
Ghanem menatap dalam wajah Violet untuk waktu yang begitu lama, setelah dokter pribadi keluarga Hurairah pergi secara perlahan laki-laki itu menarik Selimut violet, merapikan nya dan membiarkan gadis itu terlelap dalam tidur nya.
Laki-laki itu sejenak menghela nafasnya kemudian dia meraup kasar wajahnya.
Sejenak Ghanem memperhatikan sebuah amplop yang ada di tangan nya, laki-laki itu membuka perlahan amplop mendominasi berwarna coklat tersebut yang ada di tangan nya.
Beberapa foto tampak tersusun rapi di sana, dimana foto malam tragedi dari rekaman CCTV kejadian kematian Daddy mereka, ada Violet, Rasty, dan beberapa orang yang ikut terlibat didalam nya, sayang nya beberapa rekaman nya sengaja di hapus dan dihilangkan entah oleh Siapa.
Kala itu penyelidikan berhenti karena Rasty tidak bisa memberikan kesaksian lebih karena kondisi nya, sedangkan Daddy Rasty mengalami koma dan Daddy Violet berlindung di belakang 7 pengacara sekaligus.
Sejenak Ghanem memejamkan bola matanya.
"Nikahi Violet"
Malam itu dia menyambung kata-kata bibi ke Dua nya Alea pada Karan.
"Kau gila!"
Karan jelas menolaknya.
__ADS_1
"Kau menyukainya sejak dulu, sekarang kau ingin aku menikahinya menjadikan dia istri ke dua ku, apa kata Rasty? apa kau juga sudah gila ingin aku menikahi gadis yang kamu sukai? aku fikir kau dan bibi ke dua sama-sama gila"
Nada bicara karan jelas meninggi, laki-laki itu fikir saat ini semua orang sudah menjadi gila.
"Aku tidak punya cara lain untuk melindungi Violet, kau tahu dia ada di lokasi kejadian malam itu, keadaan semakin memanas saat aku mulai meminta pihak kepolisian kembali membuka kasus nya"
Ucap Ghanem cepat sambil mencoba menahan lengan Karan.
"Kau hanya pura-pura menikah dengan nya, bukan kah tidak ada pesta perayaan besar? laki-laki dan perempuan berada di ruangan terpisah? hanya pernikahan biasa? aku akan memanipulasi pernikahan kalian"
Ucap Ghanem lagi.
Karan jelas menaikkan alisnya, menatap bola mata Ghanem untuk beberapa waktu.
"Aku dan Hill akan mengatur kakek, kau cukup duduk dan melihat nya saja"
Ucap bibi ke dua.
"Kalian bicara apa?"
__ADS_1
Karan jelas menatap bingung ke arah dua orang itu.
"Cukup diam hingga kita bisa mendapatkan titik terang nya, membuktikan pada kakek jika Rasty tidak terlibat dalam kejadian malam itu. Aku ingin Violet tetap berada dibawah jangkauan ku, setelah menikah kamu bisa tinggal bersama Rasty, aku yang akan menemaninya menjadi kakak iparnya"
Sekali lagi Ghanem menghela nafasnya, dia membuka perlahan bola mata nya, kembali menatap susunan foto yang ada di tangan nya itu.
Sepersekian detik kemudian Ghanem berdiri dari posisi duduknya, dia menjongkok kan tubuhnya sejenak, lantas mencium perlahan kening Violet.
Laki-laki itu lalu melangkah menjauhi gadis itu yang telah terlelap dalam tidur nya, keluar dan menutup pintu itu secara perlahan.
Ghanem Tampak mengeluarkan handphone nya dari dalam kantong celananya, dia berusaha untuk menghubungi seseorang.
Cukup lama hingga akhirnya Panggilan nya terhubung pada seseorang.
"Apa kamu sudah mengatur keberangkatan nya?"
"Hmmm baiklah"
Setelah berkata begitu, laki-laki itu langsung menutup panggilan nya, berjalan ke arah meja bartender, mencari sebuah gelas dan satu botol winski di susunan barisan minuman.
__ADS_1
Laki-laki itu menuangkan minuman nya kemudian secara perlahan Ghanem mulai menyesap minumannya.