Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Keputusan berat


__ADS_3

Mansion utama


Ghanem Hurairah


Violet tampak menatap dalam wajah Ghanem, mencoba menunggu jawaban laki-laki itu untuk beberapa waktu.


Bisa dilihat perut Violet sudah cukup membesar, jika tidak ada halangan putra ke dua mereka akan lahir dalam waktu dekat.


Putra pertama mereka Abraham terlihat mulai memejamkan bola matanya setelah lelah seharian bermain sepak bola bersama Ghanem sore tadi.


Ghanem terlihat diam, menatap dalam bola mata sang istri nya untuk beberapa waktu.


"Kamu yakin?"


Tanya laki-laki itu dengan sedikit keraguan.


Violet mengangguk kan kepalanya, dia cukup yakin dengan keputusan dirinya.


"Aku sudah mempertimbangkan nya sejak awal kehamilan, hanya saja belum ingin membicarakan nya hingga yakin bayi ini baik-baik saja, kita punya begitu banyak kesempatan untuk mendapatkan buah hati lagi, tapi Rasty jelas tidak punya, bahkan dia sudah menjalani prosedur pengobatan kemana-mana selama bertahun-tahun namun tetap saja gagal"


Ucap violet lagi.


"Anak ini akan tetap menjadi anak kita, tapi biarkan mereka yang memiliki nya, Realita nya hubungan darah anak dan orang tua tidak akan pernah terputus namun berikan kesempatan untuk Rasty memiliki nya"


Ucap Violet sambil terus menatap dalam bola mata suami nya itu.

__ADS_1


"Aku hanya khawatir kamu akan merindukan nya, aku takut kamu menyesal telah memberikan dia kepada mereka"


Ucap Ghanem pelan.


Violet buru-buru menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak, kita bisa melihat dia dan bertemu dengan nya kapan pun kita mau, tapi dengan status berbeda, dia tidak memanggil kita Mommy dan Daddy melainkan Uncle dan untie"


Jawan Violet cepat.


"Anak ini akan menyelamatkan kehidupan rumah tangga Rasty dan Karan, mereka akan merasa sempurna dengan kehadiran buah hati di antara mereka, kita tidak perlu menyebut persoalan ini dalam seumur hidup kita"


Mendengar keyakinan sang istri, Ghanem hanya menghela pelan nafas nya.


Dia tahu 3 tahun pernikahan tanpa restu, ditambah 8 tahun pernikahan dengan perjuangan untuk mendapatkan seorang anak begitu menyulitkan keadaan mental Rasty.


Benar kata Violet, mengambil anak orang lain kedepan nya belum tahu bagaimana resiko nya, satu-satunya jalan membiarkan Karan dan Rasty memiliki anak yang Violet akan lahirkan dalam waktu dekat ini.


Itu akan menambah ikatan kekeluargaan dan mengurangi kekhawatiran, juga pasti nya bisa membuat Rasty tidak lagi kehilangan semangat hidup nya karena menginginkan buah hati.


Ide pertama tercetus dari Karan, terdengar gila memang, tapi Karan terpaksa meminta calon bayi mereka saat Rasty meminta dirinya untuk menikah lagi.


Dia tahu betul bagaimana Karan, cinta nya pada Rasty jelas tidak akan tergantikan dengan perempuan manapun.


dimasa lalu adik nya mampu bertahan, anak jelas bukan alasan utama untuk mereka harus memecah hubungan karena orang ketiga.

__ADS_1


Dia tahu Rasty mengharapkan seorang anak di antara mereka dan ide terbaik yang bisa dilakukan adalah memberikan calon bayi mereka setelah dilahirkan kepada Rasty.


Hanya saja rasanya begitu berat memberikan buah hati mereka meskipun Kepada saudara kandung nya sendiri.


Tapi melihat Violet mencoba menyetujui keinginan Karan, pada akhirnya Ghanem mau tidak mau menyetujui ide tersebut.


"Kita masih memiliki banyak kesempatan lainnya bahkan hingga sebelum aku mengalami monopose nantinya, jadi biarkan Mereka mendapatkan kesempatan yang tidak akan Rasty dapatkan hingga menua nanti hmmm"


Ucap Violet sambil menyentuh lembut wajah sang suami.


Sejenak Ghanem menghela nafas nya, keputusan nya jelas terasa begitu berat untuk nya.


Hingga akhirnya dia mau tidak mau mengangguk kan kepalanya.


"Jika itu sudah menjadi keputusan mu, lakukan lah"


Ucap laki-laki itu pelan sambil berusaha mengembangkan senyuman nya


******


Catatan \=


Yang menang case hp / botol parfum Cantik di YouTube InsyaAllah dikirim serentak Kamis.


Agak terlambat pengiriman karena nunggu bahan case akrilik nya.

__ADS_1


Nanti author konfirmasi dari FB untuk info lanjut nya di hari Kamis🙏🏻


__ADS_2