidak tahu apa yang akan direncanakan oleh dirinya, aku bahkan mulai takut jika dia mencurigai pergerakan ku"


"Apalagi belakangan Serkan mulai bergerak terus mengikuti aku, dia mungkin berfikir aku tengah merencanakan sesuatu hal yang buruk, ini semakin mempersulit aku untuk ikut mencari tahu rencana mereka"


Setelah berkata begitu Britania mencoba merogoh sesuatu didalam tas.


"Aku sudah memeriksa obat yang Kakak minta, itu bukan obat yang baik"


Ucap nya lagi sambil menyerahkan beberapa lipatan kertas ke arah Ghanem.


"Kau mempertaruhkan nyawa mu untuk melakukan semua nya?"


Ucap Ghanem sedikit tercekat.


Britania hanya menghela kasar nafasnya.


"Aku butuh kebebasan ku dan menggantikan nya dengan perempuan itu, jadi nyawa jelas Menjadi taruhan ku saat ini bukan?"


Ucap britania sambil menatap wajah Ghanem untuk beberapa waktu.


"Tapi aku jelas tidak bisa bergerak melindungi kamu"


"Kakak hanya perlu melindungi diri sendiri"


"Aku fikir kita sebaiknya mencoba bicara pada hill"


"No, laki-laki itu tidak akan memilih di antara kami"


"Tapi.."


Saat mendengar kata-kata Ghanem, Britania jelas mengerutkan keningnya.


"Apa kakak mulai ingat soal masa lalu?"


Dia bertanya dengan cepat.


"60-40, aku mulai mengingat semuanya"


Mendengar ucapan Ghanem, Seketika perempuan itu mengembangkan senyuman nya.


"Itu bagus, aku menunggu itu terjadi"

__ADS_1


__ADS_2