Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Merasa terganggu dengan keberadaan nya


__ADS_3

mansion utama Ghanem


Jelang jam makan malam


Begitu bell pintu berbunyi sejenak Violet menaikkan ujung alisnya, gadis itu baru menyelesaikan masakan nya untuk makan malam.


Secara perlahan gadis itu membuka afron masak yang melekat di tubuh nya, dengan langkah pelan dia berjalan menuju ke pintu depan dan membuka pintu pintu tersebut dengan perlahan.


Sejenak dia membeku saat sadar siapa yang baru saja datang ke mansion mereka.


Britania Moses.


Perempuan itu langsung menatap Violet dengan pandangan tidak enak, dia menaikkan ujung alisnya sambil bertanya dengan nada tidak ramah.


"Dimana Ghanem?"


Alih-alih menjawab dimana keberadaan Ghanem, tiba-tiba Violet berkata.


"Apa kamu ingin ikut makan malam bersama?"


Tanya gadis itu sambil menatap dalam bola mata Britania.


Yang ditanya tampak mengerutkan keningnya.


"Apa?"


"Kami akan mendapat kan makan malam sebentar lagi"


Setelah berkata begitu Violet langsung melesat masuk kedalam, membiarkan Britania untuk mengikuti langkah nya menuju ke dapur.


Ghanem baru selesai membersihkan tubuhnya, mengganti pakaian nya lantas mulai melesat turun kebawah, cukup terkejut saat melihat Britania telah hadir di antara mereka.


Seketika laki-laki itu menghentikan langkah kaki nya,dia mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.


"Ada apa?"


Tanya Ghanem pada perempuan itu.


"Aku membawakan mu menu makan malam"


Britania mendongak, menatap kearah Ghanem sambil mengembangkan senyuman nya, menaikkan rantang makanan yang ada di tangan kanan nya.


"Dia akan ikut makan malam dengan kita"

__ADS_1


Ucap Violet cepat sambil ikut mengembangkan senyuman nya.


"Apa?"


Ghanem jelas bertanya dengan ekspresi terkejut, cukup heran dengan sikap santai Violet yang tidak terganggu dengan kehadiran Britania.


"Kita akan menghabiskan makan malam bersama?"


Tanya Ghanem sambil perlahan mulai menuruni anak tangga.


"Hmmm"


"Aku keberatan"


Ucap Ghanem tiba-tiba.


"Ya?"


"Sayang?"


Violet dan Britania jelas bertanya secara bersamaan.


Laki-laki itu langsung menoleh ke arah Britania.


Ucap Ghanem dengan tatapan dingin kearah Britania.


"Kamu mengusir ku?"


Tanya Britania sambil membulatkan bola matanya, dia melotot tidak percaya melihat ekspresi dingin Ghanem.


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?"


Dia kembali bertanya.


Alih-alih peduli ucapan Britania, Ghanem berkata.


"Kau tahu bukan? aku paling tidak suka di atur atau mendengar kamu mulai terlalu banyak bertanya"


Britania tampak mendengus, dia menatap kesal kearah Ghanem.


"Apa kamu sudah mulai jatuh cinta pada perempuan ini?"


Tanya Britania cepat.

__ADS_1


Seketika Ghanem berjalan perlahan menuruni satu persatu sisa anak tangga dan melangkah mendekati britania.


"Kau tahu? melihat mu terus-menerus mengikat dan mencoba mengendalikan pergerakan ku membuat ku mulai menaruh curiga pada mu, apa kau merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan ku? atau ada yang kamu sembunyikan soal kecelakaan kemarin dari diri ku?"


Mendengar pertanyaan Ghanem seketika Britania menelan Saliva nya.


"Kau jangan berfikiran berlebihan"


Ucap perempuan itu cepat.


"Aku akan memberikan apa yang kamu minta besok, pulanglah sekarang juga, aku akan minta sopir mengantar kan mu"


Setelah berkata begitu Ghanem langsung membuang pandangannya, dia langsung berjalan menuju ke arah lemari pendingin.


Britania jelas menggenggam erat telapak tangan nya, dia marah, Sangat marah karena diusir Tiba-tiba, tapi saat Ghanem berkata laki-laki itu akan memberikan apa yang dia inginkan sejak bulan kemarin, dia mencoba mengembangkan sedikit senyuman nya.


"Baiklah,aku akan pulang"


Setelah berkata begitu Britania langsung melesat pergi meninggalkan dua sosok manusia itu.


Violet yang sejak tadi mematung melihat sikap Ghanem mencoba menyadarkan dirinya, dengan perasaan bingung dia mencoba untuk meraih gelas kaca di dalam kitchen set, lantas memberikan nya pada Ghanem, Di mana laki-laki itu telah mengeluarkan botol minuman di dalam lemari pendingin.


"Apa kamu sejak dulu memang selalu bersikap lembut dan mengalah seperti ini pada orang lain?"


Tanya Ghanem tiba-tiba setelah menerima gelas yang diberikan violet, dia menatap dalam bola mata Violet untuk beberapa waktu.


"Ya?"


Seketika Violet terkejut mendengar ucapan Ghanem.


"Jika aku merupakan laki-laki yang gampang tergoda pada perempuan lain, membawa mereka ke rumah,bahkan bercinta dengan mereka dalam kondisi lupa soal siapa kamu, apakah kamu tetap akan bersikap seperti ini?"


Tanya Ghanem lagi.


Seketika Violet terdiam, dia menelan salivanya secara perlahan mendengar ucapan sang suami.


"Dalam kondisi seperti ini, meskipun aku yang lupa soal kita seharusnya kamu bisa bersikap lebih keras pada perempuan lain yang mencoba menggoda suami kamu, bukan nya malah membawa perempuan seperti itu masuk dan dan membiarkan mereka semakin memperkeruh hubungan kita"


Bisa Violet lihat betapa marah nya laki-laki saat ini pada dirinya.


"Itu.."


Violet tampak tercekat, dia menunduk kan pelan kepala nya dengan perasaan penuh rasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2