
Begitu Ghanem mencoba menaikkan gaun tidur nya Seketika Violet tercekat, gadis itu mencoba menahan lengan Ghanem.
"Tidak boleh banyak protes"
Kalimat Ghanem seperti sebuah peringatan dan perintah mutlak yang tidak boleh di ganggu gugat.
Begitu gaun nya terangkat sejenak Violet menelan salivanya secara perlahan, rasa panas jelas memenuhi seluruh permukaan wajah nya.
Dia merasa begitu malu.
Apalagi saat tangan kasar dan besar itu menyentuh kulit perut nya.
Akhhh...!!?.
Violet terpekik didalam hati, rasanya kulit nya menjadi begitu meremang saat ini.
Keheningan tiba-tiba terjadi, hawa panas mendominasi, bahkan rasanya begitu aneh sekali, seolah-olah ruangan itu menjadi menyempit begitu rasa.
Ada rasa lain yang menghantam diri nya.
Seketika Violet menggigit bibir bawahnya.
Tiba-tiba Ghanem mendongak menatap wajahnya.
"Apakah pedih?"
Dia bertanya pelan.
Niat hati hanya ingin bertanya, tapi melihat Violet menggigit bibir bawahnya sendiri dihadapan nya tiba-tiba memicu satu perasaan aneh didiri nya.
Sial wajah dan bibir nya terlihat menggairahkan.
"Sedikit"
Ucap Violet pelan.
__ADS_1
Ghanem langsung membuang pandangannya.
Atmosfer di ruangan itu tiba-tiba berubah, dia sejak tadi tidak berfikiran aneh-aneh atau macam-macam, benar-benar berniat mengobati gadis itu, tapi saat mendongak dan menatap bibir indah yang basah serta digigit dengan gerakan seksi dan menggoda seketika membangkitkan hasrat kelelakian nya.
Oh shi..t.
Ghanem mengumpat.
Sudah berapa kali dia merasa seperti itu terhadap Violet.
Aneh nya selama bersama Britania dia tidak Pernah memikirkan nya, bahkan meskipun perempuan itu telan..jang dihadapan nya pun, dia sama sekali tidak tergoda.
Tapi gadis dihadapannya ini bisa membuat dia mulai menggila hanya dengan melihat bibir nya saja.
Dan kini isi kepalanya malah menjadi bercabang kemana-mana, dia berusaha berkonsentrasi mengobati luka Violet, perut langsing dengan pusat menggoda itu terlihat bergerak sejenak tapi tidak tahu kenapa pandangan matanya tiba-tiba turun ke bawah sana.
Gadis itu hanya menggunakan dala..man berwarna pink kalem, dia fikir bagaimana dengan isi dibalik penutup itu.
Oh shi..t kau benar-benar berontak kotor, Ghanem.
Dia berusaha menetralisir rasa panas didalam dirinya, dia mencoba untuk fokus pada tugas nya.
Bisa Ghanem lihat perut mulus dan putih itu begitu memerah, untung nya tidak membuat nya melepuh seperti terkena minyak goreng fikir laki-laki itu.
Seketika Violet meringis saat rasa perih melewati perutnya saat Ghanem entah menyiram apa di perutnya itu.
Dia mengencangkan pegangan nya pada bahu Ghanem.
Dia masih terus merasa malu dengan keadaan untuk saat ini, bagaimana tidak saat seluruh tubuh bagian bawahnya terekspos dengan begitu sempurna.
Oh Tuhan.
Violet memejamkan perlahan bola matanya.
Tapi jika ingat status suami istri mereka, Violet berusaha untuk sadar itu hal yang lumrah dilakukan suami istri, Bahkan bisa jadi lebih dari ini kan?.
__ADS_1
Meskipun dia tidak tahu bagaimana hubungan mereka dimasa lalu, tapi bisa jadi mereka bahkan melewati malam lebih panas dari pada hari ini.
Brrrhhhh
Apa yang aku pikir kan?.
Violet menggeleng-gelengkan kepalanya sejenak, berusaha menepis pemikiran konyol nya.
Saat ini Tangan kanan violet masih memegangi bahu Ghanem, dia terlihat begitu tegang saat laki-laki itu mulai mengeluarkan isi salep nya.
Saat laki-laki itu perlahan mulai mengolesi salep ke Permukaan perut nya, tiba-tiba rasa geli menerjang dirinya.
Dia paling tidak bisa menahan geli saat seseorang menggelitik atau bermain di perut nya.
Violet mencoba menahan tawa nya, tapi tubuhnya bergetar seketika.
Ghanem langsung menaikkan ujung alisnya.
"Ada apa?"
Tiba-tiba gadis itu terkekeh.
"Ini begitu geli"
Seketika suasana panas dan canggung berubah mencair tiba-tiba.
"Apa?"
Ghanem bertanya tapi tangan kanan nya masih mengoleskan pinggiran perut Violet yang memerah itu.
Violet masih terkekeh, wajah merah karena malunya berubah jadi cerah dan terlihat begitu cantik dibalik mata Ghanem.
Violet tertawa sambil memegang kedua bahu Ghanem, tidak bisa menahan nya atau bahkan menghentikan rasa geli nya saat ini.
Laki-laki itu tiba-tiba menaikkan ujung bibirnya, menikmati wajah itu yang baru kali ini dia lihat ekspresi tawa lepasnya selama dia mengenalnya tanpa mengingat masa kemarin mereka.
__ADS_1