
Britania awal nya boleh senang saat tahu Ghanem terus mengawasi nya selama persalinan, meskipun sebenarnya Violet juga dalam masa persalinan laki-laki itu tetap mengawasi matanya terhadap dirinya.
Britania jelas merasa begitu bahagia, dia merasa di nomor satukan, meskipun mati-matian tidak mau mengakui dia ayah biologis nya di awal kehamilan nya dulu, laki-laki itu sama sekali tidak lagi menyebutkan perihal tersebut selama masa kehamilan nya.
Meskipun posisi dia dan Violet tidak tinggal dalam satu atap yang sama, minimal laki-laki itu punya etika dan cara selama kehamilan nya, mengirimi dia makanan sehat bahkan membelikan diri nya banyak perlengkapan bayi.
Meskipun berkunjung sesekali dan itu selalu ditemani Violet, Rasty dan Karan atau bahkan Kakek tua Hurairah, dia cukup merasa bahagia.
Yang jelas, saat bayi ini lahir Sesuai ucapan Violet, perempuan itu akan mundur secara teratur jika terbukti Ghanem lah ayah biologis nya.
Britania jelas tidak akan mau mengalah, dia punya banyak cara untuk menyakinkan diri jika bayi didalam perut nya adalah benar-benar berasal dari milik Ghanem.
Dan disinilah saat nya dia melihat bayi tersebut, Semua tim dokter telah bersiap melakukan persalinan, meskipun Ghanem memilih duduk di ujung pintu ruangan, tapi ada Mommy Ghanem yang menyakinkan dirinya jika semua baik-baik saja.
Meskipun Mommy Ghanem tidak menyukai dirinya, tapi wanita itu mencoba menerima anak yang ada di dalam kandungan nya.
__ADS_1
Proses persalinan jelas tidak mudah, dia melewati rasa sakit luar biasa selama ber jam-jam menunggu hingga bukaan akhir.
Rasanya jelas sangat menyiksa, dan dia fikir dia tidak mau lagi melakukan nya setelah ini.
Dia benar-benar kehilangan gaya selama melahirkan.
Bahkan selama proses kehamilan berat badan nya bertambah, dia baru sadar melahirkan bukan lah hal enak yang harus dia ulangi sekali lagi di masa depan.
Sebab segala sesuatu nya benar-benar menguras tenaga ekstra, jika di tawarkan sekali lagi, dia rasa dia benar-benar akan menyerah untuk melakukan nya lagi.
Entah berapa lama dia berjuang, saat dokter berkata tahan, tariak atau buang nafasnya di hanya bisa menurut pada ucapan semua orang, para tim dokter sama sulit nya berjuang bersama dirinya saat ini.
Dan saat terakhir kali nya di berusaha menekan seluruh perasaan nya, mencoba menggeratkan gigi nya agar dia mengejan seperti kata dokter, dalam hitungan detik Britania bisa merasakan sesuatu keluar dibawah sana.
Begitu cepat dan dia merasa seolah-olah beban berat yang tadi nya dia pikul lepas juga.
__ADS_1
Bisa dia lihat sang dokter dibawah sana Tengah meraih bayi miliknya dengan cepat, lalu dokter tersebut langsung membersihkan nya tepat disisi kiri dirinya yang berjarak sekitar 5-6 meteran, sedangkan dokter lainnya masih harus fokus pada dirinya, melakukan prosedur terakhir pada dirinya setelah melewati masa-masa sulit melahirkan.
Beberapa waktu bisa dia dengar suara tangisan bayi miliknya Tersebut, Mommy Ghanem terlihat menggenggam erat telapak tangannya, membantu menguatkan dirinya jika dia pasti bisa melewati masa sulit ini hingga tuntas.
Dari pintu masuk bisa dia lihat Ghanem, bibi Alea dan bibi Melly mulai masuk kedalam mendekati dirinya.
Dia hanya merasa lelah, berusaha untuk memejamkan sejenak bola matanya bersamaan dengan suara bayi miliknya yang datang semakin mendekat.
"Bayi nya laki-laki, dengan berat badan xxx dan tinggi xxx, wajah nya benar-benar perpaduan yang unik, dia tampan dengan wajah oriental nya, tuan Ghanem"
Dia mendengar sang Dokter bicara pada Ghanem dengan suara tegas nya.
Britania langsung mengerutkan keningnya, dia seolah-olah menyadari ucapan akhir yang dikatakan oleh dokter tersebut.
"Apa?"
__ADS_1
Seketika dia membuka bola matanya, mencari sosok dokter yang bicara dan bayinya.
Seketika jantung nya berdetak tidak beraturan, dia terlihat gemetaran.