Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Di antara dua pilihan


__ADS_3

AEON MALL JGC


Jakarta


23.05


Malam


Violet sejenak menatap dirinya dihadapan cermin untuk beberapa waktu, dia fikir permasalahan hidup nya belakangan terasa begitu rumit, tapi bukan berarti dia harus melepaskan semua cita-cita dan harapan nya.


Kemarin dia masih berharap terjalin komunikasi baik di antara dirinya dan Karan, masih ingin menjadi istri baik yang bisa mendiskusikan banyak hal bersama, tapi kali ini violet melepaskan semua harapan nya, kembali menyambung mimpinya tanpa harus bicara lagi dengan laki-laki itu.


"Giliran mu yang masuk"


Tiba-tiba seseorang mengejutkan pemikiran nya.


Violet mengangguk pelan, kembali menatap dirinya di cermin untuk beberapa waktu, secara perlahan dia membalikkan tubuh nya, mulai masuk ke sebuah gelanggang besar yang di huni oleh beberapa orang, pelatih dan beberapa teman-teman satu profesi nya.


"Kamu belum memutuskan untuk ikut atau tidak?"

__ADS_1


Seseorang berjalan disampingnya Secara perlahan.


Violet tampak diam.


"Waktunya sudah semakin dekat"


Setelah berkata begitu laki-laki disamping violet tadi melesat pergi meninggalkan violet, membiarkan gadis itu masuk ke dalam gelanggang Utama ice skating.


Gadis itu masuk secara perlahan ke gelanggang ice skating, mulai bergerak maju dengan kaki kiri dan kanannya secara bergantian.


Beberapa waktu hingga akhirnya dia mulai melakukan gerakan Scratch Spin (Memutar) untuk beberapa waktu, kembali bergerak maju kedepan dari satu sisi menuju ke sisi lainnya, tubuhnya terus bergerak lincah bak pemain ice skating profesional, bergerak kesana-kemari mengikuti alur music yang mengalun indah memenuhi gelanggang ice skating tersebut.



Sebelum menikah, cita-cita violet menjadi pemain ice skating profesional, dia mengikuti kursus sejak usia belia bahkan selalu mengikuti ajang kompetisi beberapa kali, realita nya dia harus menjadi pandai mengatur waktu demi meraih harapan dan cita-cita nya.


Dia pernah memenangkan event lomba beberapa kali di kejuaraan yang di adakan di Jepang dan Amerika, kali ini sebelum pernikahan dia berlangsung sang guru sudah membuat list program perlombaan yang akan dia ikuti, tapi Violet belum memberikan jawaban nya untuk berkata iya karena dia fikir mungkinkah dia bisa mengejar cita-cita nya setelah menikah.


Selama Karan tidak pulang kerumah, tempat satu-satunya yang selalu violet datangi adalah gelanggang ice skating, dan orang-orang mulai menunggu keputusan gadis itu untuk ikut atau melepaskan harapan nya.

__ADS_1


1 kesempatan.


Menang maka kamu akan meninggalkan Indonesia untuk waktu yang tidak sebentar.


Bisa jadi kamu akan berada di Prancis untuk jangka waktu yang begitu lama.


Sebenarnya violet butuh mendiskusikan persoalan ini, jika perceraian mereka benar-benar berjalan, dia akan menerima tawaran itu, tapi ketakutan terbesar violet adalah bagaimana jika perceraian mereka tidak akan berjalan sesuai dengan rencana.


Dan belakangan dia baru tahu, perceraian mereka akan menjadi begitu rumit, sebab Jika perceraian itu menghancurkan nama baik dirinya, itu artinya dia akan di blacklist dari daftar perlombaan dan kehilangan masa Depan dan cita-cita nya, tapi jika perceraian itu merusak nama baik Karan maka laki-laki itu bisa jadi keluar dari daftar keluarga Hurairah group.


Apakah dia harus melepaskan segala impiannya? yang dia bangun selama bertahun-tahun ini dengan jutaan perjuangan nya.


Prancis adalah negara impian nya, membawa orang tua nya kesana untuk mengubah seluruh kehidupan mereka.


Dia tidak butuh menjadi kaya raya dari uang Hurairah group, yang dia butuhkan adalah naik dengan hasil keringat dia sendiri hingga tetes darah penghabisan nya.


Flasshhhh


Craasshhh

__ADS_1


Violet berhenti dari gerakan nya dengan cepat, menatap lurus ke depan barisan kursi dimana para teman-teman nya tambak melebarkan senyuman mereka sambil memberikan tepuk tangan mereka yang paling meriah.


__ADS_2