
Mansion utama Hurairah
Peringatan 100 hari kematian Zahir
Masih Dalam kondisi berduka
Ketika berita pecah soal pengkhianatan Sunita terhadap keluarga besar nya sendiri hurairah, wanita itu ditangkap dan dituntut oleh pasal berlapis.
Penipuan, pemerasan, pembunuhan, rencana busuk yang menyebabkan kematian keluarga lain, merugikan banyak pihak didalam nya dan menghancurkan masa depan seseorang yang di sembunyikan identitas nya.
"Kau fikir bisa menjerumuskan ku ke penjara? membuat ku selesai dengan semua nya?"
Sunita bertanya sambil menatap tajam kearah Karan, dia begitu membenci laki-laki itu, dia berada di balik jeruji besi dimana Karan tengah mengunjungi nya kala itu.
Baginya Karan dan Daddy nya merupakan batu sandungan terbesar yang menghancurkan semua rencana nya tanpa ampun.
"Kau fikir aku tidak bisa melakukan nya?"
Karan bertanya sambil menatap balik tajam bola mata nenek muda Hurairah.
"Kau tidak punya bukti untuk menjerumuskan ku bahkan membuat ku membusuk di penjara"
Setelah berkata begitu, Sunita tampak tertawa terbahak-bahak.
Karan hanya memperhatikan tawa bahagia itu untuk beberapa waktu.
Mendengar nya dengan tenang hingga usai.
"Kau tahu nek?"
Ucap Karan sambil memajukan wajahnya, mendekati Nenek Sunita dengan tatapan yang begitu mengerikan.
"Daddy Rasty telah bangun dari tidur panjangnya"
Ucap Karan sambil menaikkan ujung bibirnya.
Laki-laki itu lantas berdiri dari duduknya, membalikkan tubuhnya kemudian meninggalkan nenek muda Hurairah dalam ketercekatan nya
"Apa?"
__ADS_1
Wanita itu jelas terkejut, wajah bahagia nya seketika berubah menjadi memucat, dia menjadi marah dan berteriak dengan lantang.
"Kau bisa menjerumuskan nenek mu ini ke penjara, tapi ingat lah semua belum akan berakhir meskipun tulang ku menguning di dalam tanah, Lidah seorang sunita akan selalu menjadi pahit dan keluarga Hurairah tidak akan pernah bahagia hingga keturunan ke 3 nya, kalian akan menderita dalam permainan nasib yang berujung pada banyak kepedihan atas orang-orang yang kalian sayangi"
Pekik Perempuan itu dengan begitu histeris, dia sipir penjara langsung menangkap tubuh tua yang menggila itu dengan sekuat tenaga.
Keluarga besar Hillatop dan Hurairah masih dalam keadaan berduka atas 100 hari kematian Zahir, seluruh keluarga masih berkumpul di dua kediaman Hillatop dan Hurairah secara bergantian.
Bahkan Alea harus menyediakan banyak waktu untuk menghibur Evitania dan membuat keputusan besar untuk masa depan perempuan itu sejak bulan lalu.
Dia tidak punya alasan untuk menolak keinginan terakhir Zahir, juga tidak bisa mengabaikan masa Depan Elvitania yang terombang-ambing.
Dan dikala semua keadaan belum juga membaik seutuhnya, tiba-tiba Britania membuat kehebohan publik dengan berita baru yang semakin menghangat kan suasana.
Perempuan itu belum dipenjara atas keterlibatan bersama Nenek muda Hurairah, dia masih dalam posisi sebagai saksi, hingga membuat perempuan itu bebas hilir mudik ke banyak tempat Sesuai keinginan nya
"Kau tidak ingin mengakuinya? aku tengah hamil putra pertama penerus Hurairah, diperut ku ada bayi Ghanem Hurairah, yang terus berkembang dan tidak mungkin bisa Ghanem tolak dalam seumur hidup nya"
Britania berteriak histeris di tengah-tengah mansion Hurairah, membuat kehebohan besar hingga para tamu yang datang jadi berspekulasi sendiri-sendiri siap kebenaran nya.
"Apa?"
Dia menyentuh lembut perut nya, Violet belum memberitahukan suami nya soal sesuatu yang berkembang didalam sana.
Perempuan itu sedang mempersiapkan kejutan nya di hari ulang tahun Ghanem nanti, dia mempersiapkan semuanya dengan begitu indah, dia tahu Ghanem begitu menginginkan nya, pernah bicara bersama, bercerita soal anak-anak impian mereka.
"Kau pasti sudah gila"
Bibi Melly jelas begitu marah, dia ingin sekali menghancurkan wajah perempuan ja..Lang di hadapannya itu, tapi adiknya Alea mencoba menahan lengannya.
"Meskipun kalian tidak mengakui nya, dia tetaplah keturunan sah Hurairah"
Ucap Britania sambil menatap wajah bibi Melly dengan jutaan tatapan yang Sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Bisikan demi bisikan terdengar di seluruh penjuru ruangan, jika ada yang tidak percaya dengan ucapan perempuan itu pasti nya akan ada yang percaya dengan ucapan Britania.
Bibi melly sudah menduga nya, perempuan itu cepat atau lamban akan menjadi batu sandungan besar untuk 2 keluarga besar, dan kekhawatiran nya benar-benar terjadi.
Perempuan itu membuat kekacauan baru untuk mereka semua.
__ADS_1
Ditengah kemarahan menggebu Britania, tiba-tiba suara seseorang memecahkan keadaan.
"Kau bicara apa?"
Ghanem bertanya dengan suara dingin nya, berjalan perlahan menuruni anak tangga, bola mata nya mantap tajam perempuan yang ada dibawah tangga itu.
Britania senang bisa melihat wajah yang dia rindukan itu, tapi dia ngeri-ngeri sedap saat tahu wajah itu kini mulai begitu membenci nya.
"Kau tidak ingin mengakui hubungan panas kita di Italia?"
Tanya Britania sambil menaikkan ujung alisnya.
Ghanem tidak bergeming, menghentikan langkahnya di tangga terakhir.
"Kau tahu penyakit Delusi?"
Tanya laki-laki itu dengan nada yang begitu dingin.
mendengar ucapan Ghanem, seketika britania terhenyak.
"Apa?"
Dia menggerutkan keningnya.
Ghanem membuang pandangan nya dari Britania, di berbalik sedikit berjalan mendekati Violet.
Laki-laki itu menyentuh lembut wajah sang istri yang tampak khawatir.
"Kau percaya pada ku? kau paling tahu bagaimana aku"
Ucap Ghanem pelan sambil menatap hangat bola mata sang istri, mencoba menyakinkan violet jika semua pasti baik-baik saja.
"Aku fikir kamu butuh dokter khusus untuk mengobati penyakit Delusi mu"
kata Laki-laki itu sambil menatap Britania dengan pandangan yang begitu menjijikkan.
********
Catatan \=
__ADS_1
Delusi adalah jenis gangguan mental yang dikenal dengan istilah psikosis. Psikosis itu sendiri ditandai dengan ketidaksinambungan antara pikiran, imajinasi, emosi, dan realita. Jadi, seorang penderita delusi sering memiliki pengalaman yang jauh dari keyakinan.