
Ciuman itu terus menenggelamkan Rasty dalam kehangatan ,lama...benar-benar terasa begitu lama.
Dia tenggelam dalam kelembutan yang diberikan Karan, berpacu dalam kerinduan yang mendalam, membiarkan jemari laki-laki itu mulai menyusuri wajah hingga ke tengkuk lehernya.
Mereka menenggelamkan rindu yang telah lama belum terlepas, saling menikmati moment kelembutan di bibir masing-masing hingga membawa mereka pada rasa manis yang luar biasa.
Nafas mereka saling bersahutan untuk beberapa waktu, detak jantung masing-masing mengeluarkan suara indah mereka dalam gelapnya malam dihiasi langit berbintang.
Pada akhirnya tautan bibir itu terhenti ditengah jalan, Karan langsung melepaskan ciuman nya secara perlahan.
"Kamu sedang menginginkan nya?"
Bisik laki-laki itu pelan.
Wajah Rasty tampak bersemu memerah mendengar pertanyaan Karan.
"Aku fikir ingin melanjutkan nya, tapi sepertinya kita harus menunggu tubuh ku lebih fit agar bisa sampai pada ******* yang tepat"
Laki-laki itu kembali bicara sambil mengulum senyuman nya.
"Jika diteruskan takut Kita tidak akan mendapatkan timing yang tepat disaat tubuh ku belum benar-benar sehat, bisa jadi aku tidak bisa membuat kamu tiba pada pelepasan yang tepat.
Ucap laki-laki itu lagi sambil menyatukan hidung mereka.
Seketika Rasty mengangguk kemudian dia memasukkan wajahnya kedalam dada bidang sang suami.
"Bukan masalah, sebaiknya kamu mendapatkan banyak istirahat terlebih dahulu, pulihkan tenaga baru memikirkan yang lainnya"
__ADS_1
Jawab Perempuan itu cepat.
Tiba-tiba Rasty mendongak kan wajah nya, dia seolah-olah ingat soal sesuatu.
"Kalau begitu Arti nya kamu tahu Ghanem mengalami amnesia? sedangkan Britania mencoba menggenggam tanduknya?"
Dia bertanya sambil menatap dalam wajah laki-laki yang selalu mampu membuat nya jadi berdebar-debar soal banyak hal itu.
Jika Karan berkata bisa mendengar keluh kesah dan ucapannya selama laki-laki itu koma, artinya dia pasti tahu soal keluh kesah nya tentang Britania dan Ghanem.
Karan diam sejenak, terlihat sedikit kerutan di sekitar dahinya, tidak tahu kenapa tapi Rasty fikir laki-laki itu seperti nya sedang memikirkan soal sesuatu.
"Aku belum tahu siapa yang berdiri di belakang Karan, apakah itu Britania atau orang lain yang menyerupai dirinya"
Mendengar ucapan Karan Rasty jelas ikut mengerutkan keningnya.
Dia tidak paham maksud dari ucapan laki-laki itu.
Alih-alih menjawab Karan mencoba membenahi posisi tidur, dia mengusap pelan rambut perempuan itu.
"Kamu akan paham seiring berjalannya waktu, Ghanem memang mengalami lupa ingatan, Tapi aku yakin saat perempuan itu membantu nya, dia melakukan sesuatu hingga membuat Ghanem tidak bisa menolak membalas Budi atas pertolongan nya"
Ucap laki-laki itu cepat.
"Aku yakin perempuan itu membuat trik bagus untuk bisa mengikat Ghanem dalam kebaikan nya"
Setelah berkata begitu Karan mencoba untuk menggeser posisi nya, dia memandangi Rasty dengan tatapan begitu serius.
__ADS_1
"Apa kamu pernah mendengar orang kejam memperalat orang lain untuk sebuah keuntungan?"
Tanya Karan tiba-tiba.
Rasty lagi-lagi mengerutkan keningnya,dia fikir sejak tadi Karan membicarakan soal beberapa hal yang tidak dia mengerti.
"He em aku pernah mendengar nya"
Jawab Rasty pelan.
"Mari mengikuti permainan Britania untuk beberapa waktu ini, aku yakin dia tengah merencanakan sesuatu, ada orang yang dia peralat untuk bergerak didepan nya"
Ucap Karan tiba-tiba.
"Ya?"
"Karena aku yakin siapa yang kalian lihat Selama ini sebenarnya bukan dirinya"
Mendengar ucapan Karan seketika Rasty mengerutkan keningnya.
******
Catatan \= Maafkan atas keterlambatan update, karena dalam rangka libur natal.
happy Merry Christmas 🎄🎄🎄⛄⛄⛄
__ADS_1
Love you selangit cakrawala
💋💋💋❤️❤️❤️😘😘😘🥰🥰🥰