Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Terlalu menggoda


__ADS_3

Permainan mereka terus berjalan hingga pukul 2 malam lebih, Britania sepertinya sengaja dibuat terus kalah oleh bibi Alea, perempuan itu cukup Ka'o karena minum begitu banyak.


Bibi Melly terus di kalahkan oleh serkan, sedang kan violet beberapa kali dikalahkan oleh Ghanem.


Untungnya bibi melly sangat kuat soal minum, jadi dia terus tersadar dengan sempurna.


Rasty sendiri mengacak permainan, untungnya dia hanya kalah 2x sisa nya dia mencari lawan acak karena memang dia yang tidak memiliki lawan disana.


Saat Britania mulai tepar dan mencoba terlelap dari tidur nya, Bibi Melly berkata akan mengurus Britania bersama Serkan, mereka akan membawa perempuan itu ke apartemen Britania.


Awalnya Ghanem sedikit keberatan, tapi saat serkan berkata dia akan mengantar Violet jika Ghanem ingin mengantar Britania, Seketika laki-laki itu membiarkan 2 orang itu mengantar Britania.


"Hmmmm.."


Violet mulai menggeliat di atas kursi sofa saat Ghanem secara perlahan mengangkat tubuh nya. Bisa dia lihat wajah gadis itu begitu memerah.


Laki-laki itu menggeleng kan perlahan kepalanya sejenak, tiba-tiba dia menghela nafasnya berat.


"Kembali ke mansion utama"


Itu adalah perintah mutlak dari seorang Ghanem kepada supir nya.


Masih menggendong tubuh Violet laki-laki itu masuk ke salam mobil mereka, membiarkan Violet terus masuk didalam dekapan nya hingga mereka tiba di mansion mereka.


*******


Sejenak Ghanem membeku saat gadis itu mengeluarkan semua isi perutnya, Violet mulai bicara ngelantur sambil masih belum sadarkan diri.


laki-laki itu pikir dia tidak mungkin membangunkan pelayan rumah, mengingat jam menunjukkan pukul 2.40 dini hari.

__ADS_1


Dia benar-benar harus mengurusi violet dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.


Ghanem fikir sangat tidak etis ketika dia harus menggantikan pakaian Violet, namun membiarkan Violet dipenuhi oleh sisa muntahan nya jelas lebih tidak etis lagi.


Mau tidak mau laki-laki itu akhirnya membuka satu persatu pakaian Violet, membersihkan tubuh gadis itu secara perlahan.


Oh shi..t.


Ghanem fikir ini seperti sebuah ujian, gadis itu terus menggeliat bahkan memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan.


dia benci mengakuinya tapi kenapa satu hasrat nya tiba-tiba terjaga ketika dia menyentuh dan melihat kulit mulus seindah batu pualam tersebut.


Terlalu menggoda untuk nya.


Meskipun dia bersama Britania, perempuan itu tidak pernah bisa membangunkan dirinya, perpisahan bersama violet tiba-tiba sesuatu itu terbangun dan menggebu, seolah-olah ada hasrat lain yang mendorong nya untuk menelusuri Indahnya tiap lapisan kulit putih dihadapan nya itu.


Dia tergoda ingin menyentuh dan menikmati manis nya Bibir itu di balik bibirnya.


Kau pasti sudah gila!.


Ghanem memijat-mijat kepalanya sejenak, laki-laki itu menepis jutaan pemikiran nya.


Dia mencoba memakaikan pakaian ganti pada Violet, cukup sulit Karena gadis itu tampak bergerak tidak beraturan.


Dengan sedikit berputus asa laki-laki itu akhirnya memakaikan handuk mandi kimono pada gadis itu, dia fikir itu akan menjadi lebih muda untuk di gunakan.


Setelah melewati perjuangan panjang dia berhasil memakaikan Violet handuk mandi model kimono tersebut.


Ghanem menarik lega nafasnya.

__ADS_1


sejenak laki-laki itu duduk di samping violent dia memperhatikan gadis itu yang terlelap dari tidur nya.


cukup lama tanpa pergerakan.


hingga akhirnya dia mendengar Violet berkata sesuatu sambil perlahan membuka bola matanya.


"Ada apa? kamu ingin muntah lagi?"


Ghanem bicara sambil mencoba mendekati wajahnya ke arah Violet.


Alih-alih menjawab Violet hanya mengulas senyuman, kemudian gadis itu malah kembali memejamkan bola matanya.


Sejenak Ghanem memperhatikan wajah Violet untuk beberapa waktu, tidak tahu kenapa dia benar-benar menyukai wajah itu sejak awal dia melihat nya kemarin.


Seolah-olah seperti sebuah magnet yang memiliki satu daya tarik tinggi yang membuat Ghanem begitu merasa tertarik pada nya.


Entah apa yang ada difikiran nya, tiba-tiba laki-laki itu Secara perlahan merapatkan wajah nya pada wajah Violet.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Ghanem menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu.


Dia fikir sejenak saja, bibir itu membuat dia kehilangan akal warasnya, tapi....


Tiba-tiba Violet membalas ciuman lembut itu masih dengan bola mata yang terus tertutup dengan sempurna.



Oh shi..t.


Dan Ghanem malah menikmati nya, bergerak lembut dan semakin dalam menyesap bibir indah itu untuk waktu yang cukup lama.

__ADS_1


__ADS_2