
Seketika Violet membulatkan bola matanya saat mendengar permintaan tidak masuk akal dari bibi tua Hurairah dan Rasty.
"Coba sedikit lebih agresif dan lincah, kau tahu lawan mu sangat tidak seimbang"
Ucap bibi tua Hurairah hari itu.
"Sayang kamu sebenarnya gadis yang ramah, sering tersenyum dan ceria, meskipun bukan cerewet kamu asli nya ceria dan ramah, bisakah kamu kembali ke karakter mu dulu?"
Rasty bicara cepat.
Perempuan itu cukup khawatir, semakin Violet diam dan menjaga jarak, semakin Britania bergerak bebas mendekati Ghanem.
Violet berusaha untuk tertawa tapi rasa nya sulit sekali, dia Bingung harus bagaimana, permintaan dua wanita Hurairah terdengar begitu aneh.
"Aku tidak bisa melakukan itu, itu akan terlihat seperti ja..Lang"
"Sayang aku tidak mengajar kan mu menjadi ja.. lang yang nakal"
protes bibi tua Hurairah.
"Kau tahu kenapa dulu Ghanem jatuh cinta pada mu? karena kamu begitu ramah dan ceria, di banding Rasty jelas dia lebih tertarik pada kamu"
Lanjut bibi Hurairah lagi.
Mendengar rutukan bibi tua seketika Rasty terkekeh.
"Bibi apa ini untuk membandingkan?"
Rasty memicingkan bola mata nya.
"Dia tidak suka type wanita cerewet"
Seketika Rasty terkekeh mendengar celotehan bibi Hurairah.
"Karena itu Ghanem tidak suka pada bibi?"
Tanya Rasty cepat.
__ADS_1
"Yeah Karena bibi ini cerewet"
Seketika tawa mereka pecah.
Violet masih menatap kedua orang itu dengan tatapan bingung, terus mematung saat bibi Hurairah mengencangkan gaun di tubuhnya.
Ini adalah acara makan malam keluarga, jadi bisa dipastikan mereka akan berkumpul bersama.
Rasty bilang Britania pasti akan ikut, sebab Ghanem jelas akan membawa nya.
"Apa pakaian ini oke?"
Tanya Rasty pada bibi tua.
"Jangan terlalu terbuka, meskipun selera ku buruk soal pakaian, tapi aku tahu betul Ghanem suka pakaian yang seperti apa"
Ucap bibi tua lantas mencoba mencari pakaian yang cocok untuk Violet.
"Oh god, apakah kamu tidak pernah membeli pakaian? kenapa tidak ada koleksian pakaian berkelas?"
Batin Rasty.
"Aku bisa memberikan pakaian ku"
Sahut Rasty cepat
"Itu jelas tidak indah, seharusnya kita mempersiapkan pakaian nya sejak kemarin"
Bibi Melly Tampak menghela nafasnya.
"Tidak punya waktu lagi untuk membeli nya ke toko langganan"
Mereka tampak berfikir hingga akhirnya tiba-tiba muncul seseorang dari arah balik pintu kamar.
"Ada yang butuh bantuan ku?"
Suara bariton itu memecah keadaan.
__ADS_1
"Kak?"
Itu adalah Serkan, sang kakak sepupu nya.
"Aku tidak yakin kakak bisa membantu kami"
Ucap Rasty dengan wajah sedikit mendung.
"Yakin?"
Serkan menarik ujung alisnya.
"Ada solusi nya."
Bibi Melly Bertanya Cepat.
"Mari menyusun rencana indah malam ini"
Ucap serkan tiba-tiba.
"Ya?"
Jelas saja kedua perempuan itu menaikkan ujung alisnya.
Alih-alih menjawab kebingungan dua perempuan itu, serkan meminta 2 perempuan muda lainnya untuk membawa barisan pakaian yang digantung di rak dorong ukuran raksasa Menuju ke arah mereka.
Ada banyak sekali pilihan pakaian bebas pilih di sana, hingga membuat Rasty Dan Bibi Melly melongok tidak percaya.
"Kak?"
Rasty jelas menatap laki-laki di hadapannya itu sambil memicingkan sebelah matanya.
"Mau mengikuti permainan? ini akan terlihat menyenangkan"
Ucap laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman nya.
Violet tampak menatap ke tiga orang tersebut sambil ikut mengerutkan keningnya.
__ADS_1