
"Bicaralah, aku menunggu kakek menceritakan soal kenyataan nya"
setelah berkata begitu Ghanem Tampak memundurkan tubuhnya, dia menaikkan kedua tangannya Sejenak lantas menurunkan nya,bola mata Ghanem masih terus mengawasi laki-laki tua itu dengan seksama.
"Kauuuu berani-beraninya memaksa ku"
Suara kakek Narayan seketika bergetar.
Alih-alih peduli dengan ekspresi dan kata-kata sang kakek, Ghanem berkata.
"Mau aku jabarkan?"
Tanya Ghanem kemudian.
"Awalnya dalam proses penyidikan selama hampir 3 tahun sangat sulit sekali untuk mencari titik terang dalam semua hal, aku dan Serkan benar-benar mati-matian mencari titik penghubung dan memintal benang kusut yang tidak mungkin terbuyar"
Ghanem bicara sambil bola matanya menatap Amran sejenak.
"Tapi kemudian satu hal membuat kami yakin soal sesuatu, keuntungan yang didapatkan jika gedung Hurairah company mengalami kebakaran hebat itu apa? lalu setelah tragedi malam itu terjadi kenapa gedung Hurairah tidak di perbaiki kembali?"
"Aku akhirnya mendapatkan sebuah jawaban luar biasa dari teka-teki yang membuat kepala ku ingin pecah selama bertahun-tahun ini"
__ADS_1
Ghanem menarik kasar nafas nya.
"ASURANSI GEDUNG HURAIRAH, ASURANSI PEGAWAI DAN KEBERUNTUNGAN LAINNYA, KAKEK MENDAPATKAN ASURANSI JIWA DARI DADDY YANG TAK TERDUGA"
Setelah berkata begitu Ghanem menekan kedua pelupuk matanya dengan jemari tangan kanan nya.
Kakek tua Hurairah jelas terkejut mendengar ucapan Ghanem.
"Son"
Dia tercekat.
"Aku bisa membayangkan berapa besar uang asuransi nya keluar setelah kejadian itu"
"Pertengkaran malam itu karena rencana kakek yang ingin membuat gedung Hurairah company mengalami kebakaran hebat demi uang asuransi, Daddy marah dan tidak setuju, untuk orang seperti Daddy kebohongan seperti itu jelas akan membuat malu dirinya, meskipun dia lahir dari keluarga tidak mampu, Daddy menjunjung tinggi sekali kejujuran dan paling benci kecurangan"
"Mendapatkan pertentangan dari menantu yang memang tidak di sukai sejak awal membuat Kakek berang, kakek fikir Daddy tidak paham soal apa yang Kakek rencana kan di masa itu, merencanakan masa depan dengan cara yang salah"
"Karena itu kakek membatalkan penerbangan paman Amran, meminta laki-laki itu untuk datang ke Hurairah company dan mengatur Daddy agar menjauh dulu dari semua nya hingga rencana Kakek berjalan sesuai rencana"
"Tapi semua rencana hampir gagal total karena kehadiran Daddy angkat Rasty, laki-laki itu mendengar percakapan kalian, pertengkaran kalian dan dengan keadaan panik mencoba lari dari sana, semua dimulai dari 1 orang, merambat hingga ke orang yang lainnya"
__ADS_1
"Kakek tanpa sengaja menarik tangan laki-laki itu, karena demi menghindar dia mencoba turun dari tangga dan Daddy Rasty terpeleset disana, kamera Rasty tanpa sengaja menangkap adegan jatuh Daddy angkat nya, tapi yang dia lihat salah satu orang kepercayaan kakek berdiri di atas tangga dengan keadaan panik, mengejar tubuh Daddy angkat Rasty dengan cepat, dia tidak melihat kakek di sana, tapi kakek Fikir Rasty melihat kakek Disana, karena itu kakek begitu takut Karan menikah dengan gadis itu hingga kini"
"Kakek Takut kebusukan kakek dimasa lalu terbongkar"
Ucap Ghanem sambil menatap tajam bola mata sang kakek.
"Violet yang tanpa sengaja juga melihat ada laki-laki di tangga mendorong seseorang tanpa sengaja Merekam kejadian itu"
Ghanem sejenak terkekeh, rasa sakit menghantam dirinya.
"Daddy ku panik, mencoba mengejar langkah Daddy angkat Rasty juga, tapi kakek mencoba menarik tangannya, namun rencana awal sudah berjalan, kakek sudah membuat kobaran api didalam gedung tersebut, hingga membuat beberapa bangunan mulai terbakar dan hancur, 1 penahan di atas jatuh, mau tidak mau kakek melepaskan pegangan kakek pada tangan Daddy ku, dan Daddy ku panik, mencoba mundur kebelakang dan bammmm..."
Ghanem memejamkan bola matanya, jutaan rasa menghantam hatinya, dia bisa membayangkan bagaimana sakit nya sang Daddy ketika jatuh dari lantai atas dan meregang nyawa di lantai bawah.
"Apa aku harus melanjutkan lagi kisah yang terjadi malam itu? menyatukan rekaman milik Rasty dan violet secara bersamaan? membawa Daddy angkat Rasty yang telah sadar dari koma nya?"
Tanya Ghanem tiba-tiba.
"Dan membawa Rasty untuk bisa menunjukkan laki-laki mana saja yang dia lihat malam itu ke keluarga kita? atau bahkan membawa putri Daddy, Mommy ku untuk ikut melihat bukti nya?"
Mendengar ucapan Ghanem seketika laki-laki tua itu menjatuhkan tongkat nya kelantai, dia ikut terduduk di lantai dengan jutaan perasaan bersalah.
__ADS_1
"Maaf..kan ka..kek"
Laki-laki itu bicara dengan suara bergetar, dia jelas kehilangan kata-kata.