Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Pengacau suasana "Wanita culas nenek muda Hurairah"


__ADS_3

Violet Beberapa kali mencoba memejamkan bola matanya saat ingat kejadian didalam mobil bersama Ghanem.


Ingat kejadian yang mereka lakukan jelas membuat dirinya malu bukan main, dia Rasanya ingin sekali menenggelamkan wajahnya ke satu tempat diman agar Ghanem tidak melihat wajahnya.


Tertangkap basah dan.....


Akhhhhh


ciuman lagi.


Seketika Wajah nya memerah.


Pada akhirnya Violet buru-buru menuju kearah dapur, dia harus mempersiapkan beberapa makanan dan cemilan sehat untuk sang suami.


Dia tahu Ghanem begitu menyukai cemilan untuk di konsumsi di waktu luang nya.


Saat gadis itu sibuk dengan pekerjaan nya, tiba-tiba saja sosok seseorang datang mengusik ketenangan.


Awal nya Violet fikir benar-benar seseorang, tapi rupa nya ada orang lain yang berdiri tepat dibelakang perempuan tersebut.


Itu adalah Britania Moses, tapi Violet jelas tidak mengenal siapa orang yang berada di belakang perempuan tersebut.


"Rupanya ada menantu yang belum di akui Di sini?"


Seorang wanita tua dengan alis mata yang begitu mencuat berusia sekitar setengah abad bicara begitu pedas kearah Violet.

__ADS_1


Mendengar ucapan mengerikan nya seketika Violet mengerutkan keningnya.


Dia fikir siapa wanita berwajah culas tersebut.


"Kau tidak memberi salam pada ku? aku ini nenek muda Hurairah, bibi dari mertua perempuan mu, adik bungsu kakek tua Narayan"


Ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya, menunggu Violet menyalami nya.


"Ah..nenek muda Hurairah, apa kabar nek?"


Alih-alih begitu peduli dengan uluran tangan wanita culas, Violet lebih memilih untuk membungkukkan lebih dulu sedikit kepalanya, lantas dia melebarkan senyumannya.


"Tangan ku sedikit kotor, apa nenek muda tidak keberatan menyentuh tangan ku?"


Tanya nya lagi sambil mendekati tangan nya pada wanita tersebut.


"Oh God, itu menjijikkan"


Ucap wanita itu cepat sambil memundurkan tubuhnya, berusaha menghindari Violet agar tidak menyentuh tangannya.


Britania tampak menghela nafasnya berat, dia mencoba meraih kursi dan membiarkan nenek muda Hurairah duduk disana.


Oh god setelah Britania, apa lagi ini?.


Violet berusaha menghela kasar nafasnya.

__ADS_1


Dia fikir otak nya menjadi tidak begitu waras belakangan ini karena urusan orang-orang culas.


"Dimana cucu kesayangan ku?"


Wanita itu bertanya sambil meletakkan pantat nya ke atas kursi makan yang diberikan Britania.


Suara nya benar-benar tidak enak didengar, bertanya sambil mendengus dengan kasar.


"Dia bahkan tidak membuat kunjungan ke rumah orang yang lebih tua, tidak mengajar kan istri nya etika dalam keluarga Hurairah, aku heran kenapa dia memilih perempuan seperti kamu? seolah-olah diluaran sana kekurangan perempuan cantik dan kaya raya"


Wanita itu bicara sambil melipat kedua tangannya, dia melirik kearah Violet dengan tatapan sedikit menghina.


"Dibandingkan dengan Britania, kau benar-benar tidak berkelas"


Lanjut nya lagi.


Hah...???!


Violet ingin sekali mencakar-cakar wajah yang ada dihadapan nya itu, dia fikir lama-lama dia bisa gila karena wanita tua ini.


Violet fikir bagaimana hubungan nya di masa laku dengan wanita ini, jika melihat wajah culas dan mulut pedas nya bisa dipastikan betapa mengerikannya kehidupan pernikahan nya dimasa lalu.


"Bahkan lebih mencengangkan lagi, bagaimana cara nya kakak ku bilang jika kamu istri Karan, tapi tahu-tahu menikah dengan Ghanem? kau jangan-jangan tidur dengan 2 laki-laki dalam sekali permainan"


"Ya?"

__ADS_1


Mendengar ucapan wanita itu jelas membuat Violet terkejut setengah mati, dia fikir ucapan nya kali ini jelas melewati batasan nya.


__ADS_2