
Karan tampak menggunting kuku Rasty Secara perlahan, dari kuku tangan kiri nya menuju ke kuku tangan kanan nya, sedangkan Perempuan itu terlelap didalam tidurnya sejak tadi.
Laki-laki itu sejak dulu memang seperti itu, memperlakukan perempuan itu begitu istimewa, sebab dia tahu Rasty tidak mungkin bisa melakukan pekerjaan yang seperti itu.
Sejenak setelah selesai menggunting seluruh kuku-kuku nya, Karan mulai membersihkan dan mengukis pinggiran kuku Rasty agar tertata dengan rapi, lantas laki-laki itu mulai mengoleskan kuku-kuku indah itu dengan cairan kutek berwarna bening.
Sejenak laki-laki itu menghela pelan nafasnya, meletakkan botol kutek bening itu ke atas meja nakas yang ada disisi kiri Rasty.
Secara perlahan Karan mulai mengeringkan kuku Rasty dengan alat pengering yang mendominasi berwarna putih tersebut.
Cukup lama kegiatan itu dilakukan oleh laki-laki itu, hingga akhirnya Karan mulai meraih botol vitamin rambut dan mulai mengoleskan nya ke rambut yang tergerai indah itu kemudian mulai meratakan nya secara perlahan.
Setelah menyakinkan diri semuanya selesai, Karan mengulas senyuman nya sejenak kemudian laki-laki itu secara perlahan mulai mengangkat tubuh perempuan itu menuju ke arah kamar mereka.
Karan dengan hati-hati membawa tubuh perempuan itu menuju ke arah kamar, membukakan pintu kamar tersebut dan melesat masuk kedalam sana, lantas meletakkan tubuh Rasty Secara perlahan ke atas kasur mereka.
__ADS_1
Begitu hati-hati Karan memperlakukan perempuan itu, seolah-olah Rasty adalah bola kristal kaca yang takut jika-jika terjatuh dan pecah.
Secara perlahan laki-laki itu mendaratkan ciuman nya ke kening perempuan itu, cukup lama kemudian berpindah ke bibir nya.
Seulas senyum mengembang dibalik bibir Karan, ketika tubuh itu menggeliat sejenak lantas kembali terlelap dalam tidur nya.
Karan mulai melangkah turun dari atas kasur, berjalan mendekati nakas kecil dimana diatas nya terdapat sebotol wine dan sebuah gelas kristal bertungkai tinggi.
laki-laki itu mulai menuangkan minuman nya lantas membawa minuman itu kedalam tangan nya seiring kaki nya melangkah mendekati jendela kaca dihadapan nya itu.
Dia menyibak perlahan jendela tersebut, menatap ke arah langit dimana jutaan bintang menghiasi langit malam ini.
Laki-laki itu fikir bagaimana cara dirinya harus membuat skandal perceraian tanpa menyakiti perasaan siapapun.
__ADS_1
Menyakinkan kakek tua Narayan jika dia dan violet memang tidak pantas bersama.
Dia bukan nya bersikap kejam, Tapi realita nya dia mencoba menjaga hatinya agar tidak terpaut pada perempuan lain selain Rasty. Di antara 2 manusia dengan jenis kelamin yang berbeda, ada 1 sosok penghasut di antara nya, dan itu adalah syetan.
Orang-orang akan berfikir violet merupakan istri pertama Karan yang sah, realita nya mereka tidak tahu, Rasty lah istri pertama Karan, pernikahan mereka terjadi 4 tahun yang lalu secara diam-diam di Inggris.
Karan tidak bisa membuka hubungan mereka, karena sejak kecil hubungan dirinya dan Rasty jelas terhalang Restu dari kakek Narayan.
Meskipun terhalang Restu, Karan terus menggenggam tangan perempuan itu tanpa mau melepaskan nya, melakukan semua dibelakang sang Kakek hingga bertahun-tahun lamanya.
Pernikahan nya kemarin dengan Violet Karan tahu jelas menyakiti perasaan Rasty, tapi Rasty berkata dengan begitu penuh kelembutan.
"Sejauh mana hati pergi, dia tahu dimana tempat asalnya harus kembali"
"Jika kamu dan aku ditakdirkan bersama, jika di kehidupan ini tidak bisa bersama, di akhirat kelak akan ada kesempatan untuk kita"
__ADS_1
Perempuan itu bicara sambil menyentuh perlahan dada Karan, mengembangkan senyuman nya tanpa menyelipkan sedikit pun rasa kecewa dibalik wajah cantik nya.
Laki-laki itu mengehela nafasnya dengan kasar, dia mulai menyesap minuman yang ada di tangannya secara perlahan.